alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Keluhkan Tak Ada Materi ANBK Khusus SD LB

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) jenjang sekolah dasar luar biasa (SD LB) sudah digelar minggu lalu. Namun, banyak catatan dan evaluasi selama pelaksanaan untuk siswa berkebutuhan khusus ini. Seperti materi asesmen tidak ada kekhususan untuk siswa SD LB. Sehingga siswa berkebutuhan khusus kesulitan mengerjakan.
Kepala SLB Negeri Sumbang, Kacematan Kota Istijani mengatakan, siswa SD LB mengerjakan soal yang sama dengan SD reguler. Standar materi tidak ada yang khusus untuk anak berkebutuhan khusus. Sehingga kesulitan dalam mengerjakan. “Mengerjakan sebisanya,” jelasnya.
Siswa SD LB harus mengerjakan materi tidak diberikan oleh guru di SLB. Akibatnya ANBK tersebut tidak bisa dijadikan petokan mutu pendidikan untuk lembaga pendidilan luar biasa. “Ada monev dari provinsi kami sampaikan kesulitan anak-anak dalam mengerjakan,” ungkapnya.
Istijani menjelaskan, terdapat empat siswanya mengikuti ANBK jenjang SD LB. Jumlah tersebut sampel dari total 16 siswa kelas lima. Keempat siswa berhambatan tunarungu. “Yang berhak mengikuti hanya siswa tunadaksa dan tunarungu,” jelasnya.
Seharusnya, menurut dia, siswa tunanetra bisa mengikuti ANBK, karena dari segi berpikir mampu untuk mengerjakan soal-soal asesmen. Namun untuk tahun pertama ini siswa hambatan mental dan penglihatan tidak diikutikan.
“Semoga tahun depan ada evaluasi dan siswa tunanetra ikut ANBK,” harapnya.
Pada ANBK jenjang SDLB, siswa SLBN Sumbang mengikuti asesmen dengan menumpang di SMAN 2 Bojonegoro. Dan mengikuti gelombang pertama, tepatnya Senin (15/11) hingga Selasa (16/11) lalu.
Kasi SMA dan PK-PLK Cadang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur wilayah Bojonegoro-Tuban Sri Hartati mengklaim ANBK jenjang SDLB berjalan lancar. Meski pelaksanaannya menumpang di SMAN dan SMKN di bawah cabdisdik.
Tatik sapaannya menjelaskan sekitar 17 siswa dari tujuh SLB mengikuti ANBK jenjang SD LB. Dan hanya siswa tuna daksa dan tuna rungu yang berhak mengikutinya.
Semenara itu, ANBK jenjang SD masih berlangsung dan akan berakhir Kamis (25/11). Saat ini digelar gelombang tiga dan empat. “Minggu ini terakhir,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Suyanto kemarin.
Suyanto menjelaskan, terdapat ANBK susulan. Pada gelombang satu dan dua yang digelar pekan lalu terjadi eror di dua lembaga di Kecamatan Tambakrejo. Setiap lembaga masing-masing satu laboratorium, sehingga pelaksanaannya menyusul.
“Sudah kami ajukan ke pihak pusat, menunggu keputusan untuk pelaksanaan,” ujarnya. (irv)

Baca Juga :  Perbaikan Darurat Jembatan Glendeng Dilakukan Dinas PU Tuban

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) jenjang sekolah dasar luar biasa (SD LB) sudah digelar minggu lalu. Namun, banyak catatan dan evaluasi selama pelaksanaan untuk siswa berkebutuhan khusus ini. Seperti materi asesmen tidak ada kekhususan untuk siswa SD LB. Sehingga siswa berkebutuhan khusus kesulitan mengerjakan.
Kepala SLB Negeri Sumbang, Kacematan Kota Istijani mengatakan, siswa SD LB mengerjakan soal yang sama dengan SD reguler. Standar materi tidak ada yang khusus untuk anak berkebutuhan khusus. Sehingga kesulitan dalam mengerjakan. “Mengerjakan sebisanya,” jelasnya.
Siswa SD LB harus mengerjakan materi tidak diberikan oleh guru di SLB. Akibatnya ANBK tersebut tidak bisa dijadikan petokan mutu pendidikan untuk lembaga pendidilan luar biasa. “Ada monev dari provinsi kami sampaikan kesulitan anak-anak dalam mengerjakan,” ungkapnya.
Istijani menjelaskan, terdapat empat siswanya mengikuti ANBK jenjang SD LB. Jumlah tersebut sampel dari total 16 siswa kelas lima. Keempat siswa berhambatan tunarungu. “Yang berhak mengikuti hanya siswa tunadaksa dan tunarungu,” jelasnya.
Seharusnya, menurut dia, siswa tunanetra bisa mengikuti ANBK, karena dari segi berpikir mampu untuk mengerjakan soal-soal asesmen. Namun untuk tahun pertama ini siswa hambatan mental dan penglihatan tidak diikutikan.
“Semoga tahun depan ada evaluasi dan siswa tunanetra ikut ANBK,” harapnya.
Pada ANBK jenjang SDLB, siswa SLBN Sumbang mengikuti asesmen dengan menumpang di SMAN 2 Bojonegoro. Dan mengikuti gelombang pertama, tepatnya Senin (15/11) hingga Selasa (16/11) lalu.
Kasi SMA dan PK-PLK Cadang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur wilayah Bojonegoro-Tuban Sri Hartati mengklaim ANBK jenjang SDLB berjalan lancar. Meski pelaksanaannya menumpang di SMAN dan SMKN di bawah cabdisdik.
Tatik sapaannya menjelaskan sekitar 17 siswa dari tujuh SLB mengikuti ANBK jenjang SD LB. Dan hanya siswa tuna daksa dan tuna rungu yang berhak mengikutinya.
Semenara itu, ANBK jenjang SD masih berlangsung dan akan berakhir Kamis (25/11). Saat ini digelar gelombang tiga dan empat. “Minggu ini terakhir,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Suyanto kemarin.
Suyanto menjelaskan, terdapat ANBK susulan. Pada gelombang satu dan dua yang digelar pekan lalu terjadi eror di dua lembaga di Kecamatan Tambakrejo. Setiap lembaga masing-masing satu laboratorium, sehingga pelaksanaannya menyusul.
“Sudah kami ajukan ke pihak pusat, menunggu keputusan untuk pelaksanaan,” ujarnya. (irv)

Baca Juga :  Prediksi Kuota di Bojonegoro Haji Sekitar 35 Persen

Artikel Terkait

Most Read

Vaksinasi Sasaran GTK Belum Tuntas

Belum Putuskan Merger

Mumuk dan Edi Jadi Kepala OPD Lagi 

Artikel Terbaru


/