alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Saturday, May 28, 2022

Kampung Kristen dan Kampung Toleransi Hanya Gelar Ibadah Natal

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Hari Natal  kian dekat. Masyarakat yang merayakannya mulai bersiap menyambut hari spesial itu. Termasuk masyarakat di Kampung Kristen di Dusun Kwangen, Desa Leran, Kecamatan Kalitidu. Begitu juga, masyarakat Kampung Toleransi di Desa Kolong, Kecamatan Ngasem.
Dua dusun tersebut cukup identik menjaga toleransi itu bakal merayakan Hari Natal fokus untuk ibadah. Pihak gereja di dua dusun tersebut tidak mengundang warga sekitar dengan jumlah banyak karena Natal tahun ini masih dalam pandemi. Sama seperti perayaan Natal tahun lalu.
Ketua Gereja Katolik Santa Maria Desa Kolong, Parlan mengatakan, kondisi pandemi korona masih berlangsung. Sehingga Natal hanya diperingati dengan ibadah biasa di gereja. “Berhubung kondisi masih seperti ini acaranya ibadah biasa,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Parlan menjelaskan pendemi korona membuat pengurus gereja belum diperbolehkan menggelar acara seperti sebelum pandemi. Sejak tahun lalu, Natal hanya diperingati dengan ibadah biasa oleh jemaat. Tidak ada acara mengundang warga sekitar gereja beragama lain.
“Biasanya tokoh masyarakat di Desa Kolong diundang untuk makan bersama,” jelasnya.
Koordinator Pelayanan dan Kesaksian Bethel Kwangenrejo GPIH Desa Leran, Hartono mengatakan, ibadah Natal akan berlangsung Jumat (24/12) hingga Sabtu (25/12). Kondisi pandemi korona menjadi pertimbangan pengurus gereja tidak menggelar acara meriah yang mengundang warga sekitar Gereja Kwangenrejo. Sehingga ibadah di gereja hanya diikuti jemaat saja.
“Mengikuti imbauan dari gereja pusat,” ujarnya.
Menurut Hartono, ibadah Natal tetap digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker dan menjaga jarak. Terlebih jemaat gereja hanya sekitar 45 orang. Tentu, pihak gereja mampu menampung semua jemaat dengan menerapkan prokes. Tanpa harus membagi ibadah menjadi beberapa sesi.
“Karena jemaat tidak banyak, tak seperti gereja di wilayah kota. Kami laksanakan dengan kapasitas 100 persen, tapi tetap diterapkan prokes,” terangnya.
Hartono mengaku meski dalam kondisi pandemi korona, ibadah Natal tetap bisa dilaksanakan dengan khusyuk. Tidak mengurangi nilai ibadah. “Semoga tahun depan bisa dilaksanakan perayaan,” jelasnya. (irv)

Baca Juga :  Pokir Tak Cair, DPRD Sempat Deadlock

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Hari Natal  kian dekat. Masyarakat yang merayakannya mulai bersiap menyambut hari spesial itu. Termasuk masyarakat di Kampung Kristen di Dusun Kwangen, Desa Leran, Kecamatan Kalitidu. Begitu juga, masyarakat Kampung Toleransi di Desa Kolong, Kecamatan Ngasem.
Dua dusun tersebut cukup identik menjaga toleransi itu bakal merayakan Hari Natal fokus untuk ibadah. Pihak gereja di dua dusun tersebut tidak mengundang warga sekitar dengan jumlah banyak karena Natal tahun ini masih dalam pandemi. Sama seperti perayaan Natal tahun lalu.
Ketua Gereja Katolik Santa Maria Desa Kolong, Parlan mengatakan, kondisi pandemi korona masih berlangsung. Sehingga Natal hanya diperingati dengan ibadah biasa di gereja. “Berhubung kondisi masih seperti ini acaranya ibadah biasa,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Parlan menjelaskan pendemi korona membuat pengurus gereja belum diperbolehkan menggelar acara seperti sebelum pandemi. Sejak tahun lalu, Natal hanya diperingati dengan ibadah biasa oleh jemaat. Tidak ada acara mengundang warga sekitar gereja beragama lain.
“Biasanya tokoh masyarakat di Desa Kolong diundang untuk makan bersama,” jelasnya.
Koordinator Pelayanan dan Kesaksian Bethel Kwangenrejo GPIH Desa Leran, Hartono mengatakan, ibadah Natal akan berlangsung Jumat (24/12) hingga Sabtu (25/12). Kondisi pandemi korona menjadi pertimbangan pengurus gereja tidak menggelar acara meriah yang mengundang warga sekitar Gereja Kwangenrejo. Sehingga ibadah di gereja hanya diikuti jemaat saja.
“Mengikuti imbauan dari gereja pusat,” ujarnya.
Menurut Hartono, ibadah Natal tetap digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker dan menjaga jarak. Terlebih jemaat gereja hanya sekitar 45 orang. Tentu, pihak gereja mampu menampung semua jemaat dengan menerapkan prokes. Tanpa harus membagi ibadah menjadi beberapa sesi.
“Karena jemaat tidak banyak, tak seperti gereja di wilayah kota. Kami laksanakan dengan kapasitas 100 persen, tapi tetap diterapkan prokes,” terangnya.
Hartono mengaku meski dalam kondisi pandemi korona, ibadah Natal tetap bisa dilaksanakan dengan khusyuk. Tidak mengurangi nilai ibadah. “Semoga tahun depan bisa dilaksanakan perayaan,” jelasnya. (irv)

Baca Juga :  si tongkol tangguh hasil hebat, kepada petani Jawa Tengah & Jawa Timur

Artikel Terkait

Most Read

Cintai Budaya Sendiri

Sepatu Pelengkap Penampilan

Artikel Terbaru


/