29.3 C
Bojonegoro
Wednesday, November 30, 2022

Kuncinya Rajin Menyiram

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Merawat tanaman hias di musim kemarau membutuhkan tenaga ekstra, agar tidak layu dan kering. Salah satu yang harus diperhatikan adalah penyiraman tanaman.

 

‘’Selain penyiraman media tanam juga harus sering ditambah,’’ ungkap Yunus  Supianto, salah satu pemilik toko bunga di Bojonegoro.

 

- Advertisement -

Pada musim kemarau, suhu udara kerap mencapai 35-37 derajat celsius. Kondisi itu membuat tanaman hias dan bunga mudah layu. Karena itu, harus dilakukan penyiraman ekstra.

 

‘’Sehari sekali. Kadang juga dua kali,’’ jelasnya.

 

Selain penyiraman dan penambahan media tanam, tanaman juga harus dipupuk. Pemupukan cukup sekali dalam dua minggu. Tanaman tertentu cukup sebulan sekali. Itu agar pertumbuhan tanaman tetap bagus.

Baca Juga :  Empat Penimbun Solar di Bojonegoro Bakal Disidang

 

Pangsa pasar tanaman hias dan bunga di Bojonegoro cukup bagus. Rerata konsumennya ibu rumah tangga. Mereka memanfatkan waktu untuk berkebun di rumah. Sedangkan untuk pembeli dalam jumlah besar, biasanya dilakukan oleh pengembang perumahan untuk membuat taman.

 

Malik, salah satu pengelola toko bunga mengatakan, bahwa musim kemarau ini membutuhkan perawatan ekstra. Itu agar bunga-bunga tetap segar dan mekar. Itu berbeda saat musim hujan yang tidak perlu penyiraman ekstra. ‘’Kalau musim kemarau upayakan menjaga agar tanaman tetap segar,’’ imbuhnya.

 

Tanaman yang dijual di Bojonegoro sebagian besar berasal dari Malang dan Kediri. Terutama jenis bunga. Karena di Bojonegoro belum ada budidaya tanaman yang bisa dibeli dalam jumlah besar. ‘’Permintaan bunga dan tanaman hias cukup tinggi,’’ ungkap dia. (zim/msu)

Baca Juga :  Evaluasi BPNT Daerah

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Merawat tanaman hias di musim kemarau membutuhkan tenaga ekstra, agar tidak layu dan kering. Salah satu yang harus diperhatikan adalah penyiraman tanaman.

 

‘’Selain penyiraman media tanam juga harus sering ditambah,’’ ungkap Yunus  Supianto, salah satu pemilik toko bunga di Bojonegoro.

 

- Advertisement -

Pada musim kemarau, suhu udara kerap mencapai 35-37 derajat celsius. Kondisi itu membuat tanaman hias dan bunga mudah layu. Karena itu, harus dilakukan penyiraman ekstra.

 

‘’Sehari sekali. Kadang juga dua kali,’’ jelasnya.

 

Selain penyiraman dan penambahan media tanam, tanaman juga harus dipupuk. Pemupukan cukup sekali dalam dua minggu. Tanaman tertentu cukup sebulan sekali. Itu agar pertumbuhan tanaman tetap bagus.

Baca Juga :  Dibahas, Rapat Peluang Penutupan Wisata Ziarah

 

Pangsa pasar tanaman hias dan bunga di Bojonegoro cukup bagus. Rerata konsumennya ibu rumah tangga. Mereka memanfatkan waktu untuk berkebun di rumah. Sedangkan untuk pembeli dalam jumlah besar, biasanya dilakukan oleh pengembang perumahan untuk membuat taman.

 

Malik, salah satu pengelola toko bunga mengatakan, bahwa musim kemarau ini membutuhkan perawatan ekstra. Itu agar bunga-bunga tetap segar dan mekar. Itu berbeda saat musim hujan yang tidak perlu penyiraman ekstra. ‘’Kalau musim kemarau upayakan menjaga agar tanaman tetap segar,’’ imbuhnya.

 

Tanaman yang dijual di Bojonegoro sebagian besar berasal dari Malang dan Kediri. Terutama jenis bunga. Karena di Bojonegoro belum ada budidaya tanaman yang bisa dibeli dalam jumlah besar. ‘’Permintaan bunga dan tanaman hias cukup tinggi,’’ ungkap dia. (zim/msu)

Baca Juga :  Alokasikan Anggaran Rumah Tidak Layak Huni Rp 120 Miliar

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Raperda Pesantren di Meja DPRD

APBD 2023 Ditetapkan Rp 2,2 Triliun

Pamerkan Busana dari Batik Blora

Dijanjikan Penerbangan Tahun Depan


/