alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Mulai Hari Ini, Kantin Belum Boleh Buka

PAUD, SD, Dan SMP Akhirnya PTM 50 Persen

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Setelah level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berubah level 3, dinas pendidikan (disdik) segera mengubah skema pembelajaran tatap muka (PTM). Sesuai dengan SKB empat menteri berdasar level PPKM, PTM menjadi 50 persen mulai hari ini (25/2). Juga hanya empat jam pelajaran setiap hari.

 

Sekretaris Disdik Bojonegoro Suyanto mengatakan, PTM diubah menjadi 50 persen setelah sebelumnya berlangsung PTM penuh sejak 29 Januari lalu. Perubahan terjadi karena Bojonegoro masuk PPKM level 3.

 

Suyanto menjelaskan, PTM digelar setiap hari secara bergantian dengan jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas. Serta lama belajar maksimal empat jam pelajaran setiap harinya.

 

“Tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketika di dalam kelas,” jelasnya kemarin (24/2).

Baca Juga :  Belum Pulih, Pembatasan Wisata Masih Berlaku

 

Kantin di lingkungan sekolah belum boleh dibuka. Sedangkan, kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler diwajibkan menggunakan prokes. Baik ketika dilaksanakan di dalam maupun luar ruangan.

 

Sekolah diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat dan disdik ketika ada warga sekolah terkonfirmasi Covid-19. Juga perlu memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi booster bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK).

 

Menurut Suyanto, PTM 50 persen diberlakukan sesuai dengan kondisi pandemi korona. Sempai nantinya ada penetapan level PPKM terbaru.

 

Terkait jumlah sekolah yang terpapar virus Covid-19, pihaknya mengaku hingga saat ini masih ada laporan masuk. Namun belum sempat dilakukan rekapitulasi.

 

Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad mengatakan, terkait banyak sekolah yang terpapar harus merujuk pada kebijakan pemerintah. Pemerintah sudah memiliki asesmen sendiri hal harus dilakukan.

Baca Juga :  Terjadi Lonjakan Kasus DBD

 

“Kami hanya menyarankan,” terangnya.

 

Muhammad menjelaskan, PPKM level 3 karena ada bebarapa penilaian kategori dari asesmen. Dan Bojonegoro tinggi di segi isolasi terpusat (isoter) atau pasien dirawat.

 

“Bukan dirawat ICU, namun warga ibu hamil yang tidak memungkinkan isolasi mandiri,” terangnya.

 

Menurut Kapolres dilihat dari capaian vaksinasi seharusnya PPKM level 2. Capaian vaksinasi booster saat ini 34 persen. Dan sedang fokus melakukan vaksinasi dosis kedua untuk warga usia lanjut.

 

“Terakhir 54 persen, akselerasi capaian dengan vaksinasi door to door,” jelasnya. (irv/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Setelah level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berubah level 3, dinas pendidikan (disdik) segera mengubah skema pembelajaran tatap muka (PTM). Sesuai dengan SKB empat menteri berdasar level PPKM, PTM menjadi 50 persen mulai hari ini (25/2). Juga hanya empat jam pelajaran setiap hari.

 

Sekretaris Disdik Bojonegoro Suyanto mengatakan, PTM diubah menjadi 50 persen setelah sebelumnya berlangsung PTM penuh sejak 29 Januari lalu. Perubahan terjadi karena Bojonegoro masuk PPKM level 3.

 

Suyanto menjelaskan, PTM digelar setiap hari secara bergantian dengan jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas. Serta lama belajar maksimal empat jam pelajaran setiap harinya.

 

“Tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketika di dalam kelas,” jelasnya kemarin (24/2).

Baca Juga :  Belum Pulih, Pembatasan Wisata Masih Berlaku

 

Kantin di lingkungan sekolah belum boleh dibuka. Sedangkan, kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler diwajibkan menggunakan prokes. Baik ketika dilaksanakan di dalam maupun luar ruangan.

 

Sekolah diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat dan disdik ketika ada warga sekolah terkonfirmasi Covid-19. Juga perlu memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi booster bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK).

 

Menurut Suyanto, PTM 50 persen diberlakukan sesuai dengan kondisi pandemi korona. Sempai nantinya ada penetapan level PPKM terbaru.

 

Terkait jumlah sekolah yang terpapar virus Covid-19, pihaknya mengaku hingga saat ini masih ada laporan masuk. Namun belum sempat dilakukan rekapitulasi.

 

Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad mengatakan, terkait banyak sekolah yang terpapar harus merujuk pada kebijakan pemerintah. Pemerintah sudah memiliki asesmen sendiri hal harus dilakukan.

Baca Juga :  Digocek Bola, Sudah Jatuh Tertimpa Mafia

 

“Kami hanya menyarankan,” terangnya.

 

Muhammad menjelaskan, PPKM level 3 karena ada bebarapa penilaian kategori dari asesmen. Dan Bojonegoro tinggi di segi isolasi terpusat (isoter) atau pasien dirawat.

 

“Bukan dirawat ICU, namun warga ibu hamil yang tidak memungkinkan isolasi mandiri,” terangnya.

 

Menurut Kapolres dilihat dari capaian vaksinasi seharusnya PPKM level 2. Capaian vaksinasi booster saat ini 34 persen. Dan sedang fokus melakukan vaksinasi dosis kedua untuk warga usia lanjut.

 

“Terakhir 54 persen, akselerasi capaian dengan vaksinasi door to door,” jelasnya. (irv/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Ingatkan ASN Bolos Usai Cuti

Bersaing hingga Babak Akhir

Gagal Menang di Kandang

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/