alexametrics
32.2 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Sarankan Cek Kesehatan Hewan sebelum Kurban

Ternak Sembuh PMK Boleh Disembelih

BOJONGEORO, Radar Bojonegoro – Ternak sudah sembuh dari penyakit mulut dan kuku (PMK) boleh disembelih untuk hewan kurban. Namun, harus dipastikan melalui pemeriksaan secara detail. Tentu agar sesuai syarat-syarat sebagai hewan kurban.

 

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Sugiharti Sri Rahayu mengatakan, sudah ada aturan-aturan diberlakukan selama wabah PMK, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.

 

Salah satunya, ternak sudah sembuh dari PMK boleh dijadikan hewan kurban. Namun harus benar-benar dinyatakan sembuh melalui pemeriksaan tim petugas disnakkan. Juga keadaan ternak harus sesuai syarat-syarat hewan kurban.

 

Terutama sehat, dilihat dari mata cerah. Gerak lincah, tidak terlalu kurus, tidak cacat fisik, umur cukup, hingga jantan. “Kambing dan domba di atas satu tahun, sedangkan sapi di atas dua tahun,” bebernya.

Baca Juga :  Survei SMRC, Ekonomi Rumah Tangga Lebih Baik Dibanding 2020

 

Sugiharti menjelaskan, ketersediaan ternak untuk Hari Raya Idul Adha dipastikan cukup. Selama wabah PMK, penjualan ternak keluar kota tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Sehingga populasi tidak banyak berkurang.

 

Pihaknya mengaku dokter hewan maupun mantri terus memeriksa sebelum hingga ketika kurban dilakukan. Tentu, untuk memastikan ternak dikurbankan layak dan sesuai persyaratan.

 

Terkait adanya kios ternak menjelang kurban, menurut Sugiharti diperbolehkan, khususnya kambing dan domba. Terlebih di Bojonegoro belum ditemukan kasus PMK pada kambing dan domba. “Biasanya menjelang Idul Adha banyak kios ternak bermunculan,” terangnya.

 

Sedangkan penjualan sapi dilakukan di kandang-kandang peternak. Namun, petugas disnakkan siap jika masyarakat membutuhkan pendampingan ketika membeli hewan kurban.

Baca Juga :  Terciduk Ngopi dan Langgar Prokes, Sembunyi di Semak-Semak

 

Sugiharti menjelaskan pemeriksaan di kios pedagang hewan kurban tetap dilakukan seperti tahun sebelumnya. Sehingga masyarakat tidak khawatir ternak dijual di kios-kios tersebut.

 

Sugiharti menambahkan, vaksinasi ternak belum diketahui jatah untuk Bojonegoro. Vaksin diprioritaskan untuk sapi perah. (irv/rij)

BOJONGEORO, Radar Bojonegoro – Ternak sudah sembuh dari penyakit mulut dan kuku (PMK) boleh disembelih untuk hewan kurban. Namun, harus dipastikan melalui pemeriksaan secara detail. Tentu agar sesuai syarat-syarat sebagai hewan kurban.

 

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Sugiharti Sri Rahayu mengatakan, sudah ada aturan-aturan diberlakukan selama wabah PMK, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.

 

Salah satunya, ternak sudah sembuh dari PMK boleh dijadikan hewan kurban. Namun harus benar-benar dinyatakan sembuh melalui pemeriksaan tim petugas disnakkan. Juga keadaan ternak harus sesuai syarat-syarat hewan kurban.

 

Terutama sehat, dilihat dari mata cerah. Gerak lincah, tidak terlalu kurus, tidak cacat fisik, umur cukup, hingga jantan. “Kambing dan domba di atas satu tahun, sedangkan sapi di atas dua tahun,” bebernya.

Baca Juga :  Kantor Imigrasi Mulai Dikunjungi

 

Sugiharti menjelaskan, ketersediaan ternak untuk Hari Raya Idul Adha dipastikan cukup. Selama wabah PMK, penjualan ternak keluar kota tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Sehingga populasi tidak banyak berkurang.

 

Pihaknya mengaku dokter hewan maupun mantri terus memeriksa sebelum hingga ketika kurban dilakukan. Tentu, untuk memastikan ternak dikurbankan layak dan sesuai persyaratan.

 

Terkait adanya kios ternak menjelang kurban, menurut Sugiharti diperbolehkan, khususnya kambing dan domba. Terlebih di Bojonegoro belum ditemukan kasus PMK pada kambing dan domba. “Biasanya menjelang Idul Adha banyak kios ternak bermunculan,” terangnya.

 

Sedangkan penjualan sapi dilakukan di kandang-kandang peternak. Namun, petugas disnakkan siap jika masyarakat membutuhkan pendampingan ketika membeli hewan kurban.

Baca Juga :  Wujudkan Perubahan Kabupaten Tuban Kota Ronggolawe Lebih Maju Dan

 

Sugiharti menjelaskan pemeriksaan di kios pedagang hewan kurban tetap dilakukan seperti tahun sebelumnya. Sehingga masyarakat tidak khawatir ternak dijual di kios-kios tersebut.

 

Sugiharti menambahkan, vaksinasi ternak belum diketahui jatah untuk Bojonegoro. Vaksin diprioritaskan untuk sapi perah. (irv/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/