alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Kondisi Hancur, Merangkai Bentuk Semula Perahu Kuno di Desa Padang, Trucuk

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Rekonstruksi situs perahu kuno di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, mulai disentuh. Saat ini tim ditunjuk dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) sudah melakukan kajian. Sebelum akhir tahun perahu kuno itu diperkirakan bisa kembali ke bentuk semula.

 

‘’Tim sudah melihat perahunya. Prosesnya secepatnya akan dimulai,’’ kata Kabid Kebudayaan Disbudpar Dheny Ika Kirmayanti.

 

Perahu kuno itu kini ada di kawasan Galeri Bengawan. Galeri itu masih belum dibuka, menunggu selesainya proses rekonstruksi perahu itu. Perahu kuno nantinya akan menjadi ikon galeri dibangun di tepi Bengawan Solo itu. Rencananya galeri itu akan diisi benda-benda bersejarah yang ditemukan di Bengawan Solo.

Baca Juga :  Bojonegoro Kembali Zona Merah, Tiga Kecamatan Diberlakukan Jam Malam

 

‘’Kami harap rekonstruksi perahu akan jadi sebelum akhir tahun,’’ jelasnya.

 

Perahu kuno ditemukan kisaran 2005 silam di dasar Bengawan Solo. Perahu itu diperkirakan berusia ratusan tahun. Sayangnya, perahu itu tidak terawat. Sehingga, kondisi perahu itu kini hancur. Hanya tersisa puing-puing kayu.

 

Disbudpar berupaya melakukan rekonstruksi agar perahu bisa utuh lagi. Namun, hingga kini disbudpar belum menjelaskan detail rekonstruksi itu. Perahu tersebut rusak karena selama bertahun-tahun tidak dirawat. Tim yang ditunjuk disbudpar harus bisa membuat perahu itu kembali ke bentuk semula.

 

Kepala UPT Destinasi Wisata Terpadu Disbudpar Mudiono mengatakan, galeri bengawan saat ini masih belum dibuka. Masih menunggu diisi terlebih dulu. ‘’Saat ini masih belum ada isinya. Kalau sudah ada isinya baru akan dibuka,’’ tuturnya. (zim/rij)

Baca Juga :  Bupati Anna Sapa Warga Bojonegoro di Papua

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Rekonstruksi situs perahu kuno di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, mulai disentuh. Saat ini tim ditunjuk dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) sudah melakukan kajian. Sebelum akhir tahun perahu kuno itu diperkirakan bisa kembali ke bentuk semula.

 

‘’Tim sudah melihat perahunya. Prosesnya secepatnya akan dimulai,’’ kata Kabid Kebudayaan Disbudpar Dheny Ika Kirmayanti.

 

Perahu kuno itu kini ada di kawasan Galeri Bengawan. Galeri itu masih belum dibuka, menunggu selesainya proses rekonstruksi perahu itu. Perahu kuno nantinya akan menjadi ikon galeri dibangun di tepi Bengawan Solo itu. Rencananya galeri itu akan diisi benda-benda bersejarah yang ditemukan di Bengawan Solo.

Baca Juga :  Camat Sarankan Jalur Hukum terhadap Penambang Pasir

 

‘’Kami harap rekonstruksi perahu akan jadi sebelum akhir tahun,’’ jelasnya.

 

Perahu kuno ditemukan kisaran 2005 silam di dasar Bengawan Solo. Perahu itu diperkirakan berusia ratusan tahun. Sayangnya, perahu itu tidak terawat. Sehingga, kondisi perahu itu kini hancur. Hanya tersisa puing-puing kayu.

 

Disbudpar berupaya melakukan rekonstruksi agar perahu bisa utuh lagi. Namun, hingga kini disbudpar belum menjelaskan detail rekonstruksi itu. Perahu tersebut rusak karena selama bertahun-tahun tidak dirawat. Tim yang ditunjuk disbudpar harus bisa membuat perahu itu kembali ke bentuk semula.

 

Kepala UPT Destinasi Wisata Terpadu Disbudpar Mudiono mengatakan, galeri bengawan saat ini masih belum dibuka. Masih menunggu diisi terlebih dulu. ‘’Saat ini masih belum ada isinya. Kalau sudah ada isinya baru akan dibuka,’’ tuturnya. (zim/rij)

Baca Juga :  Bojonegoro Kembali Zona Merah, Tiga Kecamatan Diberlakukan Jam Malam

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/