alexametrics
27.1 C
Bojonegoro
Saturday, September 24, 2022

Penebangan Pohon Tak Pengaruhi Penilaian Adipura

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro — Penilaian Piala Adipura sudah berlangsung satu kali. Penilaan akan dilanjutkan tahap kedua bulan depan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro memastikan perubahan lingkungan akibat penebangan pohon tidak banyak memengaruhi penilaian Adipura.

 

Kepala DLH Bojonegoro Hanafi menjelaskan, penilaian Adipura tahun ini fokus pada sampah dan penge lolaannya. Namun, lingkungan dan penghijauan juga masuk sebagai salah satu poin penilaian.

 

“Porsinya tidak dominan. Sebab, fokus utama tahun ini adalah pengelolaan sampah. Baik di tempat pembungan akhir (TPA) maupun di bank sampah warga,” ungkap Hanafi.

- Advertisement -

 

Saat ini perubahan lingkungan di sejumlah jalan protokol sangat terlihat. Yakni, ditebangnya pohon peneduh di sejumlah jalan protokol di kawasan perkotaan.

Baca Juga :  Terdata Ada 18 Perceraian di Bojonegoro PNS dan TNI-Polri

 

Penebangan pohon itu karena ada proses pembangunan trotoar. Sehingga, pohon peneduh itu terkena pemang kasan. “Tim penilai sudah melihat sendiri. Termasuk pohon yang ditebang itu,” jelasnya.

 

Pohon yang ditebang itu, lanjut Hanafi, bukan tanpa alasan. Namun, demi kelancaran pembangunan saluran drainase. Setelah itu, pohon juga akan diganti baru. Sehingga, penilaian terhadap poin itu tetap berjalan. “Penilai juga melihat trotoar yang sudah dibangun dan pohon peneduhnya,” jelasnya.

 

Hasil penilaian Adipura akan di umumkan Desember mendatang. Bojonegoro tahun ini menargetkan bisa mendapatkan kembali gelar kota adipura. Sebab, sejak 2018 Bojonegoro belum pernah menerima Adipura. Terakhir diterima pada 2017.

 

Baca Juga :  Lambatnya Penyerapan Bantuan Disabilitas

“Dua tahun terakhir kan pandemi. Tidak ada penilaian adipura,” jelasnya.

 

Kabid Prasarana, Sarana dan Utilitas Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Iwan Maulana mengatakan, pohon-pohon yang ditebang itu akan diganti lagi. Persisnya setelah proses pembangunan trotoar selesai. “Nanti akan diganti tabebuya, pule, dan tanjung,” ungkapnya singkat. (zim/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro — Penilaian Piala Adipura sudah berlangsung satu kali. Penilaan akan dilanjutkan tahap kedua bulan depan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro memastikan perubahan lingkungan akibat penebangan pohon tidak banyak memengaruhi penilaian Adipura.

 

Kepala DLH Bojonegoro Hanafi menjelaskan, penilaian Adipura tahun ini fokus pada sampah dan penge lolaannya. Namun, lingkungan dan penghijauan juga masuk sebagai salah satu poin penilaian.

 

“Porsinya tidak dominan. Sebab, fokus utama tahun ini adalah pengelolaan sampah. Baik di tempat pembungan akhir (TPA) maupun di bank sampah warga,” ungkap Hanafi.

- Advertisement -

 

Saat ini perubahan lingkungan di sejumlah jalan protokol sangat terlihat. Yakni, ditebangnya pohon peneduh di sejumlah jalan protokol di kawasan perkotaan.

Baca Juga :  61 Siswa RA Berebut Juara Festival Kaligrafi

 

Penebangan pohon itu karena ada proses pembangunan trotoar. Sehingga, pohon peneduh itu terkena pemang kasan. “Tim penilai sudah melihat sendiri. Termasuk pohon yang ditebang itu,” jelasnya.

 

Pohon yang ditebang itu, lanjut Hanafi, bukan tanpa alasan. Namun, demi kelancaran pembangunan saluran drainase. Setelah itu, pohon juga akan diganti baru. Sehingga, penilaian terhadap poin itu tetap berjalan. “Penilai juga melihat trotoar yang sudah dibangun dan pohon peneduhnya,” jelasnya.

 

Hasil penilaian Adipura akan di umumkan Desember mendatang. Bojonegoro tahun ini menargetkan bisa mendapatkan kembali gelar kota adipura. Sebab, sejak 2018 Bojonegoro belum pernah menerima Adipura. Terakhir diterima pada 2017.

 

Baca Juga :  Peringati Hari Kusta Sedunia, RSUD Sumberrejo Gelar Seminar Kesehatan

“Dua tahun terakhir kan pandemi. Tidak ada penilaian adipura,” jelasnya.

 

Kabid Prasarana, Sarana dan Utilitas Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Iwan Maulana mengatakan, pohon-pohon yang ditebang itu akan diganti lagi. Persisnya setelah proses pembangunan trotoar selesai. “Nanti akan diganti tabebuya, pule, dan tanjung,” ungkapnya singkat. (zim/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat

Dinas PMD Masih Konsultasi dengan Pakar

Dua Kades di Blora Terancam Diberhentikan


/