alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Eksploitasi Gas Blok Bulu tanpa Kejelasan

Radar Tuban – Sejak ditemukan pada 2008 atau 12 tahun lalu, cadangan gas di lepas pantai utara (pantura) Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar yang dikenal dengan nama Blok Bulu, hingga kini belum jelas kapan diekploitasi.

Sebenarnya, pemerintah daerah berharap percepatan eksploitasi cadangan gas yang dikelola oleh PT KrisEnergy itu. ‘’Sampai saat ini juga menunggu. Kita juga mendorong segera ada percepatan.

Namun, kita memahami kalau gas itu lain dengan minyak yang bisa ditampung,’’ kata Sekda Tuban Budi Wiyana ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban via ponselnya kemarin.

Dia memerkirakan, belum dieksploitasinya cadangan gas di Laut Jawa itu karena masih me nunggu kepastian pasar gas. Selama menunggu konsumen, PT KrisEnergy melengkapi sejumlah perizinan, seperti amdal yang merupakan kewe nangan pemerintah pusat.

Baca Juga :  Forum Lalu Lintas Tuban Siapkan Tiga Opsi Manajemen Lalin JLS

‘’Gas itu prinsipnya nggak akan di eksploitasi sebelum ada pasar,’’ ujar dia. Sebenarnya, KrisEnergy sudah merencanakan pengeboran cadangan gas tersebut. Berdasarkan roadmap, gas dari laut lepas itu akan disalurkan ke darat melalui pipa menuju Kawasan Industri Tuban di Desa Socorejo, Desa Temaji, dan Desa Karangasem, ketiganya di Kecamatan Jenu.

Dalam situs resmi PT Kris Energy, Bulu Production Sharing Contract (PSC), terdiri dari tiga area dengan luas total 697 kilo meter persegi dengan kedalaman sekitar 50-60 meter. Blok Bulu yang ditemukan pada 2008 merupakan pengembangan gas Lengo.

Radar Tuban – Sejak ditemukan pada 2008 atau 12 tahun lalu, cadangan gas di lepas pantai utara (pantura) Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar yang dikenal dengan nama Blok Bulu, hingga kini belum jelas kapan diekploitasi.

Sebenarnya, pemerintah daerah berharap percepatan eksploitasi cadangan gas yang dikelola oleh PT KrisEnergy itu. ‘’Sampai saat ini juga menunggu. Kita juga mendorong segera ada percepatan.

Namun, kita memahami kalau gas itu lain dengan minyak yang bisa ditampung,’’ kata Sekda Tuban Budi Wiyana ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban via ponselnya kemarin.

Dia memerkirakan, belum dieksploitasinya cadangan gas di Laut Jawa itu karena masih me nunggu kepastian pasar gas. Selama menunggu konsumen, PT KrisEnergy melengkapi sejumlah perizinan, seperti amdal yang merupakan kewe nangan pemerintah pusat.

Baca Juga :  Tembus Rekor Donor Plasma Keenam

‘’Gas itu prinsipnya nggak akan di eksploitasi sebelum ada pasar,’’ ujar dia. Sebenarnya, KrisEnergy sudah merencanakan pengeboran cadangan gas tersebut. Berdasarkan roadmap, gas dari laut lepas itu akan disalurkan ke darat melalui pipa menuju Kawasan Industri Tuban di Desa Socorejo, Desa Temaji, dan Desa Karangasem, ketiganya di Kecamatan Jenu.

Dalam situs resmi PT Kris Energy, Bulu Production Sharing Contract (PSC), terdiri dari tiga area dengan luas total 697 kilo meter persegi dengan kedalaman sekitar 50-60 meter. Blok Bulu yang ditemukan pada 2008 merupakan pengembangan gas Lengo.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/