alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Siap Cetak Nakes Berdaya Saing Internasional

INSTITUT Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban berkomitmen mencetak lulusan berkualitas dan berdaya saing tinggi. Setiap tahun, perguruan tinggi kesehatan ternama di Bumi Wali ini melahirkan lulusan terbaiknya sarjana keperawatan, kebidanan, dan profresi ners.
Kemarin (23/11), untuk kali pertama IIKNU mewisuda 153 mahasiswa dan melantik lulusannya di Aula Kampus C IIKNU. Mereka terdiri dari 31 mahasiswa prodi D-3 kebidanan dan 122 mahasiswa program studi profesi ners program sarjana keperawatan.
Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat dan dilengkapi dengan sistem aplikasi PeduliLindungi.
Adalah Ketua Senat IIKNU Tuban Ir. H. Noor Nahar Hussein, M. Si, Rektor IIKNU  Tuban Dr. H. Miftahul Munir, SKM, M. Kes, DIE bersama jajaran senat yang mewisuda dan menyerahkan ijazah.
Acara wisuda tersebut mengundang Rois Syuriah PCNU Tuban KH Cholilurrahman bersama ketua tim pendiri IIKNU Tuban KH Fathul Huda serta Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Ir Suprapto, DEA. Selain itu acara tersebut juga diikuti secara daring oleh perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta tamu undangan. Rektor IIKNU Tuban Dr. H. Miftahul Munir, SKM, M. Kes, DIE menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan wisuda perdana ini. Dia menyampaikan, wisuda kali ini berbeda dengan sebelumnya. Karena wisuda kali ini merupakan wisuda perdana sejak beralih statusnya STIKES NU menjadi IIKNU pada Maret lalu.
Munir menyampaikan, IIKNU Tuban sejak dulu telah berkomitmen untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dan mampu mencetak lulusan tenaga kesehatan yang andal dan mempunyai daya saing hingga internasional. Munir juga bersyukur dalam tiga tahun terakhir ini lulusan dari kampusnya banyak dibutuhkan di luar negri. Mereka diterima kerja di negara-negara Arab untuk menjadi tenaga kesehatan. Terutamanya rumah sakit Qatar, Kuwait, dan Arab Saudi. ‘’Alhamdulillah, setiap tahun lulusan IIKNU Tuban selalu diberi kepercayaan untuk menjadi tenaga medis di rumah sakit negara Arab dan Qatar. Ini menunjukkan lulusan IIKNU Tuban mempunyai kualitas daya saing hingga internasional,’’ tutur pria yang juga ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Tuban itu.
Dalam wawancara, Munir mengemukakan, tahun ini IIKNU Tuban menandatangani kerja sama dengan universitas ternama National Taiwan University of Science and Technology. ”IIKNU telah lama dipercaya sebagai tim utama penyalur tenaga kesehatan ke luar negeri melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia(BNP2TKI),” ujarnya bangga.
Dengan mempertahankan dan mengembangkan kerja sama dengan perguruan tinggi di dalam negeri maupun di luar negeri, Munir berharap lulusan IIKNU tetap diakui dan mempunyai daya saing internasional. Dengan demikian, banyak lulusannya yang diterima sebagai tenaga medis di Emirat Arab dan Qatar.
Lebih lanjut Munir menyampaikan, IIKNU juga memiliki lembaga karir yang berfungsi memfasilitasi alumninya yang membutuhkan kerja.
Seiring tuntutan masyarakat terhadap pelayanan dan kualitas pendidikan di Tuban, kata dia, IIKNU Tuban berupaya untuk meningkatkan jumlah prodi dan jumlah tenaga keperawatan.
Itu dibuktikan dengan turunnya surat keputusan (SK) tahun 2018 untuk pendirian prodi gizi dan SK tahun 2020 untuk prodi sarjana dan profesi bidan. Kemudian di tahun yang sama turun SK prodi administrasi kesehatan. ”Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan sumbangsih kepada kami. Terutama kepada Kemenristek Dikti melalui Lembaga Layanan Perguruan Tinggi Wilayah VII,” ujarnya.
Lebih lanjut Munir  menyampaikan, IIKNU Tuban sejak dulu berkomitmen untuk mendirikan institut yang unggul. Dan, belum setahun IIKNU berdiri sudah banyak alumni terbaiknya berkecimpung di bidang kesehatan. Karena itu, IIKNU Tuban tidak pernah berhenti untuk mengembangkan diri mulai menambah jumlah prodi, pengajar, serta memberikan fasilitas-fasilitas terbaik kepada mahasiswa.
Meski dua tahun terakhir dihadapkan pada pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda, pembelajaran dilakukan secara luring dan daring. Institut ini juga mengembangkan pembelajaran program-program pelatihan yang tidak pernah terhenti, baik untuk para dosen maupun para mahasiswa.
Tak kalah pentingnya, lanjut Munir, IIKNU gencar melakukan kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi karena menjadi nyawa pergurun ini, mulai dari mahasiswa, dosen, dan sivitas akademikanya.
Wisuda kali ini dibagi mendadi tiga gelombang. Gelombang pertama, Selasa (23/11) hari ini dan gelombang dua Rabu (24/22) dan 18 Desember gelombang ketiga.
”Kita menaati peraturaan protokol kesehatan. Karena itu, wisuda diikuti secara luring dan daring. Sebagai insan kesehatan, kita harus menjadi contoh dengan mengikui protokol kesehatan,” tandas Munir.
KH Fathul Huda, ketua tim pendiri IIKNU Tuban mengatakan, meski wisuda perdana, dipastikan kualitas lulusannya tidak perdana. Dia meyakini itu karena ketika berstatus STIKES NU, banyak prestasi yang diraih. Salah satunya dengan mengantar para kadernya ke luar negeri. ”Ini yang patut diapresiasi,” tegasnya.
Kepada para wisudawan, mustasyar PCNU Tuban ini berharap ilmunya barokah dan manfaat. Untuk mendapatkan ilmu yang barokah-manfaat, kata dia, para alumni harus selalu mengenang jasa orang tuanya dan para guru. ”Menjadi apa pun, mereka tidak boleh lupa,” tegasnya. (rif)

