alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Korban Sengatan Tawon Meninggal

TUBAN, Radar Tuban –  Jangan pernah meremehkan sengatan tawon. Jafar, pria paro baya asal Desa Kenongo Kidul, Kecamatan Soko yang menjadi bulan-bulanan tawon ndas kemarin (25/11) sekitar pukul 04.00 tutup usia. Dia meninggal setelah mendapat perawatan di RSUD dr. R. Koesma Tuban. Lukanya sengatan di kepala dan sekujur badan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, peristiwa terjadi Senin (18/11) siang. Saat itu, korban yang selesai mengairi tanaman jagungnya di ladang, tiduran di bawah pohon mangga tak jauh dari ladangnya. Ternyata di atas pohon mangga tersebut ada sarang tawon ndas sebesar kepala orang dewasa. Merasa terganggu, ratusan tawon langsung menyerang korban hingga pingsan.

Baca Juga :  Tak Ada Prospek, Dua SMA Tuban Tutup Tahun Depan

Kasubbag Humas Polres Tuban Iptu Suganda mengatakan, korban yang pingsan kali pertama ditemukan kakaknya pada sore hari. Jafar awalnya hanya mengeluh sakit kepala karena kelelahan bekerja. Karena demam tinggi, dia akhirnya dibawa ke Puskesmas Soko pada malam harinya. Di puskesmas baru diketahui bekas sengatan tawon dengan nama latin Vespa Affinis tersebut. ‘’Setelah dirawat semalam, kondisi korban membaik dan dipulangkan,’’ terang dia. 

Sesampai di rumah, kondisi Jafar kian memburuk. Dia sesak napas dan muntah darah. Korban pun kembali dilarikan ke Puskesmas Soko dan mendapat penanganan medis. Karena kondisinya terlalu parah, Jafar dirujuk ke RSUD dr. R Koesma Tuban. Dia sempat koma selama lima hari hingga akhirnya meninggal dini hari kemarin. ‘’Ditemukan ada seratus lebih bekas sengatan di kepala dan sekujur tubuh,’’ kata Suganda.

Baca Juga :  Fathul Huda Mendukung Penuh Mbak Ana-De Anwar

TUBAN, Radar Tuban –  Jangan pernah meremehkan sengatan tawon. Jafar, pria paro baya asal Desa Kenongo Kidul, Kecamatan Soko yang menjadi bulan-bulanan tawon ndas kemarin (25/11) sekitar pukul 04.00 tutup usia. Dia meninggal setelah mendapat perawatan di RSUD dr. R. Koesma Tuban. Lukanya sengatan di kepala dan sekujur badan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, peristiwa terjadi Senin (18/11) siang. Saat itu, korban yang selesai mengairi tanaman jagungnya di ladang, tiduran di bawah pohon mangga tak jauh dari ladangnya. Ternyata di atas pohon mangga tersebut ada sarang tawon ndas sebesar kepala orang dewasa. Merasa terganggu, ratusan tawon langsung menyerang korban hingga pingsan.

Baca Juga :  Fathul Huda Mendukung Penuh Mbak Ana-De Anwar

Kasubbag Humas Polres Tuban Iptu Suganda mengatakan, korban yang pingsan kali pertama ditemukan kakaknya pada sore hari. Jafar awalnya hanya mengeluh sakit kepala karena kelelahan bekerja. Karena demam tinggi, dia akhirnya dibawa ke Puskesmas Soko pada malam harinya. Di puskesmas baru diketahui bekas sengatan tawon dengan nama latin Vespa Affinis tersebut. ‘’Setelah dirawat semalam, kondisi korban membaik dan dipulangkan,’’ terang dia. 

Sesampai di rumah, kondisi Jafar kian memburuk. Dia sesak napas dan muntah darah. Korban pun kembali dilarikan ke Puskesmas Soko dan mendapat penanganan medis. Karena kondisinya terlalu parah, Jafar dirujuk ke RSUD dr. R Koesma Tuban. Dia sempat koma selama lima hari hingga akhirnya meninggal dini hari kemarin. ‘’Ditemukan ada seratus lebih bekas sengatan di kepala dan sekujur tubuh,’’ kata Suganda.

Baca Juga :  CJH di Bojonegoro Tak Perlu Pelunasan BPIH

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/