alexametrics
23.2 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Kirim Sapi ke Luar Daerah Diperbolehkan

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kelonggaran mulai diberlakukan pada lalu lintas jual beli sapi. Menjelang Hari Raya Idul Adha mulai terdapat pembeli ternak dari luar daerah Bojonegoro. Penjualan ternak ke luar daerah diperbolehkan.

 

Tentu syaratnya sapi dijual kondisi sehat. Juga ada surat keterangan dari dinas peternakan setempat. Hari ini (23/6) Pasar Hewan Bojonegoro di Kecamatan Balen itu kembali buka.

 

Maryanto ketua Kelompok Ternak Desa Jono, Kecamatan Temayang mengatakan, sudah banyak transaksi sapi, khususnya pembeli lokal dari dalam Bojonegoro. Namun diambil saat Hari Raya Idul Adha. Sedangkan pembeli dari luar kota sudah ada komunikasi. Tapi terkendala pengiriman, sebab ada kekhawatiran peraturan masih ketat.

Baca Juga :  Ratusan Ruang Kelas di Bojonegoro Belum Diperbaiki
- Advertisement -

“Belum (penjualan ke luar kota), tapi ada (pembeli) rencana mau beli,” ungkapnya kemarin (22/6).

 

Maryanto mengatakan, saat ini belum mengetahui kebijakan terkait penjualan ke luar daerah. Sehingga masih kebingungan ketika ada pembeli dari luar kota. Terkait dampak pembukaan pasar, Maryanto menjelaskan karena pasar hewan belum lama dibuka, jadi tidak begitu berpengaruh pada pertenak. Namun situasi menjelang hari raya kurban banyak masyarakat butuh sapi, sehingga menguntungkan para peternak.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Sugiharti Sri Rahayu mengatakan, penjualan sapi di pasar hewan hanya untuk lokal Bojonegoro. Tentu kondisi sehat melalui pemeriksaan dari petugas.

 

“Jika sapi sakit ditolak (masuk pasar hewan), tidak boleh dijual,” tegasnya.

Baca Juga :  Hilangkan Mental Pegawai, Ajak Putra Putri Desa Kedungadem Jadi Bos

 

Sugiharti menjelaskan, penjualan ternak ke luar kota diperbolehkan, namun ada syaratnya. Daerah tujuan harus menjaminan sapi dari Bojonegoro boleh masuk. Tentu surat keterangan dari dinas peternakan dari wilayah membeli. “Surat keterangan siap menerima dari wilayah Bojonegoro,” ungkapnya.

 

Ketika tidak ada surat keterangan menerima ternak dari wilayah wabah PMK, pihaknya tidak berani menjual sapi ke luar daerah. Tentu, akan merugikan peternak hendak mengirim ke daerah tersebut. “Sudah mengirim tapi ditolak,” ujarnya memastikan perlunya sapi diperiksa kesehatan sebelum dikirim. (irv/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kelonggaran mulai diberlakukan pada lalu lintas jual beli sapi. Menjelang Hari Raya Idul Adha mulai terdapat pembeli ternak dari luar daerah Bojonegoro. Penjualan ternak ke luar daerah diperbolehkan.

 

Tentu syaratnya sapi dijual kondisi sehat. Juga ada surat keterangan dari dinas peternakan setempat. Hari ini (23/6) Pasar Hewan Bojonegoro di Kecamatan Balen itu kembali buka.

 

Maryanto ketua Kelompok Ternak Desa Jono, Kecamatan Temayang mengatakan, sudah banyak transaksi sapi, khususnya pembeli lokal dari dalam Bojonegoro. Namun diambil saat Hari Raya Idul Adha. Sedangkan pembeli dari luar kota sudah ada komunikasi. Tapi terkendala pengiriman, sebab ada kekhawatiran peraturan masih ketat.

Baca Juga :  Ada Opsi Kantor DPRD Dibangun di Tempat Lain
- Advertisement -

“Belum (penjualan ke luar kota), tapi ada (pembeli) rencana mau beli,” ungkapnya kemarin (22/6).

 

Maryanto mengatakan, saat ini belum mengetahui kebijakan terkait penjualan ke luar daerah. Sehingga masih kebingungan ketika ada pembeli dari luar kota. Terkait dampak pembukaan pasar, Maryanto menjelaskan karena pasar hewan belum lama dibuka, jadi tidak begitu berpengaruh pada pertenak. Namun situasi menjelang hari raya kurban banyak masyarakat butuh sapi, sehingga menguntungkan para peternak.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Sugiharti Sri Rahayu mengatakan, penjualan sapi di pasar hewan hanya untuk lokal Bojonegoro. Tentu kondisi sehat melalui pemeriksaan dari petugas.

 

“Jika sapi sakit ditolak (masuk pasar hewan), tidak boleh dijual,” tegasnya.

Baca Juga :  KONI dan Askab PSSI Bojonegoro Butuh Pertemuan Lanjutan

 

Sugiharti menjelaskan, penjualan ternak ke luar kota diperbolehkan, namun ada syaratnya. Daerah tujuan harus menjaminan sapi dari Bojonegoro boleh masuk. Tentu surat keterangan dari dinas peternakan dari wilayah membeli. “Surat keterangan siap menerima dari wilayah Bojonegoro,” ungkapnya.

 

Ketika tidak ada surat keterangan menerima ternak dari wilayah wabah PMK, pihaknya tidak berani menjual sapi ke luar daerah. Tentu, akan merugikan peternak hendak mengirim ke daerah tersebut. “Sudah mengirim tapi ditolak,” ujarnya memastikan perlunya sapi diperiksa kesehatan sebelum dikirim. (irv/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/