alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Sepuluh Ribu Lebih KKS Tidak Terbagi, Picu Mahasiswa Kembali Berdemo

Radar Tuban – Korda Program BPNT Kasiyati Ningsih mengungkapkan, masih banyak kartu yang belum dibagikan kepada KPM. Pada 2018 lalu, kurang lebih sekitar 10 ribu KKS yang masih berada di bank yang ditunjuk pemerintah. Dia juga memastikan tidak se mua KPM yang terdata sebagai penerima KKS itu valid.

Sebab, KKS 2018 mengacu data keluarga miskin pada 2005-2007. Sebagian penerima sudah meninggal dunia. Selebihnya sudah mampu dan tidak masuk kategori miskin. ‘’Jadi, up-date data itu sangat penting,’’ tegas dia. Karena itu, data masyarakat miskin yang tidak diperbarui, sampai kapan pun tidak akan terdata Kemensos untuk mendapat bantuan.

Begitu juga masyarakat miskin yang tidak masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Karena itu, dia mendesak pemerintah desa untuk melakukan update data. ‘’Karena sumber dari bantuan yang tidak tepat sasaran adalah up-date data,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Lonjakan Pengangguran di Bojonegoro Harus Diantisipasi

Perempuan yang bertanggung jawab terkait program BPNT di Bumi Wali tersebut juga meminta mahasiswa untuk bekerja sama dengan pemerintah untuk melakukan update data. ‘’Kami berharap jenengan semua (para mahasiswa, Red) mencoba kerja sama dengan desa pemerintah desa untuk melakukan verifikasi faktual. Yakni, melakukan up-date data.

‘’Setiap tahun Kemensos sudah membuka pintu up-date data setahun sekali,’’ kata dia. Sementara itu, Plt. Kepala Dinsos P3A Tuban Joko Sarwono mengatakan, persoalan data tidak bisa diselesaikan sekali waktu. Karena itu, terkait persoalan data harus duduk bersama.

‘’Karena terkait teknis data, ini tidak bisa diperdebatkan di sini (di tengah aksi unjuk rasa, Red),’’ ujarnya. Namun demikian, terang Joko, tuntutan para mahasiswa yang disampaikan pada aksi pertama sudah ditindaklanjuti. ‘’Regulasi (untuk perubahan mekanisme penyaluran BPNT, Red) sudah kami susun,’’ tandas dia yang me mastikan akan menindaklan juti di lapangan.

Baca Juga :  Pemdes Tasikharjo Gandeng Perusahaan Sekitar untuk Kembangkan Potensi

Radar Tuban – Korda Program BPNT Kasiyati Ningsih mengungkapkan, masih banyak kartu yang belum dibagikan kepada KPM. Pada 2018 lalu, kurang lebih sekitar 10 ribu KKS yang masih berada di bank yang ditunjuk pemerintah. Dia juga memastikan tidak se mua KPM yang terdata sebagai penerima KKS itu valid.

Sebab, KKS 2018 mengacu data keluarga miskin pada 2005-2007. Sebagian penerima sudah meninggal dunia. Selebihnya sudah mampu dan tidak masuk kategori miskin. ‘’Jadi, up-date data itu sangat penting,’’ tegas dia. Karena itu, data masyarakat miskin yang tidak diperbarui, sampai kapan pun tidak akan terdata Kemensos untuk mendapat bantuan.

Begitu juga masyarakat miskin yang tidak masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Karena itu, dia mendesak pemerintah desa untuk melakukan update data. ‘’Karena sumber dari bantuan yang tidak tepat sasaran adalah up-date data,’’ tegasnya.

Baca Juga :  RSNU Tuban Gratiskan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Semua Takmir Masjid

Perempuan yang bertanggung jawab terkait program BPNT di Bumi Wali tersebut juga meminta mahasiswa untuk bekerja sama dengan pemerintah untuk melakukan update data. ‘’Kami berharap jenengan semua (para mahasiswa, Red) mencoba kerja sama dengan desa pemerintah desa untuk melakukan verifikasi faktual. Yakni, melakukan up-date data.

‘’Setiap tahun Kemensos sudah membuka pintu up-date data setahun sekali,’’ kata dia. Sementara itu, Plt. Kepala Dinsos P3A Tuban Joko Sarwono mengatakan, persoalan data tidak bisa diselesaikan sekali waktu. Karena itu, terkait persoalan data harus duduk bersama.

‘’Karena terkait teknis data, ini tidak bisa diperdebatkan di sini (di tengah aksi unjuk rasa, Red),’’ ujarnya. Namun demikian, terang Joko, tuntutan para mahasiswa yang disampaikan pada aksi pertama sudah ditindaklanjuti. ‘’Regulasi (untuk perubahan mekanisme penyaluran BPNT, Red) sudah kami susun,’’ tandas dia yang me mastikan akan menindaklan juti di lapangan.

Baca Juga :  Duo Pelatih Bumi Wali FC Tanpa Kompetisi, Begini Nasibnya...

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/