alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Jika Konsisten Zona Kuning, Pembelajaran Tatap Muka Bisa Dilakukan

Radar Tuban – SD dan SMP di Tuban baru boleh menggelar pembelajaran tatap muka paling cepat pekan depan