alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Ibadat Jelang Pergantian Tahun Baru Imlek

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Beberapa umat Kelenteng Hok Swie Bio (HSB) Bojonegoro kemarin sore (25/1) terlihat khusyuk menjalankan sembahyang Toa Tek Kong naik. Prosesi sembahyang ini, biasanya disebut dengan Shang Sheen.

Menurut penanggalan Imlek, pergantian tahun 2572 sepekan lagi akan berganti tahun baru 2573 yakni bulan 12 Imlek. Atau jatuh pada akhir bulan Januari pada 31 malam 1 Februari tahun Masehi.

Sembahyang Shang Sheen ini berarti Tuhan Maha Melihat, Maha Mendengar, dan Maha Mampu, untuk menilai segala amal perbuatan umatnya. Dengan menjalaninya sembahyang ini akan membuahkan semuanya menjadi harmonis.

Dalam doa saat sembahyang para umat mengharapkan kemampuan menghadapi semua cobaan liku-liku dan tantangan di tahun Imlek yang akan disongsong tahun barunya 2573 nanti.

Baca Juga :  Tidak Hadir, Anna Anggap Tempat Deklarasi Tidak Independen

Menurut Ketua TITD HSB Liem Hwat Hok, pelaksanaan sembahyang dan rangkaian Imlek tahun ini tetap seperti tahun lalu. Karena masih dalam pandemi Covid-19, tetap menjalaninya dengan prokes.

“Umat yang akan hadir di Kelenteng HSB untuk menjalani sembahyang akan kami batasi maksimal 15 orang. Setelahnya pada saat malam tahun baru Imlek nanti hanya 20 persen saja,” jelasnya.

“Umat yang lain diharapkan bisa menjalankan sembahyang di rumahnya masing-masing dalam waktu yang sama,” lanjut dia.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Beberapa umat Kelenteng Hok Swie Bio (HSB) Bojonegoro kemarin sore (25/1) terlihat khusyuk menjalankan sembahyang Toa Tek Kong naik. Prosesi sembahyang ini, biasanya disebut dengan Shang Sheen.

Menurut penanggalan Imlek, pergantian tahun 2572 sepekan lagi akan berganti tahun baru 2573 yakni bulan 12 Imlek. Atau jatuh pada akhir bulan Januari pada 31 malam 1 Februari tahun Masehi.

Sembahyang Shang Sheen ini berarti Tuhan Maha Melihat, Maha Mendengar, dan Maha Mampu, untuk menilai segala amal perbuatan umatnya. Dengan menjalaninya sembahyang ini akan membuahkan semuanya menjadi harmonis.

Dalam doa saat sembahyang para umat mengharapkan kemampuan menghadapi semua cobaan liku-liku dan tantangan di tahun Imlek yang akan disongsong tahun barunya 2573 nanti.

Baca Juga :  Wajah-Wajah Persibo di Tim Porprov

Menurut Ketua TITD HSB Liem Hwat Hok, pelaksanaan sembahyang dan rangkaian Imlek tahun ini tetap seperti tahun lalu. Karena masih dalam pandemi Covid-19, tetap menjalaninya dengan prokes.

“Umat yang akan hadir di Kelenteng HSB untuk menjalani sembahyang akan kami batasi maksimal 15 orang. Setelahnya pada saat malam tahun baru Imlek nanti hanya 20 persen saja,” jelasnya.

“Umat yang lain diharapkan bisa menjalankan sembahyang di rumahnya masing-masing dalam waktu yang sama,” lanjut dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/