alexametrics
30.9 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Nekat Curang, Nama Siswa Bakal Langsung Dicoret

Radar Tuban – Dari pagu jalur siswa miskin yang tersedia sebanyak 1.397 kursi, terisi 1.388 siswa atau hanya menyisakan 9 kursi dari kuota afirmasi.

Untuk pendaftar jalur prestasi, dari total pagu 2.794 kursi baru terisi 1.903 siswa. Pengumuman pendaftaran jalur non zonasi yang diumumkan Sabtu (20/6), sekarang ini menyisakan tahap daftar ulang.

Dilanjutkan pendaftaran jalur zonasi mulai kemarin (23/6) hingga tiga hari ke depan. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Disdik Tuban Nur Khamid mengatakan, pendaftaran zonasi berlangsung kolektif melalui sekolah asal masing-masing.

Dengan begitu, celah kecurangan sangat minim. Apalagi, seluruh kepala SD sudah menandatangani pakta integritas. Artinya mereka siap menerima konsekuensi jika terbukti membantu kecurangan siswa.

Baca Juga :  Pencairan Telat, BPNT Daerah Terpaksa Dirapel

‘’Kalau masih ditemukan kecurangan, kami pastikan kepala sekolah asal ikut tanggung jawab,’’ tegas dia. Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini dilakukan full online.

Termasuk verifikasi data siswa pun dilakukan tanpa tatap muka. Tentu, ini cukup menyulitkan operator sekolah tujuan untuk melakukan verifikasi data siswa.

Satu-satunya yang bisa diandalkan untuk meminimalisir kecurangan adalah data dari sekolah asal masing-masing siswa. ‘’Jika nekat curang, nama siswa langsung kami coret,’’ tegas Nur Khamid.

Mantan sekretaris Disdik Tuban itu mengatakan, tidak terpenuhinya jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi akan dialihkan ke zonasi. Sedangkan siswa yang tidak diterima di jalur non zonasi bisa mendaftar lagi di jalur zonasi yang dibuka hari ini.

Baca Juga :  Bupati Tuban Serahkan Hibah Mencapai Rp 10,3 Miliar

Selain berbasis kartu keluarga (KK), jalur zonasi juga menggunakan data jarak melalui Google Maps. ‘’Yang sudah diterima silakan daftar ulang. Yang belum di terima bisa daftar lagi di zonasi,’’ terang dia.

Pendidik yang juga ketua LP Ma’arif NU Tuban itu mengatakan, tidak hanya pendaftar jalur afirmasi dan prestasi saja yang membeludak, jalur mutasi atau perpindahan orang tua juga cukup banyak.

Yakni, terisi 37 siswa dari total 466 kursi. Banyaknya kursi jalur kepindahan orang tua tersebut bisa jadi karena longgarnya syarat. ‘’Terpenting tidak ada anak didik kita yang tertinggal tidak melanjutkan sekolah,’’ ujar dia.

Radar Tuban – Dari pagu jalur siswa miskin yang tersedia sebanyak 1.397 kursi, terisi 1.388 siswa atau hanya menyisakan 9 kursi dari kuota afirmasi.

Untuk pendaftar jalur prestasi, dari total pagu 2.794 kursi baru terisi 1.903 siswa. Pengumuman pendaftaran jalur non zonasi yang diumumkan Sabtu (20/6), sekarang ini menyisakan tahap daftar ulang.

Dilanjutkan pendaftaran jalur zonasi mulai kemarin (23/6) hingga tiga hari ke depan. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Disdik Tuban Nur Khamid mengatakan, pendaftaran zonasi berlangsung kolektif melalui sekolah asal masing-masing.

Dengan begitu, celah kecurangan sangat minim. Apalagi, seluruh kepala SD sudah menandatangani pakta integritas. Artinya mereka siap menerima konsekuensi jika terbukti membantu kecurangan siswa.

Baca Juga :  Truk Serempet Odong-Odong, Tabrak Dua Motor, Satu Tewas

‘’Kalau masih ditemukan kecurangan, kami pastikan kepala sekolah asal ikut tanggung jawab,’’ tegas dia. Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini dilakukan full online.

Termasuk verifikasi data siswa pun dilakukan tanpa tatap muka. Tentu, ini cukup menyulitkan operator sekolah tujuan untuk melakukan verifikasi data siswa.

Satu-satunya yang bisa diandalkan untuk meminimalisir kecurangan adalah data dari sekolah asal masing-masing siswa. ‘’Jika nekat curang, nama siswa langsung kami coret,’’ tegas Nur Khamid.

Mantan sekretaris Disdik Tuban itu mengatakan, tidak terpenuhinya jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi akan dialihkan ke zonasi. Sedangkan siswa yang tidak diterima di jalur non zonasi bisa mendaftar lagi di jalur zonasi yang dibuka hari ini.

Baca Juga :  Desa Mulai Musyawarah Tentukan Wilayah Pemekaran

Selain berbasis kartu keluarga (KK), jalur zonasi juga menggunakan data jarak melalui Google Maps. ‘’Yang sudah diterima silakan daftar ulang. Yang belum di terima bisa daftar lagi di zonasi,’’ terang dia.

Pendidik yang juga ketua LP Ma’arif NU Tuban itu mengatakan, tidak hanya pendaftar jalur afirmasi dan prestasi saja yang membeludak, jalur mutasi atau perpindahan orang tua juga cukup banyak.

Yakni, terisi 37 siswa dari total 466 kursi. Banyaknya kursi jalur kepindahan orang tua tersebut bisa jadi karena longgarnya syarat. ‘’Terpenting tidak ada anak didik kita yang tertinggal tidak melanjutkan sekolah,’’ ujar dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/