alexametrics
27.7 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Tingkatkan Produksi Tas Sekolah

LAMONGAN, Radar Lamongan –  Tahun ajaran segera berganti. Momen ini dimanfaatkan pengusaha perlengkapan sekolah untuk meningkatkan produksinya agar bisa dipasarkan.

 

Khudoifiyah, pengepul dan penjahit tas asal Kecamatan Turi, menuturkan, selama setahun lalu dirinya tidak mengepul tas. Penyebabnya, banyak toko tutup. Selain itu, sekolah tidak melakukan tatap muka.

 

‘’Sejak Januari kemarin mulai ada permintaan tas. Alhamdulillah menjelang tahun pendidikan baru, banyak (pesanan),” tuturnya.

 

Dalam seminggu, dia bisa mengumpulkan 30 lusin tas dari 3 tempat penjahit. ‘’Ketika tidak ada kegiatan lain, saya dalam waktu empat hari bisa menjahit lima lusin tas,” katanya.

 

Nuriyatin Fiqiyah, penjahit tas lainnya, mengatakan, sejak mulai Ramadan ada garapan menjahit tas. Sebelumnya, garapan sangat minim.

Baca Juga :  Curi Perhiasan di Lamongan Milik Mantan Juragan

 

‘’Saat ini mengalir terus garapannya. Kalau sudah selesai garapan ini, langsung bisa ambil ke tempat bos,’’ ujarnya.

 

Sehari, dia bisa menjahit 15 tas. Sepuluh hari sekali jahitannya dikirim ke bagian pengepul. ‘’Sekalian ambil bahan yang sudah potongan, untuk dikerjakan lagi,’’ tuturnya. (sip/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan –  Tahun ajaran segera berganti. Momen ini dimanfaatkan pengusaha perlengkapan sekolah untuk meningkatkan produksinya agar bisa dipasarkan.

 

Khudoifiyah, pengepul dan penjahit tas asal Kecamatan Turi, menuturkan, selama setahun lalu dirinya tidak mengepul tas. Penyebabnya, banyak toko tutup. Selain itu, sekolah tidak melakukan tatap muka.

 

‘’Sejak Januari kemarin mulai ada permintaan tas. Alhamdulillah menjelang tahun pendidikan baru, banyak (pesanan),” tuturnya.

 

Dalam seminggu, dia bisa mengumpulkan 30 lusin tas dari 3 tempat penjahit. ‘’Ketika tidak ada kegiatan lain, saya dalam waktu empat hari bisa menjahit lima lusin tas,” katanya.

 

Nuriyatin Fiqiyah, penjahit tas lainnya, mengatakan, sejak mulai Ramadan ada garapan menjahit tas. Sebelumnya, garapan sangat minim.

Baca Juga :  Ingin Ajarkan Tari Tradisional

 

‘’Saat ini mengalir terus garapannya. Kalau sudah selesai garapan ini, langsung bisa ambil ke tempat bos,’’ ujarnya.

 

Sehari, dia bisa menjahit 15 tas. Sepuluh hari sekali jahitannya dikirim ke bagian pengepul. ‘’Sekalian ambil bahan yang sudah potongan, untuk dikerjakan lagi,’’ tuturnya. (sip/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/