alexametrics
27.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Peternak Butuh Laboratorium Pakan

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Selama dua tahun terakhir belum ada uji kualitas pakan untuk peternakan. Sehingga peternak butuh fasilitas laboratorium pakan. Tentu untuk menguji kandungan protein, vitamin yang cocok bagi ternak. Sebab, pakan unsur terpenting usaha peternakan.
Jupri salah satu peternak ayam petelur Desa Ngraho, Kecamatan Gayam menjelaskan, pakan menjadi unsur penting bagi para peternak. Sehingga laboratorium pakan dibutuhkan menjaga kualitas makanan dikonsumsi ternak. “Lab pakan penting bagi produksi ternak. Terutama seperti peternakan telur ayam, harapannya ada meski satu di Bojonegoro,” katanya kemarin (22/12).
Jika ada lab, menurut Jupri, peternak bisa uji pakan yang layak, terlebih kandungan vitamin dan protein dibutuhkan. Sebab setiap jenis pakan mempunyai kadar berbeda. Termasuk iklim suatu wilayah juga memengaruhi. “Kalau ada lab enak, nanti peternak bisa melakukan uji pakan dan menghasilkan pakan baik,” jelasnya.
Menurut Jupri, selama ini peternak hanya mengandalkan tembung jare (hanya mendengar), bahwa jagung mengandung protein yang baik. Namun, tidak mengetahui kadar sebenarnya dalam jagung tersebut. Terlebih tidak semua jenis pakan mengandung protein sama dan cocok bagi ternak.
Latifah Fakhrus salah satu pengurus BUMDes Peternak Desa Kacangan Kecamatan Tambakrejo mengungkapkan, penting bagi pemerintah membuat lab pakan. Sehingga pakan diberikan pada ternak bisa maksimal mendorong produksi. “Ya tidak hanya untuk uji pakan ayam saja, ternak lain juga bisa menggunakan fasilitas tersebut,” terangnya.
Latifah memastikan, pembuatan pakan ternkanya masih secara manual atau tanpa uji kualitas. Jika terdapat lab pakan, peternak akan lebih kreatif dalam usaha ternak. Peternak bisa berkreasi memanfaatkan lab penelitian. Apalagi daerah penghasil minyak saat ini mempunyai beberapa potensi jenis ternak sudah masuk nominasi juara.
“Seharusnya pemerintah ada upaya memberikan fasilitas untuk lab pakan,” ungkapnya.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Elfia Nuraini mengatakan, jika belum ada lab pakan. Namun pihaknya belum memberikan keterangan tentang urgensi lab pakan untuk ke depannya.
Berdasar website disnakkan.bojonegorokab.go,id, melihat rencana program, kegiatan, dan pendanaan Disnakkan 2019-2021 terdapat program pengembangan mutu pakan ternak. Dengan menguji di laboratorium berjumlah 30 sampel. Sedangkan target 36 sampel pada 2019 lalu. Anggaranya mencapai Rp 50,4 juta. (luk)

Baca Juga :  Beralasan Kekurangan Tukang dan Kuli

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Selama dua tahun terakhir belum ada uji kualitas pakan untuk peternakan. Sehingga peternak butuh fasilitas laboratorium pakan. Tentu untuk menguji kandungan protein, vitamin yang cocok bagi ternak. Sebab, pakan unsur terpenting usaha peternakan.
Jupri salah satu peternak ayam petelur Desa Ngraho, Kecamatan Gayam menjelaskan, pakan menjadi unsur penting bagi para peternak. Sehingga laboratorium pakan dibutuhkan menjaga kualitas makanan dikonsumsi ternak. “Lab pakan penting bagi produksi ternak. Terutama seperti peternakan telur ayam, harapannya ada meski satu di Bojonegoro,” katanya kemarin (22/12).
Jika ada lab, menurut Jupri, peternak bisa uji pakan yang layak, terlebih kandungan vitamin dan protein dibutuhkan. Sebab setiap jenis pakan mempunyai kadar berbeda. Termasuk iklim suatu wilayah juga memengaruhi. “Kalau ada lab enak, nanti peternak bisa melakukan uji pakan dan menghasilkan pakan baik,” jelasnya.
Menurut Jupri, selama ini peternak hanya mengandalkan tembung jare (hanya mendengar), bahwa jagung mengandung protein yang baik. Namun, tidak mengetahui kadar sebenarnya dalam jagung tersebut. Terlebih tidak semua jenis pakan mengandung protein sama dan cocok bagi ternak.
Latifah Fakhrus salah satu pengurus BUMDes Peternak Desa Kacangan Kecamatan Tambakrejo mengungkapkan, penting bagi pemerintah membuat lab pakan. Sehingga pakan diberikan pada ternak bisa maksimal mendorong produksi. “Ya tidak hanya untuk uji pakan ayam saja, ternak lain juga bisa menggunakan fasilitas tersebut,” terangnya.
Latifah memastikan, pembuatan pakan ternkanya masih secara manual atau tanpa uji kualitas. Jika terdapat lab pakan, peternak akan lebih kreatif dalam usaha ternak. Peternak bisa berkreasi memanfaatkan lab penelitian. Apalagi daerah penghasil minyak saat ini mempunyai beberapa potensi jenis ternak sudah masuk nominasi juara.
“Seharusnya pemerintah ada upaya memberikan fasilitas untuk lab pakan,” ungkapnya.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Elfia Nuraini mengatakan, jika belum ada lab pakan. Namun pihaknya belum memberikan keterangan tentang urgensi lab pakan untuk ke depannya.
Berdasar website disnakkan.bojonegorokab.go,id, melihat rencana program, kegiatan, dan pendanaan Disnakkan 2019-2021 terdapat program pengembangan mutu pakan ternak. Dengan menguji di laboratorium berjumlah 30 sampel. Sedangkan target 36 sampel pada 2019 lalu. Anggaranya mencapai Rp 50,4 juta. (luk)

Baca Juga :  Belajar di Rumah, Siswa Tetap Beli Seragam

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/