alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Petakan 16 Ribu Titik Pengeboran

- Advertisement -

TUBAN, Radar Tuban – Untuk memastikan Tuban memiliki sumber cadangan minyak masa depan, survei seismik 3D terus dikebut. Saat ini, sudah terpetakan 16 ribu shot point atau titik pengeboran. Pengeboran diperkirakan selesai 2021.

Titik tersebut tersebar  di 59 desa pada 10 kecamatan. Dari jumlah shot point tersebut, sekitar 1.690 titik atau 13 persen sudah dilakukan perekaman dan masuk tahap uji kelayakan sebelum dieksplorasi.

Field Relation Pertamina Hulu Energi (PHE) Tuban East Java (TEJ) M. Ulin Najah mengatakan, 13 persen shot point tersebut sudah diproses perekaman data. Selanjutnya diuji secara geologis untuk menentukan setiap titik terdapat sumber minyak. ‘’Saat ini tim survei seismik banyak berada di Desa Pucangan, Kecamatan Montong dan sekitarnya. Selanjutnya bertahap ke desa-desa lain,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Pemulihan Lahan, Sedot Minyak Meluber ke Sawah di Blora

Ulin menjelaskan, pengeboran menggunakan dua metode. Yakni, explosive atau peledakan di bawah tanah dan vibroseis yang menggunakan kendaraan pendeteksi.

Menurut dia, sejumlah titik sempat menemui kendala. Yakni, berada di arena perbukitan dengan pepohonan yang lebat dan medan yang sulit. ‘’Untuk medan sulit kami menggunakan metode explosive, selanjutnya vibroseis untuk medan mudah,’’ jelas pria lulusan salah satu universitas di Yaman itu.

- Advertisement -

Karena sebagian besar wilayah survei seismik adalah lokasi yang sulit, maka 95 persen menggunakan metode explosive atau dynamite. Sisanya sekitar 5 persen menggunakan vibroseis.

Ulin menjelaskan vibroseis merupakan teknologi modern yang baru diterapkan di Tuban. Sebelumnya, teknologi yang sama banyak diterapkan untuk mencari sumber minyak di padang pasir Timur Tengah.

Baca Juga :  Ritual Tolak Bala di Pantai Gesikharjo

Pria yang tinggal di Desa Saringembat, Kecamatan Singgahan ini mengatakan, Jawa Timur memiliki sumber cadangan minyak yang cukup besar. Salah satunya Sumur West Mudi A, Desa Jegulo, Kecamatan Soko.

Jika Sumur West Mudi A terbukti memiliki minyak yang cukup untuk diproduksi, diindikasi di sekitar lokasi tersebut juga memiliki cekungan sumber minyak lainnya. ‘’Untuk memudahkan survei, kami menurunkan tiga kendaraan vibro,’’ kata dia.

TUBAN, Radar Tuban – Untuk memastikan Tuban memiliki sumber cadangan minyak masa depan, survei seismik 3D terus dikebut. Saat ini, sudah terpetakan 16 ribu shot point atau titik pengeboran. Pengeboran diperkirakan selesai 2021.

Titik tersebut tersebar  di 59 desa pada 10 kecamatan. Dari jumlah shot point tersebut, sekitar 1.690 titik atau 13 persen sudah dilakukan perekaman dan masuk tahap uji kelayakan sebelum dieksplorasi.

Field Relation Pertamina Hulu Energi (PHE) Tuban East Java (TEJ) M. Ulin Najah mengatakan, 13 persen shot point tersebut sudah diproses perekaman data. Selanjutnya diuji secara geologis untuk menentukan setiap titik terdapat sumber minyak. ‘’Saat ini tim survei seismik banyak berada di Desa Pucangan, Kecamatan Montong dan sekitarnya. Selanjutnya bertahap ke desa-desa lain,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Ritual Tolak Bala di Pantai Gesikharjo

Ulin menjelaskan, pengeboran menggunakan dua metode. Yakni, explosive atau peledakan di bawah tanah dan vibroseis yang menggunakan kendaraan pendeteksi.

Menurut dia, sejumlah titik sempat menemui kendala. Yakni, berada di arena perbukitan dengan pepohonan yang lebat dan medan yang sulit. ‘’Untuk medan sulit kami menggunakan metode explosive, selanjutnya vibroseis untuk medan mudah,’’ jelas pria lulusan salah satu universitas di Yaman itu.

- Advertisement -

Karena sebagian besar wilayah survei seismik adalah lokasi yang sulit, maka 95 persen menggunakan metode explosive atau dynamite. Sisanya sekitar 5 persen menggunakan vibroseis.

Ulin menjelaskan vibroseis merupakan teknologi modern yang baru diterapkan di Tuban. Sebelumnya, teknologi yang sama banyak diterapkan untuk mencari sumber minyak di padang pasir Timur Tengah.

Baca Juga :  Bidik Sasaran, Tingkatkan Kemampuan Menembak

Pria yang tinggal di Desa Saringembat, Kecamatan Singgahan ini mengatakan, Jawa Timur memiliki sumber cadangan minyak yang cukup besar. Salah satunya Sumur West Mudi A, Desa Jegulo, Kecamatan Soko.

Jika Sumur West Mudi A terbukti memiliki minyak yang cukup untuk diproduksi, diindikasi di sekitar lokasi tersebut juga memiliki cekungan sumber minyak lainnya. ‘’Untuk memudahkan survei, kami menurunkan tiga kendaraan vibro,’’ kata dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/