alexametrics
29.4 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Launching Poli Nyeri dan Paliatif

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo launching poli nyeri dan paliatif kemarin (23/6). Acara dibuka oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah hadir secara daring. Selain launching, juga digelar rapat koordinasi bersama RSUD Padangan, Sumberrejo, Kepohbaru dengan jejaring puskesmas se- Bojonegoro.

 

Pelaksana Harian (Plh) Direktur RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo dr. Rio Herdyanto, Sp.JP (K) FIHA menerangkan, bahwa pelayanan kesehatan paripurna tidak hanya dilakukan di rumah sakit. Tetapi meliputi perawatan pra-rumah sakit dan pasca rumah sakit melibatkan puskesmas serta mencakup aspek pelayanan kesehatan yaitu promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif.

 

“Tujuan utamanya mempertahankan kemampuan individu untuk hidup mandiri secara optimal dan meningkatkan kualitas hidup serta derajat kesehatan masyarakat,” jelas dr. Rio.

 

Penanganan nyeri merupakan hal sangat kompleks, personal, dan berbeda bagi setiap pasien tergantung kondisi kesehatan dimiliki. Nyeri yang ditangani secara baik, terutama nyeri kronik akan meningkatkan kualitas hidup pasien. Karena itu, pengelolaan nyeri perlu diperhatikan sejak awal.

Baca Juga :  Audiensi Penentuan Upah Minimum Kabupaten tanpa Solusi

Saat ini, dalam dunia kesehatan tersedia pelayanan kesehatan manajemen intervensi nyeri atau interventional pain management (IPM) yang menunjang pengelolaan dan penanganan nyeri secara lebih optimal untuk beragam kasus nyeri.

 

IPM adalah suatu tindakan minimal invasif dilakukan dengan panduan alat seperti ultrasonografi, fluoroskopi, c-arm, dan alat penunjang lainnya untuk mengobati nyeri akut dan kronik secara jangka panjang atau permanen. Dan, RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo sudah memiliki alat tersebut dan juga sumber daya manusia (SDM).

 

“IPM dilaksanakan secara multidisipliner dan dilakukan dokter spesialis anestesi, neurologi, bedah saraf, bedah ortopedi, serta kedokteran fisik dan rehabilitasi yang ada di Rumah Sakit kami,” bebernya.

Baca Juga :  Satu-Satunya Kampus yang Memiliki Galeri Investasi

 

Poli nyeri dan paliatif ini nantinya tidak hanya dimanfaatkan bagi warga Bojonegoro saja. Juga warga Blora, Ngawi, Nganjuk, Lamongan, dan Tuban. Sehingga bisa menjadikan Bojonegoro salah satu pusat rujukan nyeri.

 

Hal ini sesuai visi Bojonegoro yaitu menjadikan Bojonegoro sumber ekonomi kerakyatan dan sosial budaya lokal terwujudnya masyarakat beriman, sejahtera, dan berdaya saing. (*/bgs)

 

Jam Buka Poli Nyeri dan Paliatif Pukul 07.00-11.00

 

Senin dan Jumat

-dr. Puger, Sp. An, dokter spesialis anestesi

 

Rabu

-dr. Imam Bakhruddin, Sp.OT

-dr. Donny, Sp.OT, keduanya dokter spesialis orthopaedi.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo launching poli nyeri dan paliatif kemarin (23/6). Acara dibuka oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah hadir secara daring. Selain launching, juga digelar rapat koordinasi bersama RSUD Padangan, Sumberrejo, Kepohbaru dengan jejaring puskesmas se- Bojonegoro.

 

Pelaksana Harian (Plh) Direktur RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo dr. Rio Herdyanto, Sp.JP (K) FIHA menerangkan, bahwa pelayanan kesehatan paripurna tidak hanya dilakukan di rumah sakit. Tetapi meliputi perawatan pra-rumah sakit dan pasca rumah sakit melibatkan puskesmas serta mencakup aspek pelayanan kesehatan yaitu promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif.

 

“Tujuan utamanya mempertahankan kemampuan individu untuk hidup mandiri secara optimal dan meningkatkan kualitas hidup serta derajat kesehatan masyarakat,” jelas dr. Rio.

 

Penanganan nyeri merupakan hal sangat kompleks, personal, dan berbeda bagi setiap pasien tergantung kondisi kesehatan dimiliki. Nyeri yang ditangani secara baik, terutama nyeri kronik akan meningkatkan kualitas hidup pasien. Karena itu, pengelolaan nyeri perlu diperhatikan sejak awal.

Baca Juga :  Mulai Ramai, Penumpang Kereta Api di Bojonegoro Masih Stabil

Saat ini, dalam dunia kesehatan tersedia pelayanan kesehatan manajemen intervensi nyeri atau interventional pain management (IPM) yang menunjang pengelolaan dan penanganan nyeri secara lebih optimal untuk beragam kasus nyeri.

 

IPM adalah suatu tindakan minimal invasif dilakukan dengan panduan alat seperti ultrasonografi, fluoroskopi, c-arm, dan alat penunjang lainnya untuk mengobati nyeri akut dan kronik secara jangka panjang atau permanen. Dan, RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo sudah memiliki alat tersebut dan juga sumber daya manusia (SDM).

 

“IPM dilaksanakan secara multidisipliner dan dilakukan dokter spesialis anestesi, neurologi, bedah saraf, bedah ortopedi, serta kedokteran fisik dan rehabilitasi yang ada di Rumah Sakit kami,” bebernya.

Baca Juga :  BNI Cabang Bojonegoro Tebar Sembako Warga Sekitar Kantor

 

Poli nyeri dan paliatif ini nantinya tidak hanya dimanfaatkan bagi warga Bojonegoro saja. Juga warga Blora, Ngawi, Nganjuk, Lamongan, dan Tuban. Sehingga bisa menjadikan Bojonegoro salah satu pusat rujukan nyeri.

 

Hal ini sesuai visi Bojonegoro yaitu menjadikan Bojonegoro sumber ekonomi kerakyatan dan sosial budaya lokal terwujudnya masyarakat beriman, sejahtera, dan berdaya saing. (*/bgs)

 

Jam Buka Poli Nyeri dan Paliatif Pukul 07.00-11.00

 

Senin dan Jumat

-dr. Puger, Sp. An, dokter spesialis anestesi

 

Rabu

-dr. Imam Bakhruddin, Sp.OT

-dr. Donny, Sp.OT, keduanya dokter spesialis orthopaedi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/