alexametrics
30.4 C
Bojonegoro
Sunday, May 29, 2022

Pengerjaan BKD Tahap Dua Tunggu Desa Tetangga

Masih Menunggu Audit Inspektorat Bojonegoro

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Proges penyelesaian bantuan keuangan desa (BKD) sembilan desa di Kecamatan Padangan masih menunggu hasil audit inspektorat. Camat Padangan Heru Wicaksi menjelaskan, karena menunggu hasil audit, sehingga progres pengerjaan belum bisa dilaksanakan. Ada beberapa desa sebelumnya sudah selesai tahap pertama. “Ini masih menunggu semuanya,” jelasnya kemarin.

 

Heru berharap pengerjaan sesuai rancangan dibuat, tidak ada manipulasi. Pihaknya menegaskan hanya sebagai fasilitator sehingga tidak bisa mengintervensi lebih. Tidak bisa memberikan penilaian ataupun imbauan segera menyelesaikan. Sebab, desa mempunyai kewenangan sendiri dalam peraturan. “Kami sifatnya hanya memfasilitasi, tidak lebih,” ungkapnya.

 

Beberapa hari lalu Inspektur Bojonegoro Teguh Prihandono mengungkapkan, tim dibentuk sudah mengumpulkan berkas dari masing-masing desa pada Jumat (18/3) lalu. Nantinya, rekomendasi perbaikan diberikan kepada masing-masing desa.

Baca Juga :  Usai Libur Panjang, Antrean Samsat Bojonegoro Padat

Sementara itu, terdapat desa yang masih menunggu pengerjaan BKD desa lain.

 

Misalnya Desa Tanggir, Kecamatan Malo. Kepala Desa Tanggir Wiwik Murtiningsih melalui Woto, suaminya, menjelaskan, pengerjaan BKD sudah selesai 50 persen. Tahap kedua masih menunggu Desa Tulungagung (tetangga desa)  untuk menyelesaikan pengerjaan.

 

“Kalau kontraktor kerjakan dulu, nanti jalan sudah dibangun rusak dilewati truk untuk bangun jalan Desa Tulungagung,” jelasnya.

 

Woto menampik jika kontraktor menggarap BKD meninggalkan pekerjaan. Sebab, alasannya menunda pengerjaan menunggu Desa Tulungagung selesai 100 persen. Saat ini pengerjaan 50 persen BKD desanya masih proses pengajuan penilaian dari dinas PU bina marga. “Sebagai syarat penggarapan BKD tahap dua,” jelasnya.

Baca Juga :  Tiga RSUD Hasilkan Rp 202 Miliar, tapi Tak Masuk PAD

Camat Malo Andri mengaku selalu memantau desa mendapatkan BKD. Memang saat ini ada beberapa desa masih proses penggarapan tahap dua. “Memang masih ada baru selesai penggarapan 50 persen,” jelasnya. (luk/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Proges penyelesaian bantuan keuangan desa (BKD) sembilan desa di Kecamatan Padangan masih menunggu hasil audit inspektorat. Camat Padangan Heru Wicaksi menjelaskan, karena menunggu hasil audit, sehingga progres pengerjaan belum bisa dilaksanakan. Ada beberapa desa sebelumnya sudah selesai tahap pertama. “Ini masih menunggu semuanya,” jelasnya kemarin.

 

Heru berharap pengerjaan sesuai rancangan dibuat, tidak ada manipulasi. Pihaknya menegaskan hanya sebagai fasilitator sehingga tidak bisa mengintervensi lebih. Tidak bisa memberikan penilaian ataupun imbauan segera menyelesaikan. Sebab, desa mempunyai kewenangan sendiri dalam peraturan. “Kami sifatnya hanya memfasilitasi, tidak lebih,” ungkapnya.

 

Beberapa hari lalu Inspektur Bojonegoro Teguh Prihandono mengungkapkan, tim dibentuk sudah mengumpulkan berkas dari masing-masing desa pada Jumat (18/3) lalu. Nantinya, rekomendasi perbaikan diberikan kepada masing-masing desa.

Baca Juga :  Kartu Petani Mandiri (KPM) Ikhtiar Sejahterakan Petani

Sementara itu, terdapat desa yang masih menunggu pengerjaan BKD desa lain.

 

Misalnya Desa Tanggir, Kecamatan Malo. Kepala Desa Tanggir Wiwik Murtiningsih melalui Woto, suaminya, menjelaskan, pengerjaan BKD sudah selesai 50 persen. Tahap kedua masih menunggu Desa Tulungagung (tetangga desa)  untuk menyelesaikan pengerjaan.

 

“Kalau kontraktor kerjakan dulu, nanti jalan sudah dibangun rusak dilewati truk untuk bangun jalan Desa Tulungagung,” jelasnya.

 

Woto menampik jika kontraktor menggarap BKD meninggalkan pekerjaan. Sebab, alasannya menunda pengerjaan menunggu Desa Tulungagung selesai 100 persen. Saat ini pengerjaan 50 persen BKD desanya masih proses pengajuan penilaian dari dinas PU bina marga. “Sebagai syarat penggarapan BKD tahap dua,” jelasnya.

Baca Juga :  Dukungan kepada De Anwar Tak Terbendung

Camat Malo Andri mengaku selalu memantau desa mendapatkan BKD. Memang saat ini ada beberapa desa masih proses penggarapan tahap dua. “Memang masih ada baru selesai penggarapan 50 persen,” jelasnya. (luk/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/