Baca Juga :  Hadirkan Konsep Kekinian, Menjunjung Tinggi Kearifan Lokal

INSTITUT Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban berkomitmen mencetak lulusan berkualitas dan berdaya saing tinggi. Setiap tahun, perguruan tinggi kesehatan ternama di Bumi Wali ini melahirkan lulusan terbaiknya sarjana keperawatan, kebidanan, dan profresi ners.
Kemarin (23/11), untuk kali pertama IIKNU mewisuda 153 mahasiswa dan melantik lulusannya di Aula Kampus C IIKNU. Mereka terdiri dari 31 mahasiswa prodi D-3 kebidanan dan 122 mahasiswa program studi profesi ners program sarjana keperawatan.
Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat dan dilengkapi dengan sistem aplikasi PeduliLindungi.
Adalah Ketua Senat IIKNU Tuban Ir. H. Noor Nahar Hussein, M. Si, Rektor IIKNU  Tuban Dr. H. Miftahul Munir, SKM, M. Kes, DIE bersama jajaran senat yang mewisuda dan menyerahkan ijazah.
Acara wisuda tersebut mengundang Rois Syuriah PCNU Tuban KH Cholilurrahman bersama ketua tim pendiri IIKNU Tuban KH Fathul Huda serta Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Ir Suprapto, DEA. Selain itu acara tersebut juga diikuti secara daring oleh perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta tamu undangan. Rektor IIKNU Tuban Dr. H. Miftahul Munir, SKM, M. Kes, DIE menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan wisuda perdana ini. Dia menyampaikan, wisuda kali ini berbeda dengan sebelumnya. Karena wisuda kali ini merupakan wisuda perdana sejak beralih statusnya STIKES NU menjadi IIKNU pada Maret lalu.
Munir menyampaikan, IIKNU Tuban sejak dulu telah berkomitmen untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dan mampu mencetak lulusan tenaga kesehatan yang andal dan mempunyai daya saing hingga internasional. Munir juga bersyukur dalam tiga tahun terakhir ini lulusan dari kampusnya banyak dibutuhkan di luar negri. Mereka diterima kerja di negara-negara Arab untuk menjadi tenaga kesehatan. Terutamanya rumah sakit Qatar, Kuwait, dan Arab Saudi. ‘’Alhamdulillah, setiap tahun lulusan IIKNU Tuban selalu diberi kepercayaan untuk menjadi tenaga medis di rumah sakit negara Arab dan Qatar. Ini menunjukkan lulusan IIKNU Tuban mempunyai kualitas daya saing hingga internasional,’’ tutur pria yang juga ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Tuban itu.
Dalam wawancara, Munir mengemukakan, tahun ini IIKNU Tuban menandatangani kerja sama dengan universitas ternama National Taiwan University of Science and Technology. ”IIKNU telah lama dipercaya sebagai tim utama penyalur tenaga kesehatan ke luar negeri melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia(BNP2TKI),” ujarnya bangga.
