alexametrics
22.8 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Wisuda Madin dan PDF Al Hidayah serta Launching Ma’had Aly Al Hidayah

Tuban Radar- Ponpes La­jo­kidul dan Yayasan Al Hidayah Laju­kidul, Kecamatan Singgahan kemarin (25/3) sukses menggelar tiga acara se­kaligus. Yakni, Haul KH Muhyiddin  dan Masyayikh Lajukidul,  wisuda santri, dan launching Ma’had Aly Al Hidayah. 

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Ustad H. Mahfudz. Dilanjutkan wisuda 160 santri dan santriwati. Dalam prosesi tersebut, santri yang mengenakan gamis putih dan santriwati bergamis hitam dipanggil bergantian oleh Kiai Abdul Wahab Hs., pemandu wisuda, untuk mendapat pengalungan surban sebagai tanda kelulusan. 

Kepala  Madin, PDF, Ma’had Aly Al Hidayah Ustad Nur Khozin, S.Pd.I , M.Pd dalam sambutannya mengatakan, madin dan PDF masih kembali aktif pada 15 Syawal 1442 H. Pada tanggal tersebut, pembelajaran mulai aktif. 

Baca Juga :  PI Blok Cepu Tahun Ini Hasilkan Rp 105 Miliar

Nur Khozin menjelaskan, karena pendaftarnya cukup banyak, penerimaan santri Al Hidayah diberlakukan seleksi. ‘’Kami kewalahan menerima pendaftar, jadi pendaftar kami seleksi,’’ terangnya. 

Nur Khozin juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi orang tua yang banyak membantu madin, PDF, Ma’had Aly Al Hidayah agar terus berkembang. Salah satunya pengadaan ruang belajar yang sekarang mempunyai 26 ruang belajar. ‘’Gedung dua lantai dengan sepuluh kelas menghabiskan biaya Rp 1,5 miliar. Dana ini sebagian besar merupakan infak dari wali murid,’’ terangnya. 

Masyayikh KH Mawahib Suyuthi dalam sambutannya menyampaikan penting­nya belajar di ponpes.  Dikatakan dia, di ponpes tak hanya diajarkan ilmu dan wawasan umum, namun juga dibina akhlak dan mental santri. 

Baca Juga :  Operasi Katarak Gratis Sepanjang Tahun di RSNU Tuban

Kasi Pendidikan Ponpes Kemenag Tuban Drs. Achmad Badrus Sholeh, MA mengapresiasi peresmian ma’had tersebut. ‘’Saya senang dengan launching Ma’ad Aly Al Hidayah. Se­moga bisa memotivasi santri dan santriwati untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,’’ kata dia berharap. 

Acara berikutnya, pembukaan Ma’had Aly Al Hidayah untuk jurusan sejarah dan kebudayaan Islam oleh Dr. KH Abdul Maimoen. Pembukaan ditandai dengan penandatanganan pada banner. Ma’had Aly Al Hidayah merupakan perguruan tinggi naungan Ponpes Lajukidul. (arw/ds)

Tuban Radar- Ponpes La­jo­kidul dan Yayasan Al Hidayah Laju­kidul, Kecamatan Singgahan kemarin (25/3) sukses menggelar tiga acara se­kaligus. Yakni, Haul KH Muhyiddin  dan Masyayikh Lajukidul,  wisuda santri, dan launching Ma’had Aly Al Hidayah. 

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Ustad H. Mahfudz. Dilanjutkan wisuda 160 santri dan santriwati. Dalam prosesi tersebut, santri yang mengenakan gamis putih dan santriwati bergamis hitam dipanggil bergantian oleh Kiai Abdul Wahab Hs., pemandu wisuda, untuk mendapat pengalungan surban sebagai tanda kelulusan. 

Kepala  Madin, PDF, Ma’had Aly Al Hidayah Ustad Nur Khozin, S.Pd.I , M.Pd dalam sambutannya mengatakan, madin dan PDF masih kembali aktif pada 15 Syawal 1442 H. Pada tanggal tersebut, pembelajaran mulai aktif. 

Baca Juga :  Batas Waktu Pengajuan Gugatan Perselisihan Suara Sudah Berakhir

Nur Khozin menjelaskan, karena pendaftarnya cukup banyak, penerimaan santri Al Hidayah diberlakukan seleksi. ‘’Kami kewalahan menerima pendaftar, jadi pendaftar kami seleksi,’’ terangnya. 

Nur Khozin juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi orang tua yang banyak membantu madin, PDF, Ma’had Aly Al Hidayah agar terus berkembang. Salah satunya pengadaan ruang belajar yang sekarang mempunyai 26 ruang belajar. ‘’Gedung dua lantai dengan sepuluh kelas menghabiskan biaya Rp 1,5 miliar. Dana ini sebagian besar merupakan infak dari wali murid,’’ terangnya. 

Masyayikh KH Mawahib Suyuthi dalam sambutannya menyampaikan penting­nya belajar di ponpes.  Dikatakan dia, di ponpes tak hanya diajarkan ilmu dan wawasan umum, namun juga dibina akhlak dan mental santri. 

Baca Juga :  Pelunasan PBB-P2 Konsisten Lampaui Target

Kasi Pendidikan Ponpes Kemenag Tuban Drs. Achmad Badrus Sholeh, MA mengapresiasi peresmian ma’had tersebut. ‘’Saya senang dengan launching Ma’ad Aly Al Hidayah. Se­moga bisa memotivasi santri dan santriwati untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,’’ kata dia berharap. 

Acara berikutnya, pembukaan Ma’had Aly Al Hidayah untuk jurusan sejarah dan kebudayaan Islam oleh Dr. KH Abdul Maimoen. Pembukaan ditandai dengan penandatanganan pada banner. Ma’had Aly Al Hidayah merupakan perguruan tinggi naungan Ponpes Lajukidul. (arw/ds)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/