alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Tanpa Penjaringan, PKB Buka Peluang Koalisi

DPC PKB Tuban belum mengambil sikap terkait penjaringan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati. Bahkan, kemungkinan besar partai pemenang pemilu di Kabupaten Tuban ini tidak membuka penjaringan balon cabup-wabup.

‘’Sekarang belum (membuka penjaringa, Red). Tapi kemungkinan besar tidak melakukan penjaringan,’’ kata Ketua DPC PKB Tuban Noor nahar Hussein kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (25/9).

Disampainan Noor Nahar, dalam konteks penjaringan balon bupati dan wabup lebih difokuskan pada proses internal. Artinya, tidak perlu membuka penjaringan secara terbuka. ‘’Kalau nanti sudah ada (balon bupati dan wabup, Red), baru akan kita tawarkan (koalisi, Red) kepada partai-partai lain,’’ terang politisi yang juga Wakil Bupati Tuban itu. Ditegaskan Noor Nahar, meski memiliki 16 kursi dan bisa mengusung sendiri cabup-cawabup, namun peluang koalisi dengan parpol lain masih sangat memungkinkan. ‘’Dari awal KPU mengumumkan bahwa tahapan Pilkada 2020 disampaikan, kami sampaikan juga bahwa PKB terbuka untuk melakukan koalisi dengan partai mana saja,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Setiajit-Sekjen Hasto Kristiyanto SemobilĀ 

Tidak dibukanya penjaringan balon bupati dan wabup secara terbuka oleh PKB merupakan hal yang wajar. Sebab, dengan 16 kursi yang dimiliki, partai berlambang bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang itu bisa mengusung sendiri cabup-cawabup. Tanpa perlu berkoalisi, karena sudah melebihi syarat 20 persen kursi DPRD setempat.

‘’Enam belas kursi itu kan memang perolehan PKB. Tapi bukan berarti kalau sudah banyak (kursi, Red), terus menang-menangan sendiri. Maunya sendiri, itu tidak benar (tidak baik, Red). Koalisi tetap dibutuhkan. Jika calonnya sama-sama cocok, ya koalisi,’’ tandasnya.

DPC PKB Tuban belum mengambil sikap terkait penjaringan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati. Bahkan, kemungkinan besar partai pemenang pemilu di Kabupaten Tuban ini tidak membuka penjaringan balon cabup-wabup.

‘’Sekarang belum (membuka penjaringa, Red). Tapi kemungkinan besar tidak melakukan penjaringan,’’ kata Ketua DPC PKB Tuban Noor nahar Hussein kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (25/9).

Disampainan Noor Nahar, dalam konteks penjaringan balon bupati dan wabup lebih difokuskan pada proses internal. Artinya, tidak perlu membuka penjaringan secara terbuka. ‘’Kalau nanti sudah ada (balon bupati dan wabup, Red), baru akan kita tawarkan (koalisi, Red) kepada partai-partai lain,’’ terang politisi yang juga Wakil Bupati Tuban itu. Ditegaskan Noor Nahar, meski memiliki 16 kursi dan bisa mengusung sendiri cabup-cawabup, namun peluang koalisi dengan parpol lain masih sangat memungkinkan. ‘’Dari awal KPU mengumumkan bahwa tahapan Pilkada 2020 disampaikan, kami sampaikan juga bahwa PKB terbuka untuk melakukan koalisi dengan partai mana saja,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Bengawan Solo Mulai Meluber

Tidak dibukanya penjaringan balon bupati dan wabup secara terbuka oleh PKB merupakan hal yang wajar. Sebab, dengan 16 kursi yang dimiliki, partai berlambang bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang itu bisa mengusung sendiri cabup-cawabup. Tanpa perlu berkoalisi, karena sudah melebihi syarat 20 persen kursi DPRD setempat.

‘’Enam belas kursi itu kan memang perolehan PKB. Tapi bukan berarti kalau sudah banyak (kursi, Red), terus menang-menangan sendiri. Maunya sendiri, itu tidak benar (tidak baik, Red). Koalisi tetap dibutuhkan. Jika calonnya sama-sama cocok, ya koalisi,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/