alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Banjir di Jalan Nasional, Dampak Nyata Kerusakan Alam

Radar Tuban – Sudah tak terhitung berapa kali desa-desa di Tuban tergenang air. Hujan sedikit saja, selalu ada kabar wilayah yang lebih rendah langsung banjir. Seharusnya hal ini cukup jadi peringatan dampak kerusakan alam yang semakin nyata.

Hutan sudah banyak yang gundul dan tak lagi bisa menampung air dari langit. Hujan kemarin (24/1) misalnya. Meskipun intensitas hujan tak terlalu deras, terjangan banjir terlihat merata hampir di seluruh wilayah. Antara lain Desa Sumber agung Kecamatan Plumpang, Desa Siding Keca matan Bancar, Desa Trantang Kecamatan Kerek, Desa Tuwiri Wetan Kecamatan Merakurak, Desa Sumurgung Kecamatan Tuban, dan Desa/Kecamatan Semanding.

Meskipun hanya lewat, genangan air cukup meresah kan. Air kiriman dari dataran yang lebih tinggi itu selalu meninggalkan lumpur dan sejumlah sampah di jalan maupun di sekitar pemukiman warga. “Tiap hujan, banjir selalu menggenang dua hingga tiga jam dan meninggalkan lumpur di jalanan,” kata Ahmad Mundhir, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang.

Baca Juga :  Latihan Mandiri

Kepala BPBD Tuban Yudi Irwanto menjelaskan banjir yang terjadi belakangan meru pakan kiriman dari dataran tinggi. Dia memetakan banjir di sekitar Kecamatan Semanding dan Plumpang sebagian merupakan kiriman dari dataran tinggi di Desa Ngino, Kecamatan Semanding.

Untuk banjir di Kecamatan Merakurak dan Kecamatan Kerek meru pakan kiriman dari Kecamatan Montong. “Biasanya diperparah dengan hujan lokal intensitas lama,” ungkap dia. Mantan Kabag Umum Setda Tuban ini memperingatkan dampak kerusakan alam yang semakin nyata.

Dataran tinggi yang hutannya gundul karena penebangan dan penambangan liar membuat air hujan tak lagi tertampung. Sehingga air hujan sering menggenangi dataran yang lebih rendah. “Kami sudah sering koordinasi dengan in stansi terkait untuk mencari solusi ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Harmonisasi dan Kekompakan PKB-NU Terjaga

Radar Tuban – Sudah tak terhitung berapa kali desa-desa di Tuban tergenang air. Hujan sedikit saja, selalu ada kabar wilayah yang lebih rendah langsung banjir. Seharusnya hal ini cukup jadi peringatan dampak kerusakan alam yang semakin nyata.

Hutan sudah banyak yang gundul dan tak lagi bisa menampung air dari langit. Hujan kemarin (24/1) misalnya. Meskipun intensitas hujan tak terlalu deras, terjangan banjir terlihat merata hampir di seluruh wilayah. Antara lain Desa Sumber agung Kecamatan Plumpang, Desa Siding Keca matan Bancar, Desa Trantang Kecamatan Kerek, Desa Tuwiri Wetan Kecamatan Merakurak, Desa Sumurgung Kecamatan Tuban, dan Desa/Kecamatan Semanding.

Meskipun hanya lewat, genangan air cukup meresah kan. Air kiriman dari dataran yang lebih tinggi itu selalu meninggalkan lumpur dan sejumlah sampah di jalan maupun di sekitar pemukiman warga. “Tiap hujan, banjir selalu menggenang dua hingga tiga jam dan meninggalkan lumpur di jalanan,” kata Ahmad Mundhir, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang.

Baca Juga :  SMA-SMK Mulai Aktifkan Ekstrakurikuler

Kepala BPBD Tuban Yudi Irwanto menjelaskan banjir yang terjadi belakangan meru pakan kiriman dari dataran tinggi. Dia memetakan banjir di sekitar Kecamatan Semanding dan Plumpang sebagian merupakan kiriman dari dataran tinggi di Desa Ngino, Kecamatan Semanding.

Untuk banjir di Kecamatan Merakurak dan Kecamatan Kerek meru pakan kiriman dari Kecamatan Montong. “Biasanya diperparah dengan hujan lokal intensitas lama,” ungkap dia. Mantan Kabag Umum Setda Tuban ini memperingatkan dampak kerusakan alam yang semakin nyata.

Dataran tinggi yang hutannya gundul karena penebangan dan penambangan liar membuat air hujan tak lagi tertampung. Sehingga air hujan sering menggenangi dataran yang lebih rendah. “Kami sudah sering koordinasi dengan in stansi terkait untuk mencari solusi ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Antarkan Siswa Berkepribadian Muslim & Berprestasi Optimal

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/