alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Sekolah-Hajatan Boleh Digelar Dengan Syarat

- Advertisement -

Radar Tuban – Aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro yang keempat lebih berlaku longgar. Surat edaran (SE) bupati terkait perpanjangan ketiga PPKM berskala mikro dijelaskan perbedaan dari aturan sebelumnya. Salah satunya, sekolah boleh menggelar pembelajaran tatap muka. Begitu juga pertunjukan seni boleh diselenggarakan. Itu pun dengan sejumlah ketentuan.

Mengacu poin 5 nomor 2 SE tersebut disebutkan, sekolah jenjang TK, SD, SMP, dan SMA boleh menggelar tatap muka, tapi hanya untuk ujian yang diselenggarakan sesuai protokol kesehatan. Seperti sekarang ini, semua SMA menggelar ujian evaluasi hasil belajar (EHB) secara serempak sejak Senin (22/3) hingga sepekan mendatang. Setelah itu dilanjutkan ujian lain untuk siswa kelas IX SMP dan XII SMA.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo menjelaskan, mengacu SE bupati, sekolah tatap muka hanya diperbolehkan hanya untuk ujian. Sementara untuk pembelajaran reguler tetap diwajibkan daring. Sedangkan perguruan tinggi boleh menggelar tatap muka secara bertahap. Dimulai dengan proyek percontohan yang menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Baca Juga :  Trotoar Jalan Pemuda Bojonegoro Dilebarkan 2,5 Meter

Dokter lulusan Universitas Brawijaya (UB) Malang ini mengatakan, pertunjukan seni juga boleh digelar. Syaratnya hanya boleh mendatangkan peserta maksimal 25 persen dari kuota tempat. Jam hadir diatur secara bergantian agar tanpa kerumunan. Untuk resepsi hajatan atau pertemuan lain pelaksanaannya diatur dengan pembatasan jumlah yang diundang. ‘’Tetap wajib mengantongi izin satgas covid setempat,’’ tegasnya.

Sementara itu, keyakinan tim Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban yang mengklaim Tuban sudah zona kuning ternyata benar. Selasa (23/3) malam, Pemprov Jawa Timur mengunggah status terbaru Tuban menjadi zona kuning. Update dari pemprov tersebut terlambat dua hari dari Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) yang lebih dulu memastikan Tuban berstatus zona kuning sejak Minggu (21/3).

Baca Juga :  Desak Pemilihan di Pendapa, Pemkab Menolak
- Advertisement -

Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban tadi malam juga melaporkan update perkembangan terbaru kasus covid. Kemarin, pasien positif baru hanya tercatat satu pasien. Di sisi lain, jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia masih belum berhenti. Jumlahnya dua pasien. Kondisi ini menambah panjang daftar pasien positif yang meninggal dunia. Totalnya 368 pasien.

Sementara jumlah kumulatif pasien positif mencapai 3.353 orang berbanding kasus sembuh 2.943 orang. Kepala Dinkes Tuban Bambang Priyo Utomo mengatakan, sampai saat ini yang masih belum bisa dikendalikan adalah jumlah pasien positif yang meninggal dunia. ‘’Sulit sekali mengendalikannya. Sampai sekarang masih terus muncul,’’ ujarnya.

Radar Tuban – Aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro yang keempat lebih berlaku longgar. Surat edaran (SE) bupati terkait perpanjangan ketiga PPKM berskala mikro dijelaskan perbedaan dari aturan sebelumnya. Salah satunya, sekolah boleh menggelar pembelajaran tatap muka. Begitu juga pertunjukan seni boleh diselenggarakan. Itu pun dengan sejumlah ketentuan.

Mengacu poin 5 nomor 2 SE tersebut disebutkan, sekolah jenjang TK, SD, SMP, dan SMA boleh menggelar tatap muka, tapi hanya untuk ujian yang diselenggarakan sesuai protokol kesehatan. Seperti sekarang ini, semua SMA menggelar ujian evaluasi hasil belajar (EHB) secara serempak sejak Senin (22/3) hingga sepekan mendatang. Setelah itu dilanjutkan ujian lain untuk siswa kelas IX SMP dan XII SMA.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo menjelaskan, mengacu SE bupati, sekolah tatap muka hanya diperbolehkan hanya untuk ujian. Sementara untuk pembelajaran reguler tetap diwajibkan daring. Sedangkan perguruan tinggi boleh menggelar tatap muka secara bertahap. Dimulai dengan proyek percontohan yang menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Baca Juga :  Realisasi Melebihi Target

Dokter lulusan Universitas Brawijaya (UB) Malang ini mengatakan, pertunjukan seni juga boleh digelar. Syaratnya hanya boleh mendatangkan peserta maksimal 25 persen dari kuota tempat. Jam hadir diatur secara bergantian agar tanpa kerumunan. Untuk resepsi hajatan atau pertemuan lain pelaksanaannya diatur dengan pembatasan jumlah yang diundang. ‘’Tetap wajib mengantongi izin satgas covid setempat,’’ tegasnya.

Sementara itu, keyakinan tim Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban yang mengklaim Tuban sudah zona kuning ternyata benar. Selasa (23/3) malam, Pemprov Jawa Timur mengunggah status terbaru Tuban menjadi zona kuning. Update dari pemprov tersebut terlambat dua hari dari Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) yang lebih dulu memastikan Tuban berstatus zona kuning sejak Minggu (21/3).

Baca Juga :  Mirza Ali Masuk Radar Tim Sembilan
- Advertisement -

Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban tadi malam juga melaporkan update perkembangan terbaru kasus covid. Kemarin, pasien positif baru hanya tercatat satu pasien. Di sisi lain, jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia masih belum berhenti. Jumlahnya dua pasien. Kondisi ini menambah panjang daftar pasien positif yang meninggal dunia. Totalnya 368 pasien.

Sementara jumlah kumulatif pasien positif mencapai 3.353 orang berbanding kasus sembuh 2.943 orang. Kepala Dinkes Tuban Bambang Priyo Utomo mengatakan, sampai saat ini yang masih belum bisa dikendalikan adalah jumlah pasien positif yang meninggal dunia. ‘’Sulit sekali mengendalikannya. Sampai sekarang masih terus muncul,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Desak Pengerjaan Median Jalan

Belajar Investasi

Artikel Terbaru


/