alexametrics
25.6 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

Revitalisasi Pasar Gayam Mendapat Apresiasi Kemendes PDTT

BOJONEGORO – Revitalisasi Pasar Gayam, Bojonegoro dan program peningkatan akses air bersih berbasis partisipasi masyarakat mendapat apresiasi. Dua program pengembangan masyarakat ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) ini mendorong Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF).

 

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memberikan penghargaan kategori “Gold” dalam Corporate Social Responsibility (CSR) & Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2022.

 

Wakil Presiden Ma’ruf Amin bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Halim Iskandar memberikan langsung penghargaan tersebut pada Kamis (23/6/2022) di JS Luswana Hotel Convention Center, Jakarta. Terdapat  64 perusahaan mengikuti penilaian ini.

 

Para juri terdiri dari praktisi, akademisi, dan perwakilan kementerian. Mereka mengobservasi lapangan sejak Maret 2022. Melihat program dari aspek perencanaan program, pelaksanaan program, monitoring dan evaluasi program, serta dampak dan keberlanjutan program.

 

Hasilnya, program revitalisasi Pasar Gayam dan program peningkatan akses air bersih berbasis partisipasi masyarakat di Desa Ngimbang dan Desa Sawahan, Kabupaten Tuban memberikan dampak berkelanjutan peningkatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Lambatnya Penyerapan Bantuan Disabilitas

 

Revitalisasi Pasar Gayam dimulai sejak 2018. Dimulai dari  rehabilitasi bangunan pasar desa difokuskan pembangunan 75 kios, 130 lapak pedagang, toilet, tempat pembuangan sampah, drainase hingga kantor pengelola pasar. Juga peningkatan kapasitas pengelola pasar, pengadaan fasilitas pendukung serta legalitas pengelolaannya. Saat ini, Pasar Desa Gayam menjadi salah satu unit BUMDesa Gayam Mandiri.

 

“Pendapatan pedagang sebelum revitalisasi hanya saat hari pasaran. Rata-rata sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta. Setelah revitalisasi, meningkat menjadi Rp 2,5 juta hingga Rp3 juta,” ucap Aris, ketua Unit Pasar Desa Gayam.

 

Pasar tersebut berhasil menambah pemasukan desa hingga Rp105.100.000 per tahun. Jumlah tersebut bersumber dari sewa kios dan retribusi. Selama beroperasi, perputaran uang menembus Rp 41.000.000 dalam setiap kegiatan pasarannya.

 

Sedangkan program peningkatan akses air bersih berbasis partisipasi masyarakat di Desa Ngimbang dan Sawahan dimulai sejak 2012. Masyarakat mengalami kendala akses air bersih. “Sebelum ada program, masyarakat menggunakan air sungai aktivitas sehari-hari. Jaraknya juga jauh,” ungkap Kepala Desa Ngimbang Yayik Ahmad.

Baca Juga :  Taruna Merah Putih dan Repdem Edukasi Kesadaran Protokol Kesehatan

 

Saat ini, sekitar 1.350 keluarga mendapatkan manfaat fasilitas air bersih dikelola secara mandiri oleh masyarakat melalui HIPPAM.  Bahkan memberikan kontribusi pendapatan asli desa (PADes) sebesar Rp 25 juta hingga Rp 35 juta setiap tahun. “Kami juga dapat menyisihkan pendapatan dari pengelolaan air bersih ini untuk santunan yatim piatu yang ada di desa kami,” imbuh Kades.

 

External Affairs Manager EMCL, Ichwan Arifin menjelaskan bahwa program peningkatan akses air bersih berbasis partisipasi masyarakat merupakan program pengembangan masyarakat sektor kesehatan. Sejak 2008 hingga saat ini, EMCL membangun 35 tower air, 10,5 kilometer jaringan perpipaan memberikan manfaat lebih dari 39 ribu masyarakat di Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Blora.

