alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Siapkan Skema Jaga Gereja dan Antisipasi Euforia Tahun Baru

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), petugas gabungan mengajak koordinasi lebih intens terhadap semua 38 gereja di Bojonegoro. Selain penjagaan gereja saat Natal, juga upaya antisipasi euforia masyarakat saat malam tahun baru.
Kepolisian Senin lalu (20/12) menggelar rapat koordinasi (rakor) mengajak TNI, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pengurus gereja, dan elemen masyarakat. Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, sesuai Inmendagri Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 saat Nataru, pemerintah telah membuat kebijakan pengaturan di rumah ibadah khususnya gereja.
“Sekaligus pengaturan perayaan tahun baru, pengaturan tempat perbelanjaan, tempat wisata lokal, peniadaan mudik, cuti periode libur Natal dan tahun baru, serta mobilitas masyarakat,” jelasnya.
Rakor tersebut sebagai persiapan menyamakan persepsi dalam pengamanan Nataru secara maksimal. Dan koordinasi berkaitan agenda ibadah. “Mohon kerja sama dari pengurus gereja menyosialisasikan standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan ibadah kepada para jemaat,” tutur Kapolres.
Dia berharap terwujud situasi kamtibmas kondusif sehingga masyarakat dapat merayakan Nataru dengan aman di masa pandemi Covid-19. Meskipun Kabupaten Bojonegoro saat ini telah masuk pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level satu, tetapi perlu diantisipasi adanya euforia masyarakat yang kemungkinan berdampak peningkatan kasus Covid-19.
“Mengingat saat ini masih masa pandemi Covid-19 dan adanya varian baru omicron, sehingga perlu untuk menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan percepatan vaksinasi,” tegasnya.
Ketua Badan Antar Gereja (Bamag) Bojonegoro Iwan Sukmono menerangkan, sebanyak 38 gereja wajib memperketat penerapan prokes saat ibadah. Perayaan Natal tahun ini tidak jauh beda dengan tahun lalu, dirayakan secara sederhana. Karena memang masih pandemi Covid-19.
“Kapasitas jemaat dibatasi maksimal 50 persen. Ibadah digelar secara daring dan luring. Penerapan prokes wajib dilaksanakan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi dioptimalkan,” jelas Iwan.

Baca Juga :  Belum Tunjuk Jaksa Peneliti

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), petugas gabungan mengajak koordinasi lebih intens terhadap semua 38 gereja di Bojonegoro. Selain penjagaan gereja saat Natal, juga upaya antisipasi euforia masyarakat saat malam tahun baru.
Kepolisian Senin lalu (20/12) menggelar rapat koordinasi (rakor) mengajak TNI, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pengurus gereja, dan elemen masyarakat. Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, sesuai Inmendagri Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 saat Nataru, pemerintah telah membuat kebijakan pengaturan di rumah ibadah khususnya gereja.
“Sekaligus pengaturan perayaan tahun baru, pengaturan tempat perbelanjaan, tempat wisata lokal, peniadaan mudik, cuti periode libur Natal dan tahun baru, serta mobilitas masyarakat,” jelasnya.
Rakor tersebut sebagai persiapan menyamakan persepsi dalam pengamanan Nataru secara maksimal. Dan koordinasi berkaitan agenda ibadah. “Mohon kerja sama dari pengurus gereja menyosialisasikan standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan ibadah kepada para jemaat,” tutur Kapolres.
Dia berharap terwujud situasi kamtibmas kondusif sehingga masyarakat dapat merayakan Nataru dengan aman di masa pandemi Covid-19. Meskipun Kabupaten Bojonegoro saat ini telah masuk pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level satu, tetapi perlu diantisipasi adanya euforia masyarakat yang kemungkinan berdampak peningkatan kasus Covid-19.
“Mengingat saat ini masih masa pandemi Covid-19 dan adanya varian baru omicron, sehingga perlu untuk menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan percepatan vaksinasi,” tegasnya.
Ketua Badan Antar Gereja (Bamag) Bojonegoro Iwan Sukmono menerangkan, sebanyak 38 gereja wajib memperketat penerapan prokes saat ibadah. Perayaan Natal tahun ini tidak jauh beda dengan tahun lalu, dirayakan secara sederhana. Karena memang masih pandemi Covid-19.
“Kapasitas jemaat dibatasi maksimal 50 persen. Ibadah digelar secara daring dan luring. Penerapan prokes wajib dilaksanakan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi dioptimalkan,” jelas Iwan.

Baca Juga :  DPRD Butuh Penjelasan Pemkab Terkait Pencabutan SK BKD

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/