alexametrics
27 C
Bojonegoro
Sunday, May 29, 2022

RPH Kota Akan Dipindah di Desa Banjarsari

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Rumah pemotongan hewan (RPH) di kawasan kota akan dipindah ke Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk.

 

Pembangunannya baru dilakukan tahun ini. Sedangkan, RPH di Kecamatan Kota sudah tidak aktif sejak tahun lalu. Selama ini pemotongan hewan sementara berada di kelurahan Ledok Kulon.

 

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Sugiharti Sri Rahayu mengatakan, terdapat tiga RPH dimiliki pemkab. Teridiri RPH Bojonegoro, RPH Padangan, dan RPH Baureno. Namun sejak Oktober 2021 RPH Bojonegoro sudah tidak aktif karena bangunan tak layak.

 

Juga  kapasitas pemotongan tidak mencukupi. Dan tempat penanganan limbah kurang. “Tahun ini RPH di Kecamatan Kota akan direvitalisasi,” terangnya kemarin (24/3).

Baca Juga :  Desa Mulai Musyawarah Tentukan Wilayah Pemekaran

 

Pihaknya mengaku alasan lain revitalisasi RPH karena jumlah hewan dipotong setiap tahunnya meningkat. Sehingga perlu adanya fasilitas sesuai. “Pemintaan atau kebutuhan konsumsi daging semakin meningkat,” ujarnya.

 

Menurut Sugiharti, pembangunan RPH baru perlu mempertimbangkan alat pemotongan lebih modern. Penanganan daging lebih higienis, ruang pelayanan dan penyimpanan daging beku. Selain itu etalase memasarkan produk daging.

Kepala Disnakkan Catur Rahayu mengatakan, RPH baru akan dibangun tahun ini di Desa Banjarsari, sebagai pengganti RPH Kota.

 

Sementara itu, Kepala Desa Banjarsari Fatkhul Huda mengatakan, rencana pembangunan RPH di desanya sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Namun, hingga kini belum ada informasi terkait pembangunannya tahun ini. “Rencana sudah ada sebelum saya menjabat,” ujarnya. (irv/rij)

Baca Juga :  SDM Calon Perades di Bawah Standar, Rerata Nilai Dibawah 50

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Rumah pemotongan hewan (RPH) di kawasan kota akan dipindah ke Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk.

 

Pembangunannya baru dilakukan tahun ini. Sedangkan, RPH di Kecamatan Kota sudah tidak aktif sejak tahun lalu. Selama ini pemotongan hewan sementara berada di kelurahan Ledok Kulon.

 

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Sugiharti Sri Rahayu mengatakan, terdapat tiga RPH dimiliki pemkab. Teridiri RPH Bojonegoro, RPH Padangan, dan RPH Baureno. Namun sejak Oktober 2021 RPH Bojonegoro sudah tidak aktif karena bangunan tak layak.

 

Juga  kapasitas pemotongan tidak mencukupi. Dan tempat penanganan limbah kurang. “Tahun ini RPH di Kecamatan Kota akan direvitalisasi,” terangnya kemarin (24/3).

Baca Juga :  Prediksi Kuota di Bojonegoro Haji Sekitar 35 Persen

 

Pihaknya mengaku alasan lain revitalisasi RPH karena jumlah hewan dipotong setiap tahunnya meningkat. Sehingga perlu adanya fasilitas sesuai. “Pemintaan atau kebutuhan konsumsi daging semakin meningkat,” ujarnya.

 

Menurut Sugiharti, pembangunan RPH baru perlu mempertimbangkan alat pemotongan lebih modern. Penanganan daging lebih higienis, ruang pelayanan dan penyimpanan daging beku. Selain itu etalase memasarkan produk daging.

Kepala Disnakkan Catur Rahayu mengatakan, RPH baru akan dibangun tahun ini di Desa Banjarsari, sebagai pengganti RPH Kota.

 

Sementara itu, Kepala Desa Banjarsari Fatkhul Huda mengatakan, rencana pembangunan RPH di desanya sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Namun, hingga kini belum ada informasi terkait pembangunannya tahun ini. “Rencana sudah ada sebelum saya menjabat,” ujarnya. (irv/rij)

Baca Juga :  Waspada 46 Titik Penyeberangan

Artikel Terkait

Most Read

Petani Tembakau Was-Was

Vaksin 3.230 untuk Anak Sekolah Dasar

Artikel Terbaru


/