alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Ingatkan Calon Jemaah Haji Bojonegoro Fokus Ibadah Wajib

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sebanyak 730 calon jemaah haji (CJH) mengikuti manasik haji massal di Gedung Serbaguna kemarin (22/5). Saat persiapan pemberangkatan, CJH diminta menjaga kesehatan dengan tertib pola makan dan istirahatnya.

 

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Munir mengingatkan seluruh CJH agar benar-benar fokus ibadah saat di Tanah Suci. Jangan tergiur berbelanja oleh-oleh secara berlebihan.

 

Munir menjelaskan, saat ibadah haji harus tertib ibadah wajib. Jadi, jangan dibolak-balik, para CJH harus prioritaskan ibadah wajib. “Kalau ibadah wajib sudah dikerjakan, baru memikirkan ibadah sunah, makruh, atau mubah,” tutur Munir saat membuka manasik haji massal kemarin.

 

Kemudian, sebelum ibadah haji diharapkan para CJH tertib berolahraga. Sebab ibadah haji itu 95 persen ibadah fisik. Jadi harus punya fisik yang bagus agar ibadah bisa dijalankan secara optimal. “Usahakan setiap hari berolahraga sebelum berangkat, agar persiapan secara fisik bisa optimal,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Usulkan 625 Formasi CPNS, Tak Ada Kuota Guru

 

Munir juga menambahkan, CJH wajib tertib aturan. Jadi jangan sekali-kali mencoba-coba melanggar aturan saat ibadah haji. “Karena kita jadi tamu di sana, jadi harus menaati segala aturan negara Arab Saudi. Karena ketika satu orang saja melanggar aturan, bisa berdampak ke seluruh rombongan,” bebernya.

 

Perlu diketahui, manasik haji sudah terjadwal selama enam hari. Kemarin (22/5) dan hari ini (23/5) manasik haji di kabupaten, kemudian Selasa (24/5) hingga Jumat (27/5) manasik haji di tujuh titik kecamatan. Yakni Kecamatan Bojonegoro, Balen, Sumberrejo, Baureno, Ngasem, Padangan, dan Kedungadem.

 

Rinciannya, 730 CJH per kecamatan terdiri atas 106 asal Bojonegoro, 79 asal Sumberrejo, 73 asal Baureno, 56 asal Kedungadem, 55 asal Balen, 53 asal Kapas, 51 asal Kepohbaru, 45 asal Ngasem, 40 asal Kanor, 35 asal Kalitidu, 30 asal Dander, 22 asal Sukosewu, 21 asal Padangan, 13 asal Ngraho, 12 asal Tambakrejo, 10 asal Sugihwaras, 8 asal Purwosari, 7 asal Temayang, 4 asal Trucuk, 4 asal Malo, 2 asal Sekar, 2 asal Bubulan, dan 1 asal Kasiman. (bgs/msu)

Baca Juga :  DBH Migas Tembus Rp 1,5 Triliun

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sebanyak 730 calon jemaah haji (CJH) mengikuti manasik haji massal di Gedung Serbaguna kemarin (22/5). Saat persiapan pemberangkatan, CJH diminta menjaga kesehatan dengan tertib pola makan dan istirahatnya.

 

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Munir mengingatkan seluruh CJH agar benar-benar fokus ibadah saat di Tanah Suci. Jangan tergiur berbelanja oleh-oleh secara berlebihan.

 

Munir menjelaskan, saat ibadah haji harus tertib ibadah wajib. Jadi, jangan dibolak-balik, para CJH harus prioritaskan ibadah wajib. “Kalau ibadah wajib sudah dikerjakan, baru memikirkan ibadah sunah, makruh, atau mubah,” tutur Munir saat membuka manasik haji massal kemarin.

 

Kemudian, sebelum ibadah haji diharapkan para CJH tertib berolahraga. Sebab ibadah haji itu 95 persen ibadah fisik. Jadi harus punya fisik yang bagus agar ibadah bisa dijalankan secara optimal. “Usahakan setiap hari berolahraga sebelum berangkat, agar persiapan secara fisik bisa optimal,” jelasnya.

Baca Juga :  Kuliner Legendaris Enggan Melapak di Lokasi Wisata

 

Munir juga menambahkan, CJH wajib tertib aturan. Jadi jangan sekali-kali mencoba-coba melanggar aturan saat ibadah haji. “Karena kita jadi tamu di sana, jadi harus menaati segala aturan negara Arab Saudi. Karena ketika satu orang saja melanggar aturan, bisa berdampak ke seluruh rombongan,” bebernya.

 

Perlu diketahui, manasik haji sudah terjadwal selama enam hari. Kemarin (22/5) dan hari ini (23/5) manasik haji di kabupaten, kemudian Selasa (24/5) hingga Jumat (27/5) manasik haji di tujuh titik kecamatan. Yakni Kecamatan Bojonegoro, Balen, Sumberrejo, Baureno, Ngasem, Padangan, dan Kedungadem.

 

Rinciannya, 730 CJH per kecamatan terdiri atas 106 asal Bojonegoro, 79 asal Sumberrejo, 73 asal Baureno, 56 asal Kedungadem, 55 asal Balen, 53 asal Kapas, 51 asal Kepohbaru, 45 asal Ngasem, 40 asal Kanor, 35 asal Kalitidu, 30 asal Dander, 22 asal Sukosewu, 21 asal Padangan, 13 asal Ngraho, 12 asal Tambakrejo, 10 asal Sugihwaras, 8 asal Purwosari, 7 asal Temayang, 4 asal Trucuk, 4 asal Malo, 2 asal Sekar, 2 asal Bubulan, dan 1 asal Kasiman. (bgs/msu)

Baca Juga :  Turunkan Tim Teknis, Bantu Obat-obatan Pertanian

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/