alexametrics
24 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Bupati Fathul Huda Jamin Kerahasiaan Soal Tes Perangkat Desa

Radar Tuban – Bupati Tuban Fathul Huda memastikan, seluruh tahapan seleksi calon perangkat desa berjalan fair. Mulai dari pendaftaran hingga pelaksanaan tes tulis yang berlangsung kemarin (24/3). Bupati menegaskan, rangkaian seleksi perangkat desa dilaksanakan secara ketat. Termasuk dalam proses pembuatan soal. Benar benar dijamin kerahasiaannya. Seluruh tim yang terlibat dalam penyusun naskah wajib menjalani karantina di rumah dinas bupati, kompleks Pendapa Krida Manunggal.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, mereka yang ditunjuk menjadi tim penyusun soal baru menyadari saat memenuhi undangan bupati di pen dapa atau beberapa jam sebelum penyusunan soal dimulai. Setelah tim yang ditunjuk siap, mereka langsung menjalani karantina selama 3 hari 3 malam. Bagi yang tidak siap dikarantina, dicarikan pengganti.

‘’Jadi, mereka yang kami tunjuk menjadi tim penyusun soal, awalnya juga tidak menyadari. Dan, setiap tahun tim penyusun soal selalu berbeda. Sehingga benar-benar rahasia. Tidak ada yang tahu,’’ tuturnya usai memimpin langsung pendistribusian naskah soal dari pendapa kemarin.

Baca Juga :  Pangdam V Brawijaya Resmikan Koramil Grabagan

Selama menjalani karantina, seluruh perangkat komunikasi dengan dunia luar, disita. Termasuk jaringan internet di kompleks pendapa juga dimatikan total. Penjagaan dari aparat kepolisian dan satpol PP juga diperketat. ‘’Tim penyusun soal hanya kami perbolehkan membawa baju ganti. Seluruh refrensi buku yang dibutuhkan untuk menyusun soal sudah kami siapkan di dalam. Sehingga, benar-benar steril,’’ tegasnya.

Semua itu, lanjut bupati, dijalankan untuk benar-benar menjaga kerahasiaan soal. Sejak awal, bupati sudah menyampaikan kepada masyarakat agar tidak percaya jika ada orang yang memiliki bocoran soal maupun jawaban. Termasuk pendistribusian soal hingga pelaksanaan tes yang berlangsung kemarin, juga dikawal dan diawasi ketat.

Bupati meyakini, dengan proses yang sangat ketat tersebut sangat kecil kemungkinan terjadi kebocoran naskah maupun kunci jawaban. ‘’Soal teknis di lapangan, juga kami awasi secara ketat. Termasuk koreksi soal, juga dilakukan secara transparan dan disaksikan langsung oleh peserta,’’ ujarnya.

Baca Juga :  LPI BAS Tuban Gelar Parenting Online

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa dan Keluarga Berencana (Dispemaspemdes KB) Tuban Nurjanah, SH.,MM. mengatakan, soal yang diujikan mencakup lima bidang. Yakni, bidang pemerintah desa, pengetahuan umum, agama, bahasa Indonesia, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Soal yang diujikan juga sudah melalui proses quality control yang sangat ketat. ‘’Karena rata-rata tingkat pendidikan SMA, maka soal yang diujikan juga menyesuaikan tingkat pendidikan peserta,’’ tuturnya.

Lebih lanjut Nurjanah menyampaikan, karena pelaksanaan tes masih dalam masa pandemi, seluruh tahapan benar-benar menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Perlu diketahui, Pemkab Tuban merupakan pihak ketiga yang menyusun naskah soal tes perangkat desa. Itu pun atas permohonan pemerintah desa.

Radar Tuban – Bupati Tuban Fathul Huda memastikan, seluruh tahapan seleksi calon perangkat desa berjalan fair. Mulai dari pendaftaran hingga pelaksanaan tes tulis yang berlangsung kemarin (24/3). Bupati menegaskan, rangkaian seleksi perangkat desa dilaksanakan secara ketat. Termasuk dalam proses pembuatan soal. Benar benar dijamin kerahasiaannya. Seluruh tim yang terlibat dalam penyusun naskah wajib menjalani karantina di rumah dinas bupati, kompleks Pendapa Krida Manunggal.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, mereka yang ditunjuk menjadi tim penyusun soal baru menyadari saat memenuhi undangan bupati di pen dapa atau beberapa jam sebelum penyusunan soal dimulai. Setelah tim yang ditunjuk siap, mereka langsung menjalani karantina selama 3 hari 3 malam. Bagi yang tidak siap dikarantina, dicarikan pengganti.

‘’Jadi, mereka yang kami tunjuk menjadi tim penyusun soal, awalnya juga tidak menyadari. Dan, setiap tahun tim penyusun soal selalu berbeda. Sehingga benar-benar rahasia. Tidak ada yang tahu,’’ tuturnya usai memimpin langsung pendistribusian naskah soal dari pendapa kemarin.

Baca Juga :  Prestasi Sekolah Pengaruhi Kepercayaan Siswa Pendaftar PPDB

Selama menjalani karantina, seluruh perangkat komunikasi dengan dunia luar, disita. Termasuk jaringan internet di kompleks pendapa juga dimatikan total. Penjagaan dari aparat kepolisian dan satpol PP juga diperketat. ‘’Tim penyusun soal hanya kami perbolehkan membawa baju ganti. Seluruh refrensi buku yang dibutuhkan untuk menyusun soal sudah kami siapkan di dalam. Sehingga, benar-benar steril,’’ tegasnya.

Semua itu, lanjut bupati, dijalankan untuk benar-benar menjaga kerahasiaan soal. Sejak awal, bupati sudah menyampaikan kepada masyarakat agar tidak percaya jika ada orang yang memiliki bocoran soal maupun jawaban. Termasuk pendistribusian soal hingga pelaksanaan tes yang berlangsung kemarin, juga dikawal dan diawasi ketat.

Bupati meyakini, dengan proses yang sangat ketat tersebut sangat kecil kemungkinan terjadi kebocoran naskah maupun kunci jawaban. ‘’Soal teknis di lapangan, juga kami awasi secara ketat. Termasuk koreksi soal, juga dilakukan secara transparan dan disaksikan langsung oleh peserta,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Haji - Umrah Terancam Ditiadakan Lagi

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa dan Keluarga Berencana (Dispemaspemdes KB) Tuban Nurjanah, SH.,MM. mengatakan, soal yang diujikan mencakup lima bidang. Yakni, bidang pemerintah desa, pengetahuan umum, agama, bahasa Indonesia, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Soal yang diujikan juga sudah melalui proses quality control yang sangat ketat. ‘’Karena rata-rata tingkat pendidikan SMA, maka soal yang diujikan juga menyesuaikan tingkat pendidikan peserta,’’ tuturnya.

Lebih lanjut Nurjanah menyampaikan, karena pelaksanaan tes masih dalam masa pandemi, seluruh tahapan benar-benar menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Perlu diketahui, Pemkab Tuban merupakan pihak ketiga yang menyusun naskah soal tes perangkat desa. Itu pun atas permohonan pemerintah desa.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/