Dengan mempertahankan dan mengembangkan kerja sama dengan perguruan tinggi di dalam negeri maupun di luar negeri, Munir berharap lulusan IIKNU tetap diakui dan mempunyai daya saing internasional. Dengan demikian, banyak lulusannya yang diterima sebagai tenaga medis di Emirat Arab dan Qatar.
Lebih lanjut Munir menyampaikan, IIKNU juga memiliki lembaga karir yang berfungsi memfasilitasi alumninya yang membutuhkan kerja.
Seiring tuntutan masyarakat terhadap pelayanan dan kualitas pendidikan di Tuban, kata dia, IIKNU Tuban berupaya untuk meningkatkan jumlah prodi dan jumlah tenaga keperawatan.
Itu dibuktikan dengan turunnya surat keputusan (SK) tahun 2018 untuk pendirian prodi gizi dan SK tahun 2020 untuk prodi sarjana dan profesi bidan. Kemudian di tahun yang sama turun SK prodi administrasi kesehatan. ”Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan sumbangsih kepada kami. Terutama kepada Kemenristek Dikti melalui Lembaga Layanan Perguruan Tinggi Wilayah VII,” ujarnya.
Lebih lanjut Munir  menyampaikan, IIKNU Tuban sejak dulu berkomitmen untuk mendirikan institut yang unggul. Dan, belum setahun IIKNU berdiri sudah banyak alumni terbaiknya berkecimpung di bidang kesehatan. Karena itu, IIKNU Tuban tidak pernah berhenti untuk mengembangkan diri mulai menambah jumlah prodi, pengajar, serta memberikan fasilitas-fasilitas terbaik kepada mahasiswa.
Meski dua tahun terakhir dihadapkan pada pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda, pembelajaran dilakukan secara luring dan daring. Institut ini juga mengembangkan pembelajaran program-program pelatihan yang tidak pernah terhenti, baik untuk para dosen maupun para mahasiswa.
Tak kalah pentingnya, lanjut Munir, IIKNU gencar melakukan kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi karena menjadi nyawa pergurun ini, mulai dari mahasiswa, dosen, dan sivitas akademikanya.
Wisuda kali ini dibagi mendadi tiga gelombang. Gelombang pertama, Selasa (23/11) hari ini dan gelombang dua Rabu (24/22) dan 18 Desember gelombang ketiga.
”Kita menaati peraturaan protokol kesehatan. Karena itu, wisuda diikuti secara luring dan daring. Sebagai insan kesehatan, kita harus menjadi contoh dengan mengikui protokol kesehatan,” tandas Munir.
KH Fathul Huda, ketua tim pendiri IIKNU Tuban mengatakan, meski wisuda perdana, dipastikan kualitas lulusannya tidak perdana. Dia meyakini itu karena ketika berstatus STIKES NU, banyak prestasi yang diraih. Salah satunya dengan mengantar para kadernya ke luar negeri. ”Ini yang patut diapresiasi,” tegasnya.
Kepada para wisudawan, mustasyar PCNU Tuban ini berharap ilmunya barokah dan manfaat. Untuk mendapatkan ilmu yang barokah-manfaat, kata dia, para alumni harus selalu mengenang jasa orang tuanya dan para guru. ”Menjadi apa pun, mereka tidak boleh lupa,” tegasnya. (rif)

Baca Juga :  Ditolak, Gugatan Warga kepada PT KML

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/