alexametrics
27.1 C
Bojonegoro
Saturday, September 24, 2022

Rencana Pembebasan Lahan RSUD Sosodoro Djatikoesoemo dan RSUD Sumberrejo

Harga Tanah Sumberrejo Lebih Mahal Dibanding Kota

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Harga tanah di perkotaan ternyata lebih murah dibanding lahan di Kecamatan Sumberrejo. Indikasi itu tampak dari pemasangan anggaran rencana pembebasan lahan RSUD Sosodoro Djatikoesoemo dan RSUD Sumberrejo, saat ini masih proses appraisal (penaksir harga).

 

Sesuai hasil pembahasan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bojonegoro, dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) P-APBD 2022.

 

Pembebasan lahan untuk RSUD Sosodoro Djatikoesoema per meter disiapkan anggaran Rp 1 juta per meter. Sebaliknya, untuk pembebasan lahan RSUD Sumberrejo disiapkan anggaran Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta per meter.

Baca Juga :  Desa Ngelo Nantinya Jadi Pulau Dikelilingi Bengawan Solo
- Advertisement -

 

Direktur RSUD Sosodoro Djatikoesoemo dr. Ahmad Hernowo menyampaikan, anggaran untuk pembebasan lahan belakang RSUD di Jalan Veteran itu sebesar Rp 6 miliar.

 

Rencananya lahan itu akan digunakan untuk gedung Magnetic Resonance Imaging (MRI). Juga jalin kerja sama dengan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). “Nanti kami menganggarkan pembebasan lahan itu menggunakan anggaran dari BLUD (badan layanan umum daerah),” tuturnya Saat rapat antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bojonegoro Rabu (21/9).

 

Perkiraan lahan yang dibutuhkan seluas 6.000 meter persegi. “Nilainya sekitar Rp 1 juta per meter persegi,” tambahnya.

 

Direktur RSUD Sumberrejo dr. Ratih Wulandari mengungkapkan, lahan yang dibutuhkan 9.563 meter persegi. Pembebasan lahan digunakan untuk pengembangan gedung RSUD Sumberrejo. “Anggaran dipasang Rp 27 miliar dengan nilai Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta per meter persegi,” katanya.

Baca Juga :  7.790 Aparatur Sipil Negara Belum Laporkan Kekayaan

 

Tanah seluas 9.563 meter persegi itu terdiri atas sembilan bidang tanah dari dua pemilik. Namun, kedua pemiliknya sudah meninggal dunia. Sehingga prosesnya sekarang berkomunikasi dengan ahli waris. “Kini kami sedang berproses appraisal,” tambahnya. (bgs/msu)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Harga tanah di perkotaan ternyata lebih murah dibanding lahan di Kecamatan Sumberrejo. Indikasi itu tampak dari pemasangan anggaran rencana pembebasan lahan RSUD Sosodoro Djatikoesoemo dan RSUD Sumberrejo, saat ini masih proses appraisal (penaksir harga).

 

Sesuai hasil pembahasan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bojonegoro, dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) P-APBD 2022.

 

Pembebasan lahan untuk RSUD Sosodoro Djatikoesoema per meter disiapkan anggaran Rp 1 juta per meter. Sebaliknya, untuk pembebasan lahan RSUD Sumberrejo disiapkan anggaran Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta per meter.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Bidang Akuntabilitas Kinerja
- Advertisement -

 

Direktur RSUD Sosodoro Djatikoesoemo dr. Ahmad Hernowo menyampaikan, anggaran untuk pembebasan lahan belakang RSUD di Jalan Veteran itu sebesar Rp 6 miliar.

 

Rencananya lahan itu akan digunakan untuk gedung Magnetic Resonance Imaging (MRI). Juga jalin kerja sama dengan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). “Nanti kami menganggarkan pembebasan lahan itu menggunakan anggaran dari BLUD (badan layanan umum daerah),” tuturnya Saat rapat antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bojonegoro Rabu (21/9).

 

Perkiraan lahan yang dibutuhkan seluas 6.000 meter persegi. “Nilainya sekitar Rp 1 juta per meter persegi,” tambahnya.

 

Direktur RSUD Sumberrejo dr. Ratih Wulandari mengungkapkan, lahan yang dibutuhkan 9.563 meter persegi. Pembebasan lahan digunakan untuk pengembangan gedung RSUD Sumberrejo. “Anggaran dipasang Rp 27 miliar dengan nilai Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta per meter persegi,” katanya.

Baca Juga :  Pos Polisi di Bojonegoro Nonstop Awasi Lalu Lintas Sapi

 

Tanah seluas 9.563 meter persegi itu terdiri atas sembilan bidang tanah dari dua pemilik. Namun, kedua pemiliknya sudah meninggal dunia. Sehingga prosesnya sekarang berkomunikasi dengan ahli waris. “Kini kami sedang berproses appraisal,” tambahnya. (bgs/msu)

Artikel Terkait

Most Read

Penerangan Terganggu Pepohonan

Tunggu Izin Pihak Keamanan

Artikel Terbaru

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat

Dinas PMD Masih Konsultasi dengan Pakar

Dua Kades di Blora Terancam Diberhentikan


/