alexametrics
27 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

SMAN 1 Bojonegoro Belajar Daring Ada Guru dan Siswa Terpapar

Hari Ini SMA dan SMK PTM 25 Persen

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – SMA dan SMK mulai mengubah skema pembelajaran di tengah meningkatnya tren Covid-19 ini. Mulai hari ini (24/2) siswa SMA dan SMK memberlakukan pembelajaran tatap muka 25 persen. Sementara, SMAN 1 Bojonegoro memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) setelah ada 10 siswa dan guru terpapar Covid-19.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno membenarkan skema pembelajaran diubah mulai hari ini. Semua SMA dan SMK pembelajaran hanya 25 persen. Setelah level PPKM naik menjadi level 3. Sehingga sesuai surat keputusan bersama (SKB) empat menteri besaran PTM harus dikurangi.

Hanya, SMAN 1 Bojonegoro terpaksa PJJ akibat ada siswa dan guru terpapar. “Baru dirumuskan hari ini (kemarin), karena baru diketahui PPKM level 3,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin.

Adi mengimbau siswa tetap semangat belajar di berbagai kondisi. Selain itu tetap tenang dan tidak perlu panik. Telebih sebentar lagi siswa kelas XII akan menghadapi ujian. “Walau belajar di rumah tetap semangat,” mintanya.

Baca Juga :  Dua Rumah di Bojonegoro Terdampak Longsor Bengawan Solo

Kepala SMAN 1 Bojonegoro Sumarmin mengatakan, PJJ atau pembelajaran daring dimulai hari ini. Setelah ditemukan lebih dari 10 siswa dan guru terpapar virus Covid-19. “Sudah tertangani semua,” ungkapnya kemarin.

Sumarmin menjelaskan, sesuai SKB empat menteri ketika tidak membentuk klaster, jika ada terpapar hanya kelas dari siswa tersebut yang menggelar daring selama lima hari. Namun, minggu lalu sudah sekitar 12 kelas PJJ, akibat ada laporan siswa terpapar. “Yang sakit setiap hari juga semakin banyak,” terangnya.

Pihak sekolah, menurut Sumarmin, selanjutnya melayangkan surat ke dinas kesehatan (dinkes) untuk tracing dan testing kemarin. Hasil sementara ada yang terindikasi. Sehingga berkoordinasi dengan komite, pembina, dan cabang dinas pendidikan diputuskan pembelajaran daring.

Baca Juga :  Kuliah Perdana, Sehari Orientasi, Selanjutnya Online

Sumarmin mengaku pembelajaran daring di sekolahnya akan dilakukan hingga 4 Maret. Namun hanya siswa kelas XII yang masuk minggu depan, sebagai persiapan menghadapi ujian. “Kami periksa kondisi siswa,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, madrasah mulai gelar PTM secara daring hingga 50 persen. Namun, ada yang PTM 100 persen, tetapi jam pembelajaran dikurangi. Di lingkup dinas pendidikan, juga ada enam SMPN dan tiga SDN yang terpapar Covid-19.

Sekretaris Disdik Bojonegoro Suyanto mengatakan, perubahan skema PTM karena PPKM level 3 akan dibahas hari ini. Tentu, menyesuaikan dengan perkembangan pandemi Covid-19, dan berikutnya dikonsep dengan tim.

“Plt Kadisdik baru perjalanan pulang dari tugas luar kota,” jelasnya kemarin sore.

Terkait adanya penambahan sekolah terpapar, Suyanto membenarkan. Namun, kepastian sekolah yang terpapar baru akan disampaikan hari ini. (irv/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – SMA dan SMK mulai mengubah skema pembelajaran di tengah meningkatnya tren Covid-19 ini. Mulai hari ini (24/2) siswa SMA dan SMK memberlakukan pembelajaran tatap muka 25 persen. Sementara, SMAN 1 Bojonegoro memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) setelah ada 10 siswa dan guru terpapar Covid-19.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno membenarkan skema pembelajaran diubah mulai hari ini. Semua SMA dan SMK pembelajaran hanya 25 persen. Setelah level PPKM naik menjadi level 3. Sehingga sesuai surat keputusan bersama (SKB) empat menteri besaran PTM harus dikurangi.

Hanya, SMAN 1 Bojonegoro terpaksa PJJ akibat ada siswa dan guru terpapar. “Baru dirumuskan hari ini (kemarin), karena baru diketahui PPKM level 3,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin.

Adi mengimbau siswa tetap semangat belajar di berbagai kondisi. Selain itu tetap tenang dan tidak perlu panik. Telebih sebentar lagi siswa kelas XII akan menghadapi ujian. “Walau belajar di rumah tetap semangat,” mintanya.

Baca Juga :  Sidang Tuntutan Yuliatin Ditunda

Kepala SMAN 1 Bojonegoro Sumarmin mengatakan, PJJ atau pembelajaran daring dimulai hari ini. Setelah ditemukan lebih dari 10 siswa dan guru terpapar virus Covid-19. “Sudah tertangani semua,” ungkapnya kemarin.

Sumarmin menjelaskan, sesuai SKB empat menteri ketika tidak membentuk klaster, jika ada terpapar hanya kelas dari siswa tersebut yang menggelar daring selama lima hari. Namun, minggu lalu sudah sekitar 12 kelas PJJ, akibat ada laporan siswa terpapar. “Yang sakit setiap hari juga semakin banyak,” terangnya.

Pihak sekolah, menurut Sumarmin, selanjutnya melayangkan surat ke dinas kesehatan (dinkes) untuk tracing dan testing kemarin. Hasil sementara ada yang terindikasi. Sehingga berkoordinasi dengan komite, pembina, dan cabang dinas pendidikan diputuskan pembelajaran daring.

Baca Juga :  Dua Rumah di Bojonegoro Terdampak Longsor Bengawan Solo

Sumarmin mengaku pembelajaran daring di sekolahnya akan dilakukan hingga 4 Maret. Namun hanya siswa kelas XII yang masuk minggu depan, sebagai persiapan menghadapi ujian. “Kami periksa kondisi siswa,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, madrasah mulai gelar PTM secara daring hingga 50 persen. Namun, ada yang PTM 100 persen, tetapi jam pembelajaran dikurangi. Di lingkup dinas pendidikan, juga ada enam SMPN dan tiga SDN yang terpapar Covid-19.

Sekretaris Disdik Bojonegoro Suyanto mengatakan, perubahan skema PTM karena PPKM level 3 akan dibahas hari ini. Tentu, menyesuaikan dengan perkembangan pandemi Covid-19, dan berikutnya dikonsep dengan tim.

“Plt Kadisdik baru perjalanan pulang dari tugas luar kota,” jelasnya kemarin sore.

Terkait adanya penambahan sekolah terpapar, Suyanto membenarkan. Namun, kepastian sekolah yang terpapar baru akan disampaikan hari ini. (irv/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/