alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Inflasi Tinggi, Tantangan Berat di Tengah Pandemi

Radar Tuban – Pemkab Tuban dihadapkan pada tantangan yang cukup berat untuk memulihkan ekonomi akibat pendemi Covid-19. Pasalnya, inflasi di Kabupaten Tuban terbilang cukup tinggi. Hal itu diungkapkan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky usai mengikuti Rakornas Pengendalian Inflasi secara virtual yang dipimpin langsung Presiden Jokowi kemarin (25/8).

Bupati Lindra menyampaikan, tingginya inflasi di Bumi Wali dipicu dari harga sejumlah komoditas bahan pokok yang tinggi. Karena itu, dibutuhkan relaksasi untuk mengendalikan tingginya harga yang memicu inflasi tersebut.

‘’Pemkab Tuban akan berupaya menekan standar satuan harga (SSH) dan indeks harga konsumen,’’ kata dia sebagaimana disampaikan tim Media Center Tuban usai rapat virtual di Ruang Dandang Wacana Setda Tuban.

Baca Juga :  Buruh Tuban Mengadu(h) ke Provinsi

Dalam praktiknya nanti, terang bupati Lindra, pemkab akan mengatur komoditas pangan yang berada di pasar. Langkahnya, mengatur kestabilan harga dan mengatur arus penawaran dan permintaan (supply and demand).

Langkah tersebut supaya tidak terjadi lonjakan harga maupun penurunan harga yang drastis ketika terjadi panen maupun saat kelangkaan barang. ‘’Nanti akan dilakukan operasi pasar untuk menentukan standar harga,’’ terang mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur itu.

Lebih lanjut bupati Lindra menyampaikan, akibat pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tuban mengalami penurunan mencapai 0,83 persen. Hal itu disebabkan karena sektor industri dan pengolahan yang juga tergerus. Padahal, dua sektor tersebut menjadi penyumbang produk domestik regional bruto (PDRB) terbesar di Kabupaten Tuban.

Baca Juga :  Raperda Dana Abadi Bakal Masuk Propemperda DPRD Bojonegoro

‘’Akan kita kaji lebih lanjut sehingga diketahui seluruh faktor yang memengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tuban,’’ terangnya.

Meski demikian, pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan relatif stabil dan tidak begitu terpengaruh pandemi. ‘’Hal ini patut di syukuri,’’ ujarnya. Melihat kondisi tersebut, bupati Lindra akan mengoptimalkan sektor yang menjadi sumber pangan. Caranya, hasil pertanian disimpan di resi gudang untuk menjaga ketersediaan pangan. Juga akan dilakukan pengawasan dan penentuan harga komoditas di pasar.

‘’Komoditas pangan lokal akan lebih diprioritaskan sebelum nantinya menerima supplier dari luar kabupaten,’’ tegas bupati mempertimbangkan pentingnya kemandirian pangan di Tuban. 

Radar Tuban – Pemkab Tuban dihadapkan pada tantangan yang cukup berat untuk memulihkan ekonomi akibat pendemi Covid-19. Pasalnya, inflasi di Kabupaten Tuban terbilang cukup tinggi. Hal itu diungkapkan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky usai mengikuti Rakornas Pengendalian Inflasi secara virtual yang dipimpin langsung Presiden Jokowi kemarin (25/8).

Bupati Lindra menyampaikan, tingginya inflasi di Bumi Wali dipicu dari harga sejumlah komoditas bahan pokok yang tinggi. Karena itu, dibutuhkan relaksasi untuk mengendalikan tingginya harga yang memicu inflasi tersebut.

‘’Pemkab Tuban akan berupaya menekan standar satuan harga (SSH) dan indeks harga konsumen,’’ kata dia sebagaimana disampaikan tim Media Center Tuban usai rapat virtual di Ruang Dandang Wacana Setda Tuban.

Baca Juga :  Bupati Tuban: Vaksin Aman dan Halal

Dalam praktiknya nanti, terang bupati Lindra, pemkab akan mengatur komoditas pangan yang berada di pasar. Langkahnya, mengatur kestabilan harga dan mengatur arus penawaran dan permintaan (supply and demand).

Langkah tersebut supaya tidak terjadi lonjakan harga maupun penurunan harga yang drastis ketika terjadi panen maupun saat kelangkaan barang. ‘’Nanti akan dilakukan operasi pasar untuk menentukan standar harga,’’ terang mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur itu.

Lebih lanjut bupati Lindra menyampaikan, akibat pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tuban mengalami penurunan mencapai 0,83 persen. Hal itu disebabkan karena sektor industri dan pengolahan yang juga tergerus. Padahal, dua sektor tersebut menjadi penyumbang produk domestik regional bruto (PDRB) terbesar di Kabupaten Tuban.

Baca Juga :  Sepekan, 4.398 Pelajar di Tuban Telah Divaksin

‘’Akan kita kaji lebih lanjut sehingga diketahui seluruh faktor yang memengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tuban,’’ terangnya.

Meski demikian, pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan relatif stabil dan tidak begitu terpengaruh pandemi. ‘’Hal ini patut di syukuri,’’ ujarnya. Melihat kondisi tersebut, bupati Lindra akan mengoptimalkan sektor yang menjadi sumber pangan. Caranya, hasil pertanian disimpan di resi gudang untuk menjaga ketersediaan pangan. Juga akan dilakukan pengawasan dan penentuan harga komoditas di pasar.

‘’Komoditas pangan lokal akan lebih diprioritaskan sebelum nantinya menerima supplier dari luar kabupaten,’’ tegas bupati mempertimbangkan pentingnya kemandirian pangan di Tuban. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/