24.9 C
Bojonegoro
Tuesday, May 30, 2023

Vape Masih Belum Masuk Draf Raperda Kawasan tanpa Rokok

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pembahasan raperda kawasan tanpa rokok (KTR) harus lebih cermat dan detail. Ragam rokok tembakau tidak hanya batangan, namun juga rokok elektrik atau vape.

Wakil Ketua Pansus 2 DPRD Donny Bayu Setiawan mengatakan, sejauh ini terkait vape atau rokok elektrik masih belum dimasukkan dalam draf raperda. Masih ada ruang untuk melakukan perbaikan draf raperda KTR tersebut.

‘’Sebelumnya ketika FGD (focus group discussion), kami sempat menyinggung soal penggunaan vape. Tapi kami masih perlu membahas bersama-sama dengan pihak-pihak terkait,” katanya usai pansus 2 rapat bersama eksekutif kemarin (25/5).

Hanya, kemarin pembahasannya masih bersifat normatif, pihak eksekutif berikan masukan seperti perbaikan diksi beberapa pasal. Pansus bakal menggelar public hearing awal bulan depan.

‘’Rencananya kami mengundang pengusaha tembakau, petani tembakau, pengusaha kafe/restoran, kalau perlu mengundang pengusaha toko vape,” katanya.

- Advertisement -

Prinsipnya, raperda KTR mengatur tempat-tempat mana saja ditetapkan sebagai KTR. Jadi raperda KTR bukan melarang orang untuk merokok. ‘’Karena raperda KTR juga menindaklanjuti UU Kesehatan. Aturan ini dibuat agar sama-sama menghargai orang lain. Orang berhak merokok, tapi orang lain juga menghirup udara bebas asap rokok,” ujar anggota Komisi B tersebut.

Kepala Dinkes Ani Pujiningrum pun mengatakan perihal penggunaan vape masih akan dibahas lebih lanjut ketika public hearing. ‘’Nanti akan dibahas saat public hearing,” ujarnya. (bgs/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pembahasan raperda kawasan tanpa rokok (KTR) harus lebih cermat dan detail. Ragam rokok tembakau tidak hanya batangan, namun juga rokok elektrik atau vape.

Wakil Ketua Pansus 2 DPRD Donny Bayu Setiawan mengatakan, sejauh ini terkait vape atau rokok elektrik masih belum dimasukkan dalam draf raperda. Masih ada ruang untuk melakukan perbaikan draf raperda KTR tersebut.

‘’Sebelumnya ketika FGD (focus group discussion), kami sempat menyinggung soal penggunaan vape. Tapi kami masih perlu membahas bersama-sama dengan pihak-pihak terkait,” katanya usai pansus 2 rapat bersama eksekutif kemarin (25/5).

Hanya, kemarin pembahasannya masih bersifat normatif, pihak eksekutif berikan masukan seperti perbaikan diksi beberapa pasal. Pansus bakal menggelar public hearing awal bulan depan.

‘’Rencananya kami mengundang pengusaha tembakau, petani tembakau, pengusaha kafe/restoran, kalau perlu mengundang pengusaha toko vape,” katanya.

- Advertisement -

Prinsipnya, raperda KTR mengatur tempat-tempat mana saja ditetapkan sebagai KTR. Jadi raperda KTR bukan melarang orang untuk merokok. ‘’Karena raperda KTR juga menindaklanjuti UU Kesehatan. Aturan ini dibuat agar sama-sama menghargai orang lain. Orang berhak merokok, tapi orang lain juga menghirup udara bebas asap rokok,” ujar anggota Komisi B tersebut.

Kepala Dinkes Ani Pujiningrum pun mengatakan perihal penggunaan vape masih akan dibahas lebih lanjut ketika public hearing. ‘’Nanti akan dibahas saat public hearing,” ujarnya. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/