alexametrics
27.3 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Bupati Terpilih Segera Sinkronkan Program

Radar Tuban – Pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilkada Tuban 2020 masih cukup lama. Kurang lebih sekitar lima bulan kedepan. Pada rentang waktu yang cukup panjang tersebut, bupati terpilih Aditya Halindra Faridzky akan mulai melakukan sinkronisasi gagasan dan misinya sebagai kepala daerah terpilih dengan program Pemkab Tuban.

“Kita masih ada waktu sekitar lima bulan (sebelum dilantik, Red). Pada masa transisi ini kami akan berkomunikasi dengan parpol-parpol dan dinasdinas untuk segera mensinkronkan program-program kami,” kata Lindra, sapaan akrabnya usai ditetapkan sebagai bupati terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuban.

Bupati terpilih dengan perolehan suara 60 persen ini menyatakan, upaya transisi kepemimpinan untuk menyelaraskan program itu akan dieksekusi sendiri. Tanpa melibatkan tim transisi. “Yang akan turun tangan langsung (untuk melakukan sinkronisasi program, Red) bupati dan wakil bupatinya langsung. Tidak ada tim-tim yang lain,” terang bupati terpilih termuda dalam sejarah Pilkada Tuban tersebut.

Baca Juga :  Wisata Bisa Bernapas Tahun Depan

Ditegaskan Lindra, pilihan un tuk tidak membentuk tim transisi itu karena ingin langsung menjalin komunikasi secara intens dan lebih dekat dengan jajaran pejabat yang ada di pemerintahan, termasuk para politisi parpol. “Jadi, tidak ada tim khusus,” tuturnya bahwa proses sinkronisasi dan komunikasi itu akan langsung dihandel sendiri.

Disinggung soal pola sinkronisasi yang akan dilakukan, Lindra menyatakan, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk melakukan komunikasi. Bisa formal maupun nonformal. “Yang penting kita bisa berkomunikasi dan bertatap muka (dengan jajaran pejabat terkait, Red) untuk mensinkronkan apa yang menjadi program kami, dan apa yang sudah dikerjakan oleh pemerintah sebelumnya,” paparnya.

Apakah sudah ada jadwal atau agenda untuk menjalin komunikasi dengan bupati Fathul Huda dalam mensinkronkan gagasan dan program yang menjadi misi pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih nomor urut 2?

Baca Juga :  Operasi Katarak Gratis Sepanjang Tahun di RSNU Tuban

“Kita masih melihat kondisi dan waktu (untuk menyesuaikan jadwal bertemu, Red), karena beliau (bupati Fathul Huda, Red) masih sibuk dengan kegiatan-kegiatan yang padat. Kalau nanti ada waktu kosong, kita berkomunikasi,” tandasnya.

Ditegaskan bupati terpilih yang masih jejaka tersebut, upaya sinkronisasi itu penting dilakukan karena pelantikan bupati terpilih masih cukup lama. Sehingga, dibutuhkan sinkronisasi program saat perubahan anggaran atau P-APBD. Dengan begitu, setelah dilantik nanti bisa segera mengek sekusi program-programnya yang terangkum dalam visimisinya saat mencalonkan bupati.

Radar Tuban – Pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilkada Tuban 2020 masih cukup lama. Kurang lebih sekitar lima bulan kedepan. Pada rentang waktu yang cukup panjang tersebut, bupati terpilih Aditya Halindra Faridzky akan mulai melakukan sinkronisasi gagasan dan misinya sebagai kepala daerah terpilih dengan program Pemkab Tuban.

“Kita masih ada waktu sekitar lima bulan (sebelum dilantik, Red). Pada masa transisi ini kami akan berkomunikasi dengan parpol-parpol dan dinasdinas untuk segera mensinkronkan program-program kami,” kata Lindra, sapaan akrabnya usai ditetapkan sebagai bupati terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuban.

Bupati terpilih dengan perolehan suara 60 persen ini menyatakan, upaya transisi kepemimpinan untuk menyelaraskan program itu akan dieksekusi sendiri. Tanpa melibatkan tim transisi. “Yang akan turun tangan langsung (untuk melakukan sinkronisasi program, Red) bupati dan wakil bupatinya langsung. Tidak ada tim-tim yang lain,” terang bupati terpilih termuda dalam sejarah Pilkada Tuban tersebut.

Baca Juga :  SMPN 1 Tuban Borong Prestasi Hardiknas 2021

Ditegaskan Lindra, pilihan un tuk tidak membentuk tim transisi itu karena ingin langsung menjalin komunikasi secara intens dan lebih dekat dengan jajaran pejabat yang ada di pemerintahan, termasuk para politisi parpol. “Jadi, tidak ada tim khusus,” tuturnya bahwa proses sinkronisasi dan komunikasi itu akan langsung dihandel sendiri.

Disinggung soal pola sinkronisasi yang akan dilakukan, Lindra menyatakan, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk melakukan komunikasi. Bisa formal maupun nonformal. “Yang penting kita bisa berkomunikasi dan bertatap muka (dengan jajaran pejabat terkait, Red) untuk mensinkronkan apa yang menjadi program kami, dan apa yang sudah dikerjakan oleh pemerintah sebelumnya,” paparnya.

Apakah sudah ada jadwal atau agenda untuk menjalin komunikasi dengan bupati Fathul Huda dalam mensinkronkan gagasan dan program yang menjadi misi pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih nomor urut 2?

Baca Juga :  Tiga SMAN Pagu Belum Terpenuhi

“Kita masih melihat kondisi dan waktu (untuk menyesuaikan jadwal bertemu, Red), karena beliau (bupati Fathul Huda, Red) masih sibuk dengan kegiatan-kegiatan yang padat. Kalau nanti ada waktu kosong, kita berkomunikasi,” tandasnya.

Ditegaskan bupati terpilih yang masih jejaka tersebut, upaya sinkronisasi itu penting dilakukan karena pelantikan bupati terpilih masih cukup lama. Sehingga, dibutuhkan sinkronisasi program saat perubahan anggaran atau P-APBD. Dengan begitu, setelah dilantik nanti bisa segera mengek sekusi program-programnya yang terangkum dalam visimisinya saat mencalonkan bupati.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/