alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Kecamatan Tuban dan Palang Penyumbang Angka Covid Terbesar

Radar Tuban – KecamatanTuban menjadi penyumbang terbesar angka positif Covid-19 di Bumi Wali. Dari total kasus positif sebanyak 492 pasien kemarin (22/9), kecamatan tersebut mendominasi dengan 104 pasien atau sekitar 20 persen dari total akumulasi pasien covid. Kecamatan Palang di urutan kedua dengan jumlah pasien positif 52 orang atau sekitar 10 persen.

Untuk tingkat kematian, Kecamatan Tuban lagi-lagi menduduki posisi wahid dengan angka terbanyak. Sebanyak 11 pasien Covid-19 di kawasan kota meninggal. Persentasenya 18 persen dari total tingkat kematian sebanyak 59 pasien. Dengan angka tersebut bisa disimpulkan Tuban dan Palang adalah kecamatan paling kritis atau rawan penularan karena angkanya masih terus bertambah.

Juru bicara Satgas Covid-19 Tuban Endah Nurul Kumarijati mengatakan, Tuban dan Palang menjadi kecamatan dengan klaster terbanyak. Saat awal pan demi masuk Tuban, ditemukan klaster pasar di dua kecamatan tersebut. Dari titik inilah diduga yang meluas hingga ke klaster lain yang lebih kecil.

Baca Juga :  Balap Liar di Suhat Dibubarkan

‘’Dulu awal penularan dari klaster pasar dan kasus impor (pekerja yang sering ke luar kota),’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban. Bermula dari penularan di titik keramaian tersebut, terus menular hingga ke lingkungan terkecil.

Penularan tersebut, kata sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban itu berlanjut ke klaster keluarga. Tak sedikit di dua kecamatan tersebut, satu keluarga terpapar korona. ‘’Kami temukan banyak yang tertular dari klaster Pasar Bongkaran, Pasar Leran, dan TPI Palang,’’ ujar Endah menjelaskan episentrum penularan awal virus di dua kecamatan kritis tersebut.

Untuk Kecamatan Tuban, sumber penularan lebih kompleks lagi. Tak hanya di pasar, melainkan juga di fasilitas kese hatan. Hal itu yang membuat penularan di kalangan tenaga kesehatan didominasi para karyawan lembaga kesehatan yang tinggal di Kecamatan Tuban. Kasus tersebut diperparah dengan penularan di lingkup paling kecil, yakni keluarga.

Baca Juga :  Predator Anak Divonis 20 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

‘’Sekarang tidak lagi kasus impor, lebih banyak penularan transmisi lokal,’’ jelas mantan Plt kepala Dinkes Tuban itu. Ditambahkan Endah, razia protokol kesehatan yang banyak dilakukan di kawasan kota juga turut menyumbang angka positif.

Dari beberapa kali razia yang dilanjutkan rapid test bagi para pelanggar protap, ditemukan pasien positif. Karena itu, satu-satunya yang memicu angka positif bisa turun, kata Endah, adalah kesadaran masyarakat. ‘’Masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan rentan terinfeksi,’’ imbuh dia.

Radar Tuban – KecamatanTuban menjadi penyumbang terbesar angka positif Covid-19 di Bumi Wali. Dari total kasus positif sebanyak 492 pasien kemarin (22/9), kecamatan tersebut mendominasi dengan 104 pasien atau sekitar 20 persen dari total akumulasi pasien covid. Kecamatan Palang di urutan kedua dengan jumlah pasien positif 52 orang atau sekitar 10 persen.

Untuk tingkat kematian, Kecamatan Tuban lagi-lagi menduduki posisi wahid dengan angka terbanyak. Sebanyak 11 pasien Covid-19 di kawasan kota meninggal. Persentasenya 18 persen dari total tingkat kematian sebanyak 59 pasien. Dengan angka tersebut bisa disimpulkan Tuban dan Palang adalah kecamatan paling kritis atau rawan penularan karena angkanya masih terus bertambah.

Juru bicara Satgas Covid-19 Tuban Endah Nurul Kumarijati mengatakan, Tuban dan Palang menjadi kecamatan dengan klaster terbanyak. Saat awal pan demi masuk Tuban, ditemukan klaster pasar di dua kecamatan tersebut. Dari titik inilah diduga yang meluas hingga ke klaster lain yang lebih kecil.

Baca Juga :  Tetap Perketat Syarat Perjalanan Nataru

‘’Dulu awal penularan dari klaster pasar dan kasus impor (pekerja yang sering ke luar kota),’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban. Bermula dari penularan di titik keramaian tersebut, terus menular hingga ke lingkungan terkecil.

Penularan tersebut, kata sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban itu berlanjut ke klaster keluarga. Tak sedikit di dua kecamatan tersebut, satu keluarga terpapar korona. ‘’Kami temukan banyak yang tertular dari klaster Pasar Bongkaran, Pasar Leran, dan TPI Palang,’’ ujar Endah menjelaskan episentrum penularan awal virus di dua kecamatan kritis tersebut.

Untuk Kecamatan Tuban, sumber penularan lebih kompleks lagi. Tak hanya di pasar, melainkan juga di fasilitas kese hatan. Hal itu yang membuat penularan di kalangan tenaga kesehatan didominasi para karyawan lembaga kesehatan yang tinggal di Kecamatan Tuban. Kasus tersebut diperparah dengan penularan di lingkup paling kecil, yakni keluarga.

Baca Juga :  Kebutuhan Plasma Konvalesen Sangat Tinggi

‘’Sekarang tidak lagi kasus impor, lebih banyak penularan transmisi lokal,’’ jelas mantan Plt kepala Dinkes Tuban itu. Ditambahkan Endah, razia protokol kesehatan yang banyak dilakukan di kawasan kota juga turut menyumbang angka positif.

Dari beberapa kali razia yang dilanjutkan rapid test bagi para pelanggar protap, ditemukan pasien positif. Karena itu, satu-satunya yang memicu angka positif bisa turun, kata Endah, adalah kesadaran masyarakat. ‘’Masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan rentan terinfeksi,’’ imbuh dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/