alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Pengendali Banjir Lebaksari Dianggarkan Rp 25 Miliar

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tahun ini Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro kembali menganggarkan proyek pembangunan rumah pompa pengendali banjir. Lokasinya berada di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno. Nantinya akan dibangun pintu pengendali banjir di Kali Ingas. Adapun pagu anggarannya diperkirakan Rp 25 miliar.

KabidOperasional dan Pemeliharaan Dinas PU SDA Bojonegoro David Yudha Prasetya menerangkan, tahapannya masih lelang perencanaan proyek pembangunan rumah pompa pengendali banjir Kali Ingas. Pagu anggaran lelang perencanaan proyek Rp 648,6 juta.

Berdasar data laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Bojonegoro, diketahui ada 28 peserta lelang perencanaan proyek. Tahapan lelang lumayan panjang, diperkirakan pengumuman pemenang lelang sekitar April. Lalu masa sanggah, hingga penandatanganan kontrak sekitar Mei mendatang.

Baca Juga :  Kali Meluap, Sempat Rendam Desa Pacul Bojonegoro

“Sehingga lelang proyek pembangunan fisiknya diperkirakan Mei dengan pagu anggaran sekitar Rp 25 miliar. Nantinya awal pengerjaan dimulai sekitar Juli,” beber David.
David menerangkan, lelang proyek pembangunan rumah pompa pengendali banjir Kali Ingas hanya satu paket. Fungsi rumah pompa pengendali banjir di Desa Lebaksari untuk meminimalisasi luapan air Kali Ingas. Karena setiap musim hujan, kawasan di Kecamatan Baureno selalu langganan banjir luapan Kali Ingas. Proyek tersebut sudah direncakan sejak 2020.

“Harapannya bisa berjalan lancar pengerjaan proyeknya, karena dimulai lebih awal,” tambahnya.

Sebab, pihaknya masih punya dua proyek pembangunan rumah pompa pengandali banjir belum rampung. Yakni, rumah pompa pengendali banjir di Desa Kalirejo dan Semanding turut Kecamatan Bojonegoro Kota. Progres proyek di Kalirejo belum ada 50 persen, sedangkan proyek di Semanding sekitar 85 persen.

Baca Juga :  KPPN Beri Batas Waktu 14 Desember Untuk Pengajuan Dana Desa

“Di Semanding alhamdulillah sudah bisa naik bangunan. Sedangkan di Kalirejo kendalanya arus Bengawan Solo yang deras. Ditambah lagi, akhir-akhir ini sering hujan deras,” jelasnya.

Kedua proyek itu telah diperpanjang dengan memberi kesempatan kepada kontraktor hingga 16 Februari lalu. Namun ternyata masih gagal, pihaknya pun berikan kesempatan kedua hingga 40 hari ke depan. “Kami sudah beri kesempatan kedua dan para kontraktor menyanggupinya. Semoga tetap bisa terselesaikan proyeknya,” katanya. (bgs/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tahun ini Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro kembali menganggarkan proyek pembangunan rumah pompa pengendali banjir. Lokasinya berada di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno. Nantinya akan dibangun pintu pengendali banjir di Kali Ingas. Adapun pagu anggarannya diperkirakan Rp 25 miliar.

KabidOperasional dan Pemeliharaan Dinas PU SDA Bojonegoro David Yudha Prasetya menerangkan, tahapannya masih lelang perencanaan proyek pembangunan rumah pompa pengendali banjir Kali Ingas. Pagu anggaran lelang perencanaan proyek Rp 648,6 juta.

Berdasar data laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Bojonegoro, diketahui ada 28 peserta lelang perencanaan proyek. Tahapan lelang lumayan panjang, diperkirakan pengumuman pemenang lelang sekitar April. Lalu masa sanggah, hingga penandatanganan kontrak sekitar Mei mendatang.

Baca Juga :  Wujud Komitmen Pemkab Tuban

“Sehingga lelang proyek pembangunan fisiknya diperkirakan Mei dengan pagu anggaran sekitar Rp 25 miliar. Nantinya awal pengerjaan dimulai sekitar Juli,” beber David.
David menerangkan, lelang proyek pembangunan rumah pompa pengendali banjir Kali Ingas hanya satu paket. Fungsi rumah pompa pengendali banjir di Desa Lebaksari untuk meminimalisasi luapan air Kali Ingas. Karena setiap musim hujan, kawasan di Kecamatan Baureno selalu langganan banjir luapan Kali Ingas. Proyek tersebut sudah direncakan sejak 2020.

“Harapannya bisa berjalan lancar pengerjaan proyeknya, karena dimulai lebih awal,” tambahnya.

Sebab, pihaknya masih punya dua proyek pembangunan rumah pompa pengandali banjir belum rampung. Yakni, rumah pompa pengendali banjir di Desa Kalirejo dan Semanding turut Kecamatan Bojonegoro Kota. Progres proyek di Kalirejo belum ada 50 persen, sedangkan proyek di Semanding sekitar 85 persen.

Baca Juga :  Kali Meluap, Sempat Rendam Desa Pacul Bojonegoro

“Di Semanding alhamdulillah sudah bisa naik bangunan. Sedangkan di Kalirejo kendalanya arus Bengawan Solo yang deras. Ditambah lagi, akhir-akhir ini sering hujan deras,” jelasnya.

Kedua proyek itu telah diperpanjang dengan memberi kesempatan kepada kontraktor hingga 16 Februari lalu. Namun ternyata masih gagal, pihaknya pun berikan kesempatan kedua hingga 40 hari ke depan. “Kami sudah beri kesempatan kedua dan para kontraktor menyanggupinya. Semoga tetap bisa terselesaikan proyeknya,” katanya. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Gugatan CLS Blok Cepu Tidak Diterima

PPDB SMA Tetap Mengacu UN

Gelar Misa Dua Kali

Artikel Terbaru


/