29.3 C
Bojonegoro
Wednesday, November 30, 2022

Akhirnya, Gaji Guru dan Pegawai Tidak Tetap Naik!

- Advertisement -

Radar Tuban – Penantian panjang nasib guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT-PTT) mulai terjawab. Pemkab melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban menambah anggaran belanja jasa lebih dari Rp 6 miliar. Anggaran tersebut untuk kenaikan gaji GTT-PTT mulai Januari 2021. Seluruh gaji pendidik dan tenaga kependidikan yang terdata akan di sesuaikan.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, anggaran Pemkab Tuban untuk gaji GTT-PTT disdik pada 2021 sebesar Rp 24,53 miliar. Jumlah tersebut naik dari tahun sebelumnya pada 2020 sebesar Rp 18,26 miliar. Kenaikan anggaran tersebut diprioritaskan untuk para GTT-PTT yang selama ini masih bergaji Rp 700 ribu.

Mulai tahun depan, gaji GTT-PTT ditetapkan minimal Rp 1 juta. Kepala Disdik Tuban Nur Khamid mengatakan, di Bumi Wali terdapat 2.319 GTT. Rinciannya, GTT K2 218 orang, GTT honda (honorer daerah) 3 orang, GTT APBD 1.190 orang, dan GTT Bosnas (bantuan operasional sekolah nasional) 908 orang.

Baca Juga :  Bukti Nyata Terapkan Transparansi dan Akuntabilitas

Dari jumlah tersebut hanya GTT Bosnas yang tidak mengalami kenaikan gaji. ‘’Untuk GTT Bosnas mengikuti kebijakan BOS pemerintah pusat,” jelas dia. Sementara ada 661 tenaga kependidikan non-PNS. Rinci annya, PTT K2 48 orang, PTT honda 4 orang, non-PNS kegiatan 22 orang.

PTT kordikcam 37 orang, PTT disdik 8 orang, dan PTT APBD 542 orang. Mereka inilah yang selama ini mendapat gaji sekitar Rp 700 – Rp 800 ribu per bulan. ‘’Mulai tahun depan gaji GTT-PTT minimal Rp 1 juta, tidak ada yang di bawahnya lagi,” tegas mantan sekretaris Disdik Tuban itu.

- Advertisement -

Pendidik yang juga Ketua LP Ma’arif NU Tuban ini mengatakan, jika pada Januari masih ada GTT–PTT yang gajinya dibawah Rp 1 juta, dia mengimbau untuk tidak segan melapor.

Baca Juga :  Parpol Minim Kader Perempuan

Nur Khamid berjanji laporan gaji yang masih ratusan ribu akan ditindaklanjuti. Dia juga memastikan kenaikan anggaran sudah cukup untuk mengkaver kenaikan gaji seluruh GTT–PTT yang terdata. ‘’Tahun depan kalau masih ada guru yang gajinya di bawah Rp 1 juta, langsung lapor ke saya,’’ pintanya.

Mantan kepala SMAN 1 Soko ini memastikan kenaikan anggaran dari APBD untuk jasa GTT– PTT tidak mengurangi jatah sektor lain di disdik. Kenaikan anggaran tersebut di khususkan untuk mendongkrak ke sejahteraan sosial para guru. Nur Khamid menekankan gaji guru perlahan akan terus disesuaikan agar lebih layak. ‘’Kenaikan gaji ini merupakan keinginan bupati untuk memenuhi hak dan kesejahteraan para pendidik dan tenaga kependidikan kita,’’ ungkap dia.

Radar Tuban – Penantian panjang nasib guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT-PTT) mulai terjawab. Pemkab melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban menambah anggaran belanja jasa lebih dari Rp 6 miliar. Anggaran tersebut untuk kenaikan gaji GTT-PTT mulai Januari 2021. Seluruh gaji pendidik dan tenaga kependidikan yang terdata akan di sesuaikan.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, anggaran Pemkab Tuban untuk gaji GTT-PTT disdik pada 2021 sebesar Rp 24,53 miliar. Jumlah tersebut naik dari tahun sebelumnya pada 2020 sebesar Rp 18,26 miliar. Kenaikan anggaran tersebut diprioritaskan untuk para GTT-PTT yang selama ini masih bergaji Rp 700 ribu.

Mulai tahun depan, gaji GTT-PTT ditetapkan minimal Rp 1 juta. Kepala Disdik Tuban Nur Khamid mengatakan, di Bumi Wali terdapat 2.319 GTT. Rinciannya, GTT K2 218 orang, GTT honda (honorer daerah) 3 orang, GTT APBD 1.190 orang, dan GTT Bosnas (bantuan operasional sekolah nasional) 908 orang.

Baca Juga :  Bukti Nyata Terapkan Transparansi dan Akuntabilitas

Dari jumlah tersebut hanya GTT Bosnas yang tidak mengalami kenaikan gaji. ‘’Untuk GTT Bosnas mengikuti kebijakan BOS pemerintah pusat,” jelas dia. Sementara ada 661 tenaga kependidikan non-PNS. Rinci annya, PTT K2 48 orang, PTT honda 4 orang, non-PNS kegiatan 22 orang.

PTT kordikcam 37 orang, PTT disdik 8 orang, dan PTT APBD 542 orang. Mereka inilah yang selama ini mendapat gaji sekitar Rp 700 – Rp 800 ribu per bulan. ‘’Mulai tahun depan gaji GTT-PTT minimal Rp 1 juta, tidak ada yang di bawahnya lagi,” tegas mantan sekretaris Disdik Tuban itu.

- Advertisement -

Pendidik yang juga Ketua LP Ma’arif NU Tuban ini mengatakan, jika pada Januari masih ada GTT–PTT yang gajinya dibawah Rp 1 juta, dia mengimbau untuk tidak segan melapor.

Baca Juga :  Parpol Minim Kader Perempuan

Nur Khamid berjanji laporan gaji yang masih ratusan ribu akan ditindaklanjuti. Dia juga memastikan kenaikan anggaran sudah cukup untuk mengkaver kenaikan gaji seluruh GTT–PTT yang terdata. ‘’Tahun depan kalau masih ada guru yang gajinya di bawah Rp 1 juta, langsung lapor ke saya,’’ pintanya.

Mantan kepala SMAN 1 Soko ini memastikan kenaikan anggaran dari APBD untuk jasa GTT– PTT tidak mengurangi jatah sektor lain di disdik. Kenaikan anggaran tersebut di khususkan untuk mendongkrak ke sejahteraan sosial para guru. Nur Khamid menekankan gaji guru perlahan akan terus disesuaikan agar lebih layak. ‘’Kenaikan gaji ini merupakan keinginan bupati untuk memenuhi hak dan kesejahteraan para pendidik dan tenaga kependidikan kita,’’ ungkap dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Raperda Pesantren di Meja DPRD

APBD 2023 Ditetapkan Rp 2,2 Triliun

Pamerkan Busana dari Batik Blora

Dijanjikan Penerbangan Tahun Depan


/