alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Reaktif, Sebagian Peserta CPNS Gagal Tes SKB

Radar Tuban – Sejumlah peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi 2019 Pemkab Tuban yang lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) kedapatan reaktif. Itu berdasarkan hasil rapid test yang merupakan syarat mutlak protokol kesehatan (prokes) Covid-19 sebelum mengikuti SKB.

Mereka yang reaktif tersebut terpaksa gagal mengikuti tes SKB yang dijadwalkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tuban. Meski demikian, mereka masih bisa mengikuti tes SKB susulan. Kepastian SKB susulan itu disampaikan Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Tuban Danang Setyanawan Febrianto.

Diakui Danang, sapaan akrabnya, memang ada beberapa peserta yang hasil rapid test-nya reaktif. Untuk jumlah pastinya, dia belum bisa menyampaikan. ‘’Yang jelas ada, termasuk yang hamil, tapi belum kami rekap,’’ ujar pria jebolan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) itu.

Disampaikan Danang, hasil reaktif belum tentu positif Covid-19. Karena itu perlu dilakukan tes swab untuk me mas tikan hasil reaktif tersebut. Meski demikian, sebagai langkah pencegahan dini terhadap per sebaran Covid-19, mereka yang kedapatan reaktif tetap diikutkan pada tes SKB susulan.

Baca Juga :  Sepekan Menjabat, Mobil Dinas Baru Wakil Bupati Datang

‘’Sekarang masih menung gu hasil tes swab-nya. Apakah negatif atau positif,’’ ujar dia. Tes SKB susulan itu, lanjut Danang, lokasinya di Kanreg II Badan Kepegawaian Negara (BKN) Surabaya. Untuk memastikan kapan tes SKB susulan tersebut, masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari BKN.

‘’Akan diinformasikan lebih lanjut nanti,’’ ujarnya. Bagaimana jika nanti hasil dari reaktif itu ternyata positif Covid-19? Danang menyam paikan, terkait masalah tersebut pihaknya belum bisa menyam paikan. Yang jelas, kata dia, tugas dari pemerintah daerah hanya mengusulkan. Untuk kebijakan lebih lanjut kewenangan BKN.

‘’Bagaimana nanti kebijakannya itu kewenangan BKN,’’ tandasnya. Sementara itu, hingga hari ketiga kemarin, tes SKB yang ber langsung di Pendapa Krida Manunggal Tuban berjalan lancar. Nyaris tanpa kendala. Setiap peserta juga wajib menaati protokol kesehatan.

Baca Juga :  49.742 UMKM Terdampak Pandemi

Hingga hari ketiga kemarin, tercatat enam pasien yang tidak hadir. Sebagian peserta yang tidak datang itu karena reaktif, tapi ada juga yang tanpa keterangan. Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 memaksa setiap kabupaten/kota menye lenggarakan tes SKB secara mandiri.

Di Tuban, lokasi tes SKB dilaksanakan di Pendapa Krida Manunggal. Keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat dan pertimbangan yang matang. Dipilihnya pendapa karena tempatnya yang cukup representatif dalam memudahkan panitia untuk mengatur protokol kesehatan. Sebab, pendapa telah memenuhi standar protokol kesehatan dalam menggelar kegiatan. Total peserta yang lolos untuk mengikuti tes SKB sebanyak 854 orang dari 349 formasi. 

Radar Tuban – Sejumlah peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi 2019 Pemkab Tuban yang lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) kedapatan reaktif. Itu berdasarkan hasil rapid test yang merupakan syarat mutlak protokol kesehatan (prokes) Covid-19 sebelum mengikuti SKB.

Mereka yang reaktif tersebut terpaksa gagal mengikuti tes SKB yang dijadwalkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tuban. Meski demikian, mereka masih bisa mengikuti tes SKB susulan. Kepastian SKB susulan itu disampaikan Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Tuban Danang Setyanawan Febrianto.

Diakui Danang, sapaan akrabnya, memang ada beberapa peserta yang hasil rapid test-nya reaktif. Untuk jumlah pastinya, dia belum bisa menyampaikan. ‘’Yang jelas ada, termasuk yang hamil, tapi belum kami rekap,’’ ujar pria jebolan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) itu.

Disampaikan Danang, hasil reaktif belum tentu positif Covid-19. Karena itu perlu dilakukan tes swab untuk me mas tikan hasil reaktif tersebut. Meski demikian, sebagai langkah pencegahan dini terhadap per sebaran Covid-19, mereka yang kedapatan reaktif tetap diikutkan pada tes SKB susulan.

Baca Juga :  Meski Pasien Covid Bertambah, Persentase Kesembuhan Tinggi

‘’Sekarang masih menung gu hasil tes swab-nya. Apakah negatif atau positif,’’ ujar dia. Tes SKB susulan itu, lanjut Danang, lokasinya di Kanreg II Badan Kepegawaian Negara (BKN) Surabaya. Untuk memastikan kapan tes SKB susulan tersebut, masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari BKN.

‘’Akan diinformasikan lebih lanjut nanti,’’ ujarnya. Bagaimana jika nanti hasil dari reaktif itu ternyata positif Covid-19? Danang menyam paikan, terkait masalah tersebut pihaknya belum bisa menyam paikan. Yang jelas, kata dia, tugas dari pemerintah daerah hanya mengusulkan. Untuk kebijakan lebih lanjut kewenangan BKN.

‘’Bagaimana nanti kebijakannya itu kewenangan BKN,’’ tandasnya. Sementara itu, hingga hari ketiga kemarin, tes SKB yang ber langsung di Pendapa Krida Manunggal Tuban berjalan lancar. Nyaris tanpa kendala. Setiap peserta juga wajib menaati protokol kesehatan.

Baca Juga :  Kasus Konsisten Menurun, Apakah Herd Immunity Mulai Terbentuk?

Hingga hari ketiga kemarin, tercatat enam pasien yang tidak hadir. Sebagian peserta yang tidak datang itu karena reaktif, tapi ada juga yang tanpa keterangan. Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 memaksa setiap kabupaten/kota menye lenggarakan tes SKB secara mandiri.

Di Tuban, lokasi tes SKB dilaksanakan di Pendapa Krida Manunggal. Keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat dan pertimbangan yang matang. Dipilihnya pendapa karena tempatnya yang cukup representatif dalam memudahkan panitia untuk mengatur protokol kesehatan. Sebab, pendapa telah memenuhi standar protokol kesehatan dalam menggelar kegiatan. Total peserta yang lolos untuk mengikuti tes SKB sebanyak 854 orang dari 349 formasi. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/