alexametrics
23.6 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Merawat Dunia Kepenulisan, Wujudkan Perpustakaan yang Kolaboratif

MELENGKAPI kemeriahan Hari Jadi ke-728 Tuban dan Bulan Bahasa, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Tuban sukses menjalankan tanggung jawabnya. Instansi yang menjadi tonggak utama kemajuan literasi di Bumi Ronggolawe ini begitu serius merangkul dunia kepenulisan. Terbukti, kemarin (23/11) Perpusda Tuban menyelenggarakan grand final lomba menulis untuk siswa se-Kabupaten Tuban.
Dalam lomba tersebut kompetisikan tiga lomba mulai jenjang sekolah dasar sampai menengah atas. Kepala Disperpusip Tuban Joko Prijono menuturkan, melalui lomba ini perpusda telah berperan memunculkan generasi penulis di Bumi Ronggolawe.
Joko sapaannya menandaskan, menulis merupakan kemampuan langka. Karunia seperti ini harus dirawat dan tidak boleh layu. ”Untuk itu perpustakaan hadir menjadi wadah. Instansi ini dibentuk sebagai tempat paling apresiatif bagi dunia kepenulisan,” tegasnya.
Selain itu, Joko juga mengemukakan, lomba menulis ini membuktikan perpustakaan mampu berkolaborasi. Arah pembangunan literasi Tuban, menurut dia, kini semakin jelas. Sebelumnya, dia merancang  perpustakaan harus menjadi instansi yang multiperan. Artinya, mampu merangkul seluruh bidang kehidupan. Mulai dari sosial, ekonomi, seni-budaya, hingga hukum-politik. Misalnya, ketika perpusda mengadakan diskursus terkait pengetahuan teknologi informasi, Kepala Dinas Kominfo akan dihadirkan untuk memberi materi. ”Kami tak lelah memperluas jaringan. Kolaborasi terus kami upaya dan wujudkan,” tuturnya.
Joko menegaskan, jaringan dan kolaborasi pun tak sebatas antarinstansi semata. Namun, juga melibatkan masyarakat secara utuh. Dia menerangkan, Perpusda Tuban kini telah membentuk Rembug Komunitas Pemerhati Perpustakaan (Rekompeta). Forum tersebut merupakan wujud bahwa perpustakaan bukan instansi yang eksklusif. ”Kami sangat terbuka. Segala entitas yang positif kami terima. Kami merangkul,” ujarnya.
Intinya, memperluas jaringan dan memperbanyak kolaborasi adalah suatu upaya visioner perpusda Tuban.
Joko mengatakan, perpustakaan kini tidak bisa lagi terbatas pada fungsi pinjam dan baca buku semata. Peran perpustakaan sangat kompleks dan vital. ”Pembangunan sumber daya manusia  salah satunya dimulai dari ruang-ruang di perpustakaan,” ujarnya.
Dari pembangunan SDM tersebut, diharapakan muncul insan-insan yang terampil di bidang masing-masing. Dengan peran perpustakaan untuk mengarahkan seseorang hidup lebih baik diharapkan mereka berguna dalam proses mencapai kesejahteraan. Itu artinya literasi untuk sebuah kesejahteraan. (sab)

Baca Juga :  Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)

Tiga Lomba yang Diselenggarakan Disperpusip Tuban
– Menulis Puisi untuk SD sederajat
– Menulis Cerita Rakyat untuk SMP Sederajat
– Menulis Essai untuk SMA sederajat
– Diikuti total 166 peserta

MELENGKAPI kemeriahan Hari Jadi ke-728 Tuban dan Bulan Bahasa, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Tuban sukses menjalankan tanggung jawabnya. Instansi yang menjadi tonggak utama kemajuan literasi di Bumi Ronggolawe ini begitu serius merangkul dunia kepenulisan. Terbukti, kemarin (23/11) Perpusda Tuban menyelenggarakan grand final lomba menulis untuk siswa se-Kabupaten Tuban.
Dalam lomba tersebut kompetisikan tiga lomba mulai jenjang sekolah dasar sampai menengah atas. Kepala Disperpusip Tuban Joko Prijono menuturkan, melalui lomba ini perpusda telah berperan memunculkan generasi penulis di Bumi Ronggolawe.
Joko sapaannya menandaskan, menulis merupakan kemampuan langka. Karunia seperti ini harus dirawat dan tidak boleh layu. ”Untuk itu perpustakaan hadir menjadi wadah. Instansi ini dibentuk sebagai tempat paling apresiatif bagi dunia kepenulisan,” tegasnya.
Selain itu, Joko juga mengemukakan, lomba menulis ini membuktikan perpustakaan mampu berkolaborasi. Arah pembangunan literasi Tuban, menurut dia, kini semakin jelas. Sebelumnya, dia merancang  perpustakaan harus menjadi instansi yang multiperan. Artinya, mampu merangkul seluruh bidang kehidupan. Mulai dari sosial, ekonomi, seni-budaya, hingga hukum-politik. Misalnya, ketika perpusda mengadakan diskursus terkait pengetahuan teknologi informasi, Kepala Dinas Kominfo akan dihadirkan untuk memberi materi. ”Kami tak lelah memperluas jaringan. Kolaborasi terus kami upaya dan wujudkan,” tuturnya.
Joko menegaskan, jaringan dan kolaborasi pun tak sebatas antarinstansi semata. Namun, juga melibatkan masyarakat secara utuh. Dia menerangkan, Perpusda Tuban kini telah membentuk Rembug Komunitas Pemerhati Perpustakaan (Rekompeta). Forum tersebut merupakan wujud bahwa perpustakaan bukan instansi yang eksklusif. ”Kami sangat terbuka. Segala entitas yang positif kami terima. Kami merangkul,” ujarnya.
Intinya, memperluas jaringan dan memperbanyak kolaborasi adalah suatu upaya visioner perpusda Tuban.
Joko mengatakan, perpustakaan kini tidak bisa lagi terbatas pada fungsi pinjam dan baca buku semata. Peran perpustakaan sangat kompleks dan vital. ”Pembangunan sumber daya manusia  salah satunya dimulai dari ruang-ruang di perpustakaan,” ujarnya.
Dari pembangunan SDM tersebut, diharapakan muncul insan-insan yang terampil di bidang masing-masing. Dengan peran perpustakaan untuk mengarahkan seseorang hidup lebih baik diharapkan mereka berguna dalam proses mencapai kesejahteraan. Itu artinya literasi untuk sebuah kesejahteraan. (sab)

Baca Juga :  Pemprov Agendakan Penataan Armada Penyeberangan

Tiga Lomba yang Diselenggarakan Disperpusip Tuban
– Menulis Puisi untuk SD sederajat
– Menulis Cerita Rakyat untuk SMP Sederajat
– Menulis Essai untuk SMA sederajat
– Diikuti total 166 peserta

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/