alexametrics
25.7 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Jembatan Kali Tinggang di Ngraho, Bojonegoro Putus

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jembatan Kali Tinggang di Desa Bancer, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, putus. Akibatnya sebanyak 150 kepala keluarga (KK) tidak bisa melintas. Warga harus memutar melalui desa sebelah.

 

 

Kejadian jembatan putus itu seiring tebing kali yang longsor. Hingga merembet dan berdampak pada tiang jembatan. Berdasar informasi di lokasi kejadian, jembatan yang ambrol itu sepanjang 41 meter.

 

 

Tiga tiang jembatan ambrol. Mengakibatkan jembatan putus. “Tiang jembatan ambrol karena tergerus arus air,” kata Camat Ngraho Masirin.

 

 

Jembatan ini menjadi akses warga setempat untuk menuju desa lainnya. Bahkan, ada 150 kepala keluarga (KK) terdampak setelah jembatan tidak bisa dilintasi. “Warga harus memutar ke desa tetangga, sekitar 1 kilometer,” ujarnya.

Baca Juga :  Komisi C DPRD Bojonegoro: SMPN Harus Benahi Kualitas Pendidikan

 

 

Masirin bersama aparatur mengecek ke lokasi jembatan ambrol. Masirin memastikan, sisi yang ambrol ini sepanjang 41 meter. Dan sudah melaporkan ke dinas pekerjaan umum bina marga. Setidaknya dibutuhkan jembatan darurat.

 

 

Begitu pun, Masirin sudah berkoordinasi dengan dinas PU sumber daya air (SDA) terkait jembatan putus ini. “Sebab jembatan ini dulunya merupakan checkdam, sehingga koordinasi dengan dinas PU SDA,” jelasnya.

 

 

Menurut Masirin, pihak dinas PU SDa juga sudah asesmen ke lokasi. Dan ada harapan jembatan putus ini akan dibangun dan dianggarkan pada APBD tahun depan. “Rencananya tahun depan,” ujar mantan Kabag Humas Pemkab Bojonegoro ini. (cho/rij)

Baca Juga :  Lebih dari Seribu Pekerja Terkena PHK

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jembatan Kali Tinggang di Desa Bancer, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, putus. Akibatnya sebanyak 150 kepala keluarga (KK) tidak bisa melintas. Warga harus memutar melalui desa sebelah.

 

 

Kejadian jembatan putus itu seiring tebing kali yang longsor. Hingga merembet dan berdampak pada tiang jembatan. Berdasar informasi di lokasi kejadian, jembatan yang ambrol itu sepanjang 41 meter.

 

 

Tiga tiang jembatan ambrol. Mengakibatkan jembatan putus. “Tiang jembatan ambrol karena tergerus arus air,” kata Camat Ngraho Masirin.

 

 

Jembatan ini menjadi akses warga setempat untuk menuju desa lainnya. Bahkan, ada 150 kepala keluarga (KK) terdampak setelah jembatan tidak bisa dilintasi. “Warga harus memutar ke desa tetangga, sekitar 1 kilometer,” ujarnya.

Baca Juga :  Sally, Suara Perempuan, dan Sepak Bola Putri

 

 

Masirin bersama aparatur mengecek ke lokasi jembatan ambrol. Masirin memastikan, sisi yang ambrol ini sepanjang 41 meter. Dan sudah melaporkan ke dinas pekerjaan umum bina marga. Setidaknya dibutuhkan jembatan darurat.

 

 

Begitu pun, Masirin sudah berkoordinasi dengan dinas PU sumber daya air (SDA) terkait jembatan putus ini. “Sebab jembatan ini dulunya merupakan checkdam, sehingga koordinasi dengan dinas PU SDA,” jelasnya.

 

 

Menurut Masirin, pihak dinas PU SDa juga sudah asesmen ke lokasi. Dan ada harapan jembatan putus ini akan dibangun dan dianggarkan pada APBD tahun depan. “Rencananya tahun depan,” ujar mantan Kabag Humas Pemkab Bojonegoro ini. (cho/rij)

Baca Juga :  Politik Uang Terkesan Longgar

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/