alexametrics
29.4 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

Diverifikasi lalu Dikenai Tilang Elektronik

5.000 Pengendara Terekam Mobil Tilang di Bojonegoro

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Mobil tilang elektronik mulai beroperasi. Hampir 5.000 pengendara motor tertangkap kamera melanggar lalu lintas selama Operasi Patuh. Pengendara ter-capture saat petugas menjalankan mobil integrated node capture attitude record (INCAR). Rerata pengendara tidak memakai helm dan berbonceng tiga. Nantinya, para pelanggar dikenakan tilang elektronik.

 

Jawa Pos Radar Bojonegoro mengikuti patroli petugas satlantas menjalankan mobil INCAR. Kamera berada di atas mobil bisa memantau depan belakang. Layar tablet untuk menjepret atau capture dipasang di dashboard. Ketika menemukan pelanggar, petugas menjepret foto pengendara melalui perangkat di dalam mobil terhubung kamera. Hasil capture dikirimkan ke pusat data untuk diverifikasi.

Baca Juga :  17 Agustus Tanpa Perayaan, Hanya Upacara Kemerdekaan

 

Kanit Turjawali Satlantas Polres Bojonegoro Iptu Heru Susanto mengatakan, sekitar 5.000 pengendara motor melanggar ter-capture mobil INCAR. Rerata setiap hari sekitar 500 pelanggar. Mobil INCAR berpatroli seluruh wilayah Bojonegoro, mulai dari kota hingga ke kecamatan.

 

Menurut Heru, pelanggar tertangkap mobil INCAR dikenai tilang elektronik. Surat tilang dikirimkan ke rumah melalui kantor pos disertai foto. Surat tilang dikirim sesuai alamat tertera STNK, tentu berdasar nomor polisi kendaraan melanggar. Ketika kendaraan sudah berpindah tangan, tilang dibebankan saat mengurus STNK.

 

Kasatlantas Polres AKP Rizal Nugra Wijaya mengatakan, penggunaan mobil INCAR sejak tahun lalu. Namun sementara ini baru satu unit di Bojonegoro.

Baca Juga :  Agrowisata Mulai Bermunculan

 

Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad mengatakan, tilang elektronik melalui mobil INCAR sudah diberlakukan, khususnya selama Operasi Patuh Semeru. Terdapat tujuh prioritas pelanggaran ditindak. Meliputi pengendara motor berbonceng lebih dari satu, melebihi batas kecepatan.

 

Pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm standar, mengemudi dengan pengaruh alkohol, menggunakan HP saat berkendara, dan melawan arus. (irv/rij)

MENCARI SASARAN: Kanit Turjawali Satlantas Iptu Heru Susanto mengoperasikan mobil tilang elektronik atau Mobil INCAR kemarin siang (23/6). Petugas menjepret pengendara melanggar. (M.NURCHOLIS/RDR.BJN)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Mobil tilang elektronik mulai beroperasi. Hampir 5.000 pengendara motor tertangkap kamera melanggar lalu lintas selama Operasi Patuh. Pengendara ter-capture saat petugas menjalankan mobil integrated node capture attitude record (INCAR). Rerata pengendara tidak memakai helm dan berbonceng tiga. Nantinya, para pelanggar dikenakan tilang elektronik.

 

Jawa Pos Radar Bojonegoro mengikuti patroli petugas satlantas menjalankan mobil INCAR. Kamera berada di atas mobil bisa memantau depan belakang. Layar tablet untuk menjepret atau capture dipasang di dashboard. Ketika menemukan pelanggar, petugas menjepret foto pengendara melalui perangkat di dalam mobil terhubung kamera. Hasil capture dikirimkan ke pusat data untuk diverifikasi.

Baca Juga :  Promosi Alat Peraga Kampanye Belum Kerek Order Percetakan

 

Kanit Turjawali Satlantas Polres Bojonegoro Iptu Heru Susanto mengatakan, sekitar 5.000 pengendara motor melanggar ter-capture mobil INCAR. Rerata setiap hari sekitar 500 pelanggar. Mobil INCAR berpatroli seluruh wilayah Bojonegoro, mulai dari kota hingga ke kecamatan.

 

Menurut Heru, pelanggar tertangkap mobil INCAR dikenai tilang elektronik. Surat tilang dikirimkan ke rumah melalui kantor pos disertai foto. Surat tilang dikirim sesuai alamat tertera STNK, tentu berdasar nomor polisi kendaraan melanggar. Ketika kendaraan sudah berpindah tangan, tilang dibebankan saat mengurus STNK.

 

Kasatlantas Polres AKP Rizal Nugra Wijaya mengatakan, penggunaan mobil INCAR sejak tahun lalu. Namun sementara ini baru satu unit di Bojonegoro.

Baca Juga :  Hasil Pilkada Tuban 2020 Bak Pertarungan Bani Haeny dan Huda

 

Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad mengatakan, tilang elektronik melalui mobil INCAR sudah diberlakukan, khususnya selama Operasi Patuh Semeru. Terdapat tujuh prioritas pelanggaran ditindak. Meliputi pengendara motor berbonceng lebih dari satu, melebihi batas kecepatan.

 

Pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm standar, mengemudi dengan pengaruh alkohol, menggunakan HP saat berkendara, dan melawan arus. (irv/rij)

MENCARI SASARAN: Kanit Turjawali Satlantas Iptu Heru Susanto mengoperasikan mobil tilang elektronik atau Mobil INCAR kemarin siang (23/6). Petugas menjepret pengendara melanggar. (M.NURCHOLIS/RDR.BJN)

Artikel Terkait

Most Read

Baru Dibangun, IPAL Bocor

Tinggi, Minat Warga Jadi TKI 

Dua Kali Gempa di Utara Tuban

Artikel Terbaru


/