 

“Kami berharap, dukungan EMCL dan SKK Migas kepada masyarakat sekitar wilayah operasi Lapangan Minyak Banyu Urip dan Kedung Keris, memberikan manfaat positif dan berkelanjutan,” jelas Ichwan. (rij/msu)

BOJONEGORO – Revitalisasi Pasar Gayam, Bojonegoro dan program peningkatan akses air bersih berbasis partisipasi masyarakat mendapat apresiasi. Dua program pengembangan masyarakat ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) ini mendorong Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF).

 

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memberikan penghargaan kategori “Gold” dalam Corporate Social Responsibility (CSR) & Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2022.

 

Wakil Presiden Ma’ruf Amin bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Halim Iskandar memberikan langsung penghargaan tersebut pada Kamis (23/6/2022) di JS Luswana Hotel Convention Center, Jakarta. Terdapat  64 perusahaan mengikuti penilaian ini.

 

Para juri terdiri dari praktisi, akademisi, dan perwakilan kementerian. Mereka mengobservasi lapangan sejak Maret 2022. Melihat program dari aspek perencanaan program, pelaksanaan program, monitoring dan evaluasi program, serta dampak dan keberlanjutan program.

 

Hasilnya, program revitalisasi Pasar Gayam dan program peningkatan akses air bersih berbasis partisipasi masyarakat di Desa Ngimbang dan Desa Sawahan, Kabupaten Tuban memberikan dampak berkelanjutan peningkatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Tips Cantik dan Sehat, Perbanyak Air Putih 

 

Revitalisasi Pasar Gayam dimulai sejak 2018. Dimulai dari  rehabilitasi bangunan pasar desa difokuskan pembangunan 75 kios, 130 lapak pedagang, toilet, tempat pembuangan sampah, drainase hingga kantor pengelola pasar. Juga peningkatan kapasitas pengelola pasar, pengadaan fasilitas pendukung serta legalitas pengelolaannya. Saat ini, Pasar Desa Gayam menjadi salah satu unit BUMDesa Gayam Mandiri.

 

“Pendapatan pedagang sebelum revitalisasi hanya saat hari pasaran. Rata-rata sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta. Setelah revitalisasi, meningkat menjadi Rp 2,5 juta hingga Rp3 juta,” ucap Aris, ketua Unit Pasar Desa Gayam.

 

Pasar tersebut berhasil menambah pemasukan desa hingga Rp105.100.000 per tahun. Jumlah tersebut bersumber dari sewa kios dan retribusi. Selama beroperasi, perputaran uang menembus Rp 41.000.000 dalam setiap kegiatan pasarannya.

 

Sedangkan program peningkatan akses air bersih berbasis partisipasi masyarakat di Desa Ngimbang dan Sawahan dimulai sejak 2012. Masyarakat mengalami kendala akses air bersih. “Sebelum ada program, masyarakat menggunakan air sungai aktivitas sehari-hari. Jaraknya juga jauh,” ungkap Kepala Desa Ngimbang Yayik Ahmad.

Baca Juga :  Dari Bodjonegoro Menjadi Bojonegoro

 

Saat ini, sekitar 1.350 keluarga mendapatkan manfaat fasilitas air bersih dikelola secara mandiri oleh masyarakat melalui HIPPAM.  Bahkan memberikan kontribusi pendapatan asli desa (PADes) sebesar Rp 25 juta hingga Rp 35 juta setiap tahun. “Kami juga dapat menyisihkan pendapatan dari pengelolaan air bersih ini untuk santunan yatim piatu yang ada di desa kami,” imbuh Kades.

 

External Affairs Manager EMCL, Ichwan Arifin menjelaskan bahwa program peningkatan akses air bersih berbasis partisipasi masyarakat merupakan program pengembangan masyarakat sektor kesehatan. Sejak 2008 hingga saat ini, EMCL membangun 35 tower air, 10,5 kilometer jaringan perpipaan memberikan manfaat lebih dari 39 ribu masyarakat di Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Blora.

 

“Kami berharap, dukungan EMCL dan SKK Migas kepada masyarakat sekitar wilayah operasi Lapangan Minyak Banyu Urip dan Kedung Keris, memberikan manfaat positif dan berkelanjutan,” jelas Ichwan. (rij/msu)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/