alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Abadikan Gagak Rimang Raksasa

TUBAN, Radar Tuban – Gagak Rimang yang dipercaya sebagai nama kuda hitam tunggangan Ronggolawe menjadi obyek lukisan para seniman yang tergabung dalam Tuban Graffiti (Tubgraf). 

Belasan seniman mengabadikan salah satu hewan legenda masyarakat Tuban itu di tembok pojok Jalan Ronggolawe Tuban. Lukisan raksasa bermedia tembok berukuran 3×4 meter itu menarik perhatian siapa pun yang melintas.

Akbar Kusuma Anjasmara, salah satu seniman pembuat lukisan raksasa tersebut mengatakan, Gagak Rimang adalah legenda masyarakat Tuban. Salah satu motivasinya membuat mural kuda hitam adalah masukan banyak masyarakat. 

‘’Berdasarkan ratusan orang yang saya tanya, salah satu ciri khas Tuban adalah kuda hitam. Ini yang menjadi motivasi kami untuk membuat lukisan salah satu ikon kota,’’ kata pemuda yang akrab disapa Anjas ini.

Baca Juga :  Tuban Darurat! Semakin Banyak Pasien Positif Covid-19 Dirawat

Lulusan S1 Seni Budaya Universtias Negeri Surabaya (Unesa) itu menuturkan, Gagak Rimang adalah salah satu sosok penting dalam legenda Tuban. Ditambahkan dia, selama ini komunitasnya sering mengabadikan sosok-sosok legenda yang tak asing di kalangan masyarakat Tuban. 

‘’Identitas visual mempunyai arti penting bagi keberlangsungan sejarah. Gagak Rimang ini menjadi salah satu legenda yang jadi ikon visual kota,’’ lanjutnya.

Proses menggambar Gagak Rimang tersebut membutuhkan waktu sekitar 6 jam. Menghabiskan puluhan botol cat spray hasil patungan antar anggota komunitas. Dikatakan Anjas, ada kepuasan tersendiri saat lukisan muralnya mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. 

‘’Kami akan terus mengabadikan sosok-sosok tanah air melalui visual di tembok-tembok yang ada di Tuban,’’ ujarnya. (yud/wid)

Baca Juga :  Kerajinan Bambu Ngraho Perlu Terobosan

TUBAN, Radar Tuban – Gagak Rimang yang dipercaya sebagai nama kuda hitam tunggangan Ronggolawe menjadi obyek lukisan para seniman yang tergabung dalam Tuban Graffiti (Tubgraf). 

Belasan seniman mengabadikan salah satu hewan legenda masyarakat Tuban itu di tembok pojok Jalan Ronggolawe Tuban. Lukisan raksasa bermedia tembok berukuran 3×4 meter itu menarik perhatian siapa pun yang melintas.

Akbar Kusuma Anjasmara, salah satu seniman pembuat lukisan raksasa tersebut mengatakan, Gagak Rimang adalah legenda masyarakat Tuban. Salah satu motivasinya membuat mural kuda hitam adalah masukan banyak masyarakat. 

‘’Berdasarkan ratusan orang yang saya tanya, salah satu ciri khas Tuban adalah kuda hitam. Ini yang menjadi motivasi kami untuk membuat lukisan salah satu ikon kota,’’ kata pemuda yang akrab disapa Anjas ini.

Baca Juga :  Kesenian Daerah Jangan Direndahkan

Lulusan S1 Seni Budaya Universtias Negeri Surabaya (Unesa) itu menuturkan, Gagak Rimang adalah salah satu sosok penting dalam legenda Tuban. Ditambahkan dia, selama ini komunitasnya sering mengabadikan sosok-sosok legenda yang tak asing di kalangan masyarakat Tuban. 

‘’Identitas visual mempunyai arti penting bagi keberlangsungan sejarah. Gagak Rimang ini menjadi salah satu legenda yang jadi ikon visual kota,’’ lanjutnya.

Proses menggambar Gagak Rimang tersebut membutuhkan waktu sekitar 6 jam. Menghabiskan puluhan botol cat spray hasil patungan antar anggota komunitas. Dikatakan Anjas, ada kepuasan tersendiri saat lukisan muralnya mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. 

‘’Kami akan terus mengabadikan sosok-sosok tanah air melalui visual di tembok-tembok yang ada di Tuban,’’ ujarnya. (yud/wid)

Baca Juga :  Besok Arus Puncak Balik, Tiket Kereta di Stasiun Besar Bojonegoro Habis

Artikel Terkait

Most Read

Raih Dua Medali Perunggu di Makassar

Dua Motor Beradu, Dua Tewas

Paling Susah Hitungan

Artikel Terbaru

Delapan Incumbent Kalah Suara

PT DESI Bakal Dilarang Beroperasi

Matangkan Persiapan


/