29.3 C
Bojonegoro
Wednesday, November 30, 2022

Bapenda Bojonegoro: Pendapatan Masih Kurang Rp 1,9 Triliun

- Advertisement -

’’DBH migas dipastikan masih ada transfer lagi. Jadi, potensi bertambahnya masih besar.’’

Ibnu Soeyoeti, Kepala Bapenda Bojonegoro

BADAN Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro masih yakin sektor pendapatan akan terus bertambah. ‘’DBH migas dipastikan masih ada transfer lagi. Jadi, potensi bertambahnya masih besar,’’ kata Kepala Bapenda Bojonegoro Ibnu Soeyoeti.

 

Alasan itulah, Ibnu yakin pendapatan tahun ini bakal terlampaui. Baik dana transfer pusat maupun PAD. Tahun ini DBH migas ditargetkan Rp 1,2 triliun, hingga kini baru terealisasi Rp 700 miliar. Tahun lalu penerimaan DBH migas mencapai 2,1 triliun.

 

Sektor pendapatan terdiri atas berbagai komponen. Mulai pajak daerah, tahun ini ditarget Rp 824 miliar, namun baru tercapai Rp 516 miliar. Pendapatan transfer pusat seperti DBH, DAK, dan DAU. Dana-dana itu ditarget Rp 3,2 triliun. Baru terealisasi Rp 1,7 triliun.

Baca Juga :  Datangkan Alat Berat Baru, Percepat Penanganan Banjir
- Advertisement -

 

Itu sektor pendapatan terbesar pemkab selama ini. Selain itu, ada pendapatan lain-lain yang sah targetnya Rp 74 miliar dan baru realiasi Rp 34 miliar. (zim/rij)

’’DBH migas dipastikan masih ada transfer lagi. Jadi, potensi bertambahnya masih besar.’’

Ibnu Soeyoeti, Kepala Bapenda Bojonegoro

BADAN Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro masih yakin sektor pendapatan akan terus bertambah. ‘’DBH migas dipastikan masih ada transfer lagi. Jadi, potensi bertambahnya masih besar,’’ kata Kepala Bapenda Bojonegoro Ibnu Soeyoeti.

 

Alasan itulah, Ibnu yakin pendapatan tahun ini bakal terlampaui. Baik dana transfer pusat maupun PAD. Tahun ini DBH migas ditargetkan Rp 1,2 triliun, hingga kini baru terealisasi Rp 700 miliar. Tahun lalu penerimaan DBH migas mencapai 2,1 triliun.

 

Sektor pendapatan terdiri atas berbagai komponen. Mulai pajak daerah, tahun ini ditarget Rp 824 miliar, namun baru tercapai Rp 516 miliar. Pendapatan transfer pusat seperti DBH, DAK, dan DAU. Dana-dana itu ditarget Rp 3,2 triliun. Baru terealisasi Rp 1,7 triliun.

Baca Juga :  Harus Kerja Keras
- Advertisement -

 

Itu sektor pendapatan terbesar pemkab selama ini. Selain itu, ada pendapatan lain-lain yang sah targetnya Rp 74 miliar dan baru realiasi Rp 34 miliar. (zim/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Raperda Pesantren di Meja DPRD

APBD 2023 Ditetapkan Rp 2,2 Triliun

Pamerkan Busana dari Batik Blora

Dijanjikan Penerbangan Tahun Depan


/