alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Lahan Pertanian Menurun, Produksi Beras Turun

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Luas lahan pertanian setiap tahun terus menurun, khususnya lahan padi. Terdapat indikasi berkurangnya luas lahan pertanian dari 2020 dibanding 2021. Dan berkurangnya luas lahan berdampak menurunnya produksi padi. Selain pengaruh dari hama, juga banjir.

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Zaenal Fanani mengatakan, terdapat indikasi penurunan luas lahan pertanian. Penghitungan kembali lahan sudah dilakukan. “Datanya di kantor,” ungkapnya kemarin (23/1).

Zaenal mengaku masih perlu mengkaji dan menganalisis hasil penghitungan luas lahan pertanian. Juga memverifikasi lahan di daerah mengalami penurunan. Sehingga bisa mengetahui faktor-faktor penyebabnya. “Perlu pendalaman lagi,” jelasnya.

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura DKPP Imam Nur Hamid Arifin menambahkan, informasi sementara terdapat penurunan jumlah produksi padi. Namun, data resmi dari statistik masih belum keluar. “Semoga bulan depan sudah keluar datanya. Infonya seperti itu (penurunan produksi padi), tapi masih data asem (angka sementara),” jelasnya.

Baca Juga :  Tak Dilengkapi Helm, Seragam, dan Sepatu Bot

Penyebab penurunan produksi padi, menurut Imam, diperkirakan karena hama atau penyakit, kekeringan, hingga banjir. Juga penurunan luas lahan pertanian karena alih fungsi. Meski mengalami penurunan, namun jumlah produksi padi untuk Bojonegoro masih bisa diunggulkan.  

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim tentang Analisis Data Beras Jatim 2019 hingga 2021, luas panen padi di Bojonegoro 2021 mengalami penurunan dari 2020. Penurunan luas mencapai 1.065,81 hektare. Dari luas panen 2020, mencapai 135.635,02 hektare menjadi 134.569,21 haktare pada 2021. 

Berdasar BPS Jatim, penurunan karena meningkatnya luas tanaman padi yang puso. Juga petani memilih sementara tidak menanam padi. Baik beralih ke tanaman lain atau membiarkan lahan tidak ditanami padi.

Baca Juga :  Harga Bahan Baku Kian Tinggi, Produsen Tahu Sulit Satu Suara

Penurunan luas panen padi berpengaruh pada produksi beras yang menurun. Di Bojonegoro penurunan produksi padi pada 2021 sekitar 38.831,12 ton dibanding 2020. Pada 2020 produksi padi mencapai 728.915,12 ton, sedangkan 2021 hanya 690.084 ton.

Penurunan produksi padi di Bojonegoro menjadi tertinggi kedua di bawah Lamongan mencapai 81.237,96 ton. Penyebabnya diperkirakan karena hama dan kelangkaan pupuk bersubsidi. (irv)

Penurunan Luas Sawah 

2020 135.635,02 hektare 

2021 134.569,21 haktare 

Menurun sekitar 1.065,81 hektare. 

Penurunan Produksi Padi 

2020 728.915,12 ton

2021 690.084 ton.

Menurun sekitar 38.831,12 ton.

* Data BPS Jatim tentang Analisis Data Beras 2019-2021

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Luas lahan pertanian setiap tahun terus menurun, khususnya lahan padi. Terdapat indikasi berkurangnya luas lahan pertanian dari 2020 dibanding 2021. Dan berkurangnya luas lahan berdampak menurunnya produksi padi. Selain pengaruh dari hama, juga banjir.

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Zaenal Fanani mengatakan, terdapat indikasi penurunan luas lahan pertanian. Penghitungan kembali lahan sudah dilakukan. “Datanya di kantor,” ungkapnya kemarin (23/1).

Zaenal mengaku masih perlu mengkaji dan menganalisis hasil penghitungan luas lahan pertanian. Juga memverifikasi lahan di daerah mengalami penurunan. Sehingga bisa mengetahui faktor-faktor penyebabnya. “Perlu pendalaman lagi,” jelasnya.

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura DKPP Imam Nur Hamid Arifin menambahkan, informasi sementara terdapat penurunan jumlah produksi padi. Namun, data resmi dari statistik masih belum keluar. “Semoga bulan depan sudah keluar datanya. Infonya seperti itu (penurunan produksi padi), tapi masih data asem (angka sementara),” jelasnya.

Baca Juga :  Beberapa SD Nebeng ANBK ke Sekolah Lain

Penyebab penurunan produksi padi, menurut Imam, diperkirakan karena hama atau penyakit, kekeringan, hingga banjir. Juga penurunan luas lahan pertanian karena alih fungsi. Meski mengalami penurunan, namun jumlah produksi padi untuk Bojonegoro masih bisa diunggulkan.  

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim tentang Analisis Data Beras Jatim 2019 hingga 2021, luas panen padi di Bojonegoro 2021 mengalami penurunan dari 2020. Penurunan luas mencapai 1.065,81 hektare. Dari luas panen 2020, mencapai 135.635,02 hektare menjadi 134.569,21 haktare pada 2021. 

Berdasar BPS Jatim, penurunan karena meningkatnya luas tanaman padi yang puso. Juga petani memilih sementara tidak menanam padi. Baik beralih ke tanaman lain atau membiarkan lahan tidak ditanami padi.

Baca Juga :  Wisata Desa di Bojonegoro Menuai Keuntungan

Penurunan luas panen padi berpengaruh pada produksi beras yang menurun. Di Bojonegoro penurunan produksi padi pada 2021 sekitar 38.831,12 ton dibanding 2020. Pada 2020 produksi padi mencapai 728.915,12 ton, sedangkan 2021 hanya 690.084 ton.

Penurunan produksi padi di Bojonegoro menjadi tertinggi kedua di bawah Lamongan mencapai 81.237,96 ton. Penyebabnya diperkirakan karena hama dan kelangkaan pupuk bersubsidi. (irv)

Penurunan Luas Sawah 

2020 135.635,02 hektare 

2021 134.569,21 haktare 

Menurun sekitar 1.065,81 hektare. 

Penurunan Produksi Padi 

2020 728.915,12 ton

2021 690.084 ton.

Menurun sekitar 38.831,12 ton.

* Data BPS Jatim tentang Analisis Data Beras 2019-2021

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/