alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Sisa Bantuan Keuangan Khusus Desa di Bojonegoro Belum Cair

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pengerjaan proyek peningkatan jalan desa dengan bantuan keuangan khusus (BKK) desa belum tuntas. Sebab, anggaran dana itu baru cair 50 persen dari total anggaran. DPRD meminta pemkab segera mencairkan sisa anggaran itu.

 

 

Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, pencairan BKK desa baru 50 persen. Itu dilakukan tahun lalu. Sisanya yang 50 persen akan dilakukan tahun ini. ‘’Yang tahun ini belum cair, ‘’ katanya.

 

 

Pihaknya melakukan sidak di sejumlah desa untuk melihat hasil proyek BKK desa itu. Sejumlah desa yang didatangi hasilnya pengerjaannya rata-rata sudah bagus. Namun, tetap ada beberapa kekurangan yang ditemukan.

 

 

‘’Menurut kami sudah baik. Hanya ada kekurangan di beremnya. Kami minta supaya segera diperbaiki,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Pansel Sekda Ditarget Bulan Depan

 

 

Selain melihat kualitas, juga melakukan pengecekan terkait dengan proses tender dilaksanakan desa. Sejauh ini tender dilakukan desa sudah memenuhi syarat. Sebab, desa memang memiliki regulasi sendiri terkait dengan pengadaan barang dan jasa.

 

 

Pengadaan barang dan jasa di desa mengacu pada Perbup 45 Tahun 2021. Itu berbeda dengan tender proyek APBD yang dilakukan secara elektronik melalui website laman LPSE.

 

 

”Tender di desa ini sangat sederhana prosesnya,” jelasnya.

 

 

Saat ini proyek perbaikan jalan desa melalui BKK desa itu masih menunggu cairnya dana tahap 2. Lasuri berharap pemkab segera mencairkan sisa anggaran itu supaya pengerjaan bisa dilanjutkan.

Baca Juga :  Giliran Pendukung Setiajit Menang Undian

 

 

Tahun ini program BKK desa itu memang ada lagi. Tahun ini ada sekitar 160 desa yang memperoleh bantuan itu. Itu berbeda dengan 252 desa yang tahun lalu memperoleh.

 

 

Lasuri menjelaskan, progres pengerjaan proyek BKK desa itu sejauh ini sesuai. Dana yang dicairkan baru 50 persen. proyeknya juga baru selesai 50 persen. ”Ada desa yang kabarnya proyeknya sudah selesai 50 persen. Padahal, dananya baru 50 persen. Kami segera cek lokasi,” bebernya.

 

 

Kepala BPKAD Bojonegoro Luluk Alifah belum memberikan konfirmasi terkait pencarian BKK desa tahun ini. (zim/msu)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pengerjaan proyek peningkatan jalan desa dengan bantuan keuangan khusus (BKK) desa belum tuntas. Sebab, anggaran dana itu baru cair 50 persen dari total anggaran. DPRD meminta pemkab segera mencairkan sisa anggaran itu.

 

 

Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, pencairan BKK desa baru 50 persen. Itu dilakukan tahun lalu. Sisanya yang 50 persen akan dilakukan tahun ini. ‘’Yang tahun ini belum cair, ‘’ katanya.

 

 

Pihaknya melakukan sidak di sejumlah desa untuk melihat hasil proyek BKK desa itu. Sejumlah desa yang didatangi hasilnya pengerjaannya rata-rata sudah bagus. Namun, tetap ada beberapa kekurangan yang ditemukan.

 

 

‘’Menurut kami sudah baik. Hanya ada kekurangan di beremnya. Kami minta supaya segera diperbaiki,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Sehari, Dua Pemotor Tewas

 

 

Selain melihat kualitas, juga melakukan pengecekan terkait dengan proses tender dilaksanakan desa. Sejauh ini tender dilakukan desa sudah memenuhi syarat. Sebab, desa memang memiliki regulasi sendiri terkait dengan pengadaan barang dan jasa.

 

 

Pengadaan barang dan jasa di desa mengacu pada Perbup 45 Tahun 2021. Itu berbeda dengan tender proyek APBD yang dilakukan secara elektronik melalui website laman LPSE.

 

 

”Tender di desa ini sangat sederhana prosesnya,” jelasnya.

 

 

Saat ini proyek perbaikan jalan desa melalui BKK desa itu masih menunggu cairnya dana tahap 2. Lasuri berharap pemkab segera mencairkan sisa anggaran itu supaya pengerjaan bisa dilanjutkan.

Baca Juga :  Pansel Sekda Ditarget Bulan Depan

 

 

Tahun ini program BKK desa itu memang ada lagi. Tahun ini ada sekitar 160 desa yang memperoleh bantuan itu. Itu berbeda dengan 252 desa yang tahun lalu memperoleh.

 

 

Lasuri menjelaskan, progres pengerjaan proyek BKK desa itu sejauh ini sesuai. Dana yang dicairkan baru 50 persen. proyeknya juga baru selesai 50 persen. ”Ada desa yang kabarnya proyeknya sudah selesai 50 persen. Padahal, dananya baru 50 persen. Kami segera cek lokasi,” bebernya.

 

 

Kepala BPKAD Bojonegoro Luluk Alifah belum memberikan konfirmasi terkait pencarian BKK desa tahun ini. (zim/msu)

Artikel Terkait

Most Read

Laba BUMD Naik, Sektor Pendapatan Ditambah

Masih Mimpikan Salon Kecantikan

Pemkab Lamongan Aktifkan Satgas Bencana

Lebih Suka Bertanya

Artikel Terbaru


/