alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Bak Ladang Emas, Tegal Lombok Dijaga Bergantian 24 Jam

Radar Tuban – Ketika harga cabai di atas Rp 100 ribu per kilogram (kg), tanaman komoditas berasa pedas ini menjadi begitu bernilai. Bak ladang emas. Untuk mengamankannya, tanaman-tanaman cabai pun dijaga.

Menurut pantauan Jawa Pos Radar Tuban, para petani menerapkan penjagaan secara bergantian selama 24 jam. Seperti dilakukan sejumlah petani di Desa/Kecamatan Grabagan. Di Desa Grabagan, sebagian besar tegalan cabai berada di tepi jalan desa.

Bahkan, sebagian tanaman berimpitan dengan jalan. Inilah yang membuat para petani khawatir. Sebab, pernah terjadi beberapa kali pencurian. Mafhtuhin, salah satu petani setempat mengatakan, sejak tiga pekan terakhir harga cabai masih fluktuatif. Naik-turun.

Dua pekan lalu, dia menjual cabai pada kisaran harga Rp 70– 100 ribu per kilogram. Pekan lalu, harga cabai petik sawah mencapai Rp 110 ribu per kg. ‘’Sempat turun menjadi RP 70 ribu per kg, tapi ini kembali naik lagi Rp 100 ribu per kg,’’ kata dia.

Baca Juga :  Media Cetak Harus Mampu Mengasah Daya Kritis

Tingginya harga pembelian menjadikan harga cabai di pasar kian melambung, sekitar Rp 110- 120 ribu per kg. Mafhtuhin menyampaikan, salah satu faktor melonjaknya harga tersebut karena cuaca yang tak menentu. Normalnya harga cabai rawit dijual kisaran Rp 20-25 ribu per kg.

Dia mengatakan, menjelang panen atau ketika tanaman sudah tua, tanaman cabai dijaga ketat pemilik dan keluarganya. Setelah panen, baru tanaman dibiarkan. Kapolsek Grabagan Iptu Agus Setiono menjelaskan, menjaga tegalan hingga malam hari bukan hal baru bagi petani di wilayah hukumnya. Terutama menjelang panen, warga menerapkan penjagaan dari kerawanan pencurian.

‘’Selama ini belum sampai ada laporan pencurian cabai, para petani hanya antisipasi,’’ tutur dia. Mantan kasattahti Polres Tuban ini menjelaskan, untuk meminimalisir kerawanan pencurian, anggotanya rutin patroli di kawasan tegalan cabai. Dikatakan dia, yang kekhawatiran para petani adalah lahan cabai yang bersebelahan dengan jalan desa.

Baca Juga :  Pendistribusian Program Sembako di Kecamatan Rengel

Radar Tuban – Ketika harga cabai di atas Rp 100 ribu per kilogram (kg), tanaman komoditas berasa pedas ini menjadi begitu bernilai. Bak ladang emas. Untuk mengamankannya, tanaman-tanaman cabai pun dijaga.

Menurut pantauan Jawa Pos Radar Tuban, para petani menerapkan penjagaan secara bergantian selama 24 jam. Seperti dilakukan sejumlah petani di Desa/Kecamatan Grabagan. Di Desa Grabagan, sebagian besar tegalan cabai berada di tepi jalan desa.

Bahkan, sebagian tanaman berimpitan dengan jalan. Inilah yang membuat para petani khawatir. Sebab, pernah terjadi beberapa kali pencurian. Mafhtuhin, salah satu petani setempat mengatakan, sejak tiga pekan terakhir harga cabai masih fluktuatif. Naik-turun.

Dua pekan lalu, dia menjual cabai pada kisaran harga Rp 70– 100 ribu per kilogram. Pekan lalu, harga cabai petik sawah mencapai Rp 110 ribu per kg. ‘’Sempat turun menjadi RP 70 ribu per kg, tapi ini kembali naik lagi Rp 100 ribu per kg,’’ kata dia.

Baca Juga :  SMKN 1 Singgahan Sukses Menjawab Tantangan Pendidikan Dunia dan Kerja

Tingginya harga pembelian menjadikan harga cabai di pasar kian melambung, sekitar Rp 110- 120 ribu per kg. Mafhtuhin menyampaikan, salah satu faktor melonjaknya harga tersebut karena cuaca yang tak menentu. Normalnya harga cabai rawit dijual kisaran Rp 20-25 ribu per kg.

Dia mengatakan, menjelang panen atau ketika tanaman sudah tua, tanaman cabai dijaga ketat pemilik dan keluarganya. Setelah panen, baru tanaman dibiarkan. Kapolsek Grabagan Iptu Agus Setiono menjelaskan, menjaga tegalan hingga malam hari bukan hal baru bagi petani di wilayah hukumnya. Terutama menjelang panen, warga menerapkan penjagaan dari kerawanan pencurian.

‘’Selama ini belum sampai ada laporan pencurian cabai, para petani hanya antisipasi,’’ tutur dia. Mantan kasattahti Polres Tuban ini menjelaskan, untuk meminimalisir kerawanan pencurian, anggotanya rutin patroli di kawasan tegalan cabai. Dikatakan dia, yang kekhawatiran para petani adalah lahan cabai yang bersebelahan dengan jalan desa.

Baca Juga :  Menjaga Soliditas PKB-NU untuk Kemenangan Rakyat

Artikel Terkait

Most Read

Menunggu Persetujuan Bupati Bojonegoro

Darurat Bencana

Artikel Terbaru


/