alexametrics
27.4 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Lahirkan Inovasi e-Bikonsi dan Tilik Siswa untuk Permudah KBM Daring

Radar Tuban – Pandemi Covid-19 menuntut setiap lembaga pendidikan untuk berinovasi. Dan, SMAN 1 Grabagan mampu menjawab tantangan inovasi tersebut. Di tengah kendala kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di tengah pandemi, SMAN 1 Grabagan mampu mengatasi persoalan tersebut dengan membuat inovasi e-Bikonsi dan Tilik Siswa.

Kepala SMAN 1 Grabagan Muhammad Ma’ruf me ngatakan, layanan e-Bikonsi atau Elektronik Bimbingan Konseling Siswa merupakan salah satu inovasi layanan bimbingan konseling (BK) kepada siswa dengan memanfatkan media elektronik, seperti handphone, tablet, laptop maupun komputer. Dijelaskan dia, siswa-siswi yang mempunyai masalah dan ingin mendapatkan layanan BK dari guru BK masih tetap bisa dilayani seperti saat sebelum pandemi.

Diungkapkan Ma’ruf, dengan media inovasi e-Bikonsi tersebut, guru BK masih tetap bisa memberikan layanan bimbingan secara individu maupun kelompok. ‘’Walau berjarak, teknik layanan bimbingan seperti ini sangat efekif karena mereka bisa berdiskusi dan beraudiensi secara langsung dan seolah-olah berada di ruang BK,’’ terangnya.

Sementara untuk inovasi Tilik Siswa, terang Ma’ruf, merupakan respons positif sekolah terhadap munculnya permasalahan dan hambatan saat pelaksanaan pembelajaran secara daring (dalam jaringan). Problem tersebut terkait tak bisa ikutnya beberapa siswa. Pada inovasi Tilik Siswa ini pendidik melakukan kunjungan ke rumah siswa yang mengalami masalah dalam pembelajaran daring sekaligus mencarikan solusinya.

Baca Juga :  Mashadi Pimpin DPD PAN Tuban, Ditunjuk Sebagai Ketua Formatur

‘’Dalam layanan Tilik Siswa kita terjun langsung ke rumah siswa yang memiliki masalah dengan pembelajaran daringnya dan mencarikan solusinya,’’ terangnya. Lebih lanjut Ma’ruf menyampaikan, beberapa persoalan dan hambatan yang dialami siswanya tersebut, di antaranya, keterbatasan perangkat elektronik yang memadai, signal, dan keterbatasan kuota data yang dimiliki siswa.

‘’Dalam pembelajaran daring memang banyak siswa yang memiliki masalah terkait sarana dan prasarana yang dimiliki,’’ ujar dia. Karena itu, inovasi Tilik Siswa menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Seiring dengan munculnya berbagai persoalan tersebut, SMAN 1 Grabagan juga membuat kebijakan untuk membantu siswanya yang tidak memiliki perangkat elektronik.

Terobosan kebijakan tersebut diberi nama Jaman Lobster di Jaring (peminjaman laptop atau komputer untuk pembelajaran daring). Dijelaskan pendidikan asal Bojonegoro ini, siswa yang tidak memiliki perangkat digital dipinjami oleh sekolah. Tujuannya, agar siswa tersebut bisa mengikuti pembelajaran daring seperti siswa lain.

Baca Juga :  Prestasi Sekolah Pengaruhi Kepercayaan Siswa Pendaftar PPDB

Selain itu, siswa juga diberikan keleluasaan dalam mengakses perpustakaan sekolah, laboratorium komputer, serta jaringan wifi di area sekolah yang signalnya kuat. ‘’Permasalahan teknis tidak boleh menghambat anakanak untuk mengikuti pembelajaran daring. Karena masih masa pandemi, tentu saja anak-anak harus menaati protokol kesehatan covid-19, yakni 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan),’’ ujarnya.

Selain inovasi dalam bidang pembelajaran, SMAN 1 Grabagan juga menggalang kerja sama dengan dunia usaha (DU) untuk membangun peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah.

Masih dikatakan Ma’ruf, menjalin kerja sama yang produktif dan kemitraan yang harmonis dengan berbagai pihak merupakan salah satu cara untuk meningkatkan prestasi sekolah. Upaya tersebut diimplementasikan melalui strategi sinergi dengan model Plan, Do, Check, dan Action (PDCA).

‘’Melalui komite sekolah, SMAGRA (SMAN 1 Grabagan) berhasil menjalin kerja sama dengan PT Harang Bumi Energi (HBE) dalam pembangunan sarana dan prasarana seperti lapangan olahraga dan tempat parkir siswa yang memadai,’’ jelasnya.

Radar Tuban – Pandemi Covid-19 menuntut setiap lembaga pendidikan untuk berinovasi. Dan, SMAN 1 Grabagan mampu menjawab tantangan inovasi tersebut. Di tengah kendala kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di tengah pandemi, SMAN 1 Grabagan mampu mengatasi persoalan tersebut dengan membuat inovasi e-Bikonsi dan Tilik Siswa.

Kepala SMAN 1 Grabagan Muhammad Ma’ruf me ngatakan, layanan e-Bikonsi atau Elektronik Bimbingan Konseling Siswa merupakan salah satu inovasi layanan bimbingan konseling (BK) kepada siswa dengan memanfatkan media elektronik, seperti handphone, tablet, laptop maupun komputer. Dijelaskan dia, siswa-siswi yang mempunyai masalah dan ingin mendapatkan layanan BK dari guru BK masih tetap bisa dilayani seperti saat sebelum pandemi.

Diungkapkan Ma’ruf, dengan media inovasi e-Bikonsi tersebut, guru BK masih tetap bisa memberikan layanan bimbingan secara individu maupun kelompok. ‘’Walau berjarak, teknik layanan bimbingan seperti ini sangat efekif karena mereka bisa berdiskusi dan beraudiensi secara langsung dan seolah-olah berada di ruang BK,’’ terangnya.

Sementara untuk inovasi Tilik Siswa, terang Ma’ruf, merupakan respons positif sekolah terhadap munculnya permasalahan dan hambatan saat pelaksanaan pembelajaran secara daring (dalam jaringan). Problem tersebut terkait tak bisa ikutnya beberapa siswa. Pada inovasi Tilik Siswa ini pendidik melakukan kunjungan ke rumah siswa yang mengalami masalah dalam pembelajaran daring sekaligus mencarikan solusinya.

Baca Juga :  Lima Sekolah di Bojonegoro Gelar ANBK Susulan

‘’Dalam layanan Tilik Siswa kita terjun langsung ke rumah siswa yang memiliki masalah dengan pembelajaran daringnya dan mencarikan solusinya,’’ terangnya. Lebih lanjut Ma’ruf menyampaikan, beberapa persoalan dan hambatan yang dialami siswanya tersebut, di antaranya, keterbatasan perangkat elektronik yang memadai, signal, dan keterbatasan kuota data yang dimiliki siswa.

‘’Dalam pembelajaran daring memang banyak siswa yang memiliki masalah terkait sarana dan prasarana yang dimiliki,’’ ujar dia. Karena itu, inovasi Tilik Siswa menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Seiring dengan munculnya berbagai persoalan tersebut, SMAN 1 Grabagan juga membuat kebijakan untuk membantu siswanya yang tidak memiliki perangkat elektronik.

Terobosan kebijakan tersebut diberi nama Jaman Lobster di Jaring (peminjaman laptop atau komputer untuk pembelajaran daring). Dijelaskan pendidikan asal Bojonegoro ini, siswa yang tidak memiliki perangkat digital dipinjami oleh sekolah. Tujuannya, agar siswa tersebut bisa mengikuti pembelajaran daring seperti siswa lain.

Baca Juga :  Perbaikan Jembatan Cincim Molor dari Jadwal yang Ditentukan

Selain itu, siswa juga diberikan keleluasaan dalam mengakses perpustakaan sekolah, laboratorium komputer, serta jaringan wifi di area sekolah yang signalnya kuat. ‘’Permasalahan teknis tidak boleh menghambat anakanak untuk mengikuti pembelajaran daring. Karena masih masa pandemi, tentu saja anak-anak harus menaati protokol kesehatan covid-19, yakni 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan),’’ ujarnya.

Selain inovasi dalam bidang pembelajaran, SMAN 1 Grabagan juga menggalang kerja sama dengan dunia usaha (DU) untuk membangun peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah.

Masih dikatakan Ma’ruf, menjalin kerja sama yang produktif dan kemitraan yang harmonis dengan berbagai pihak merupakan salah satu cara untuk meningkatkan prestasi sekolah. Upaya tersebut diimplementasikan melalui strategi sinergi dengan model Plan, Do, Check, dan Action (PDCA).

‘’Melalui komite sekolah, SMAGRA (SMAN 1 Grabagan) berhasil menjalin kerja sama dengan PT Harang Bumi Energi (HBE) dalam pembangunan sarana dan prasarana seperti lapangan olahraga dan tempat parkir siswa yang memadai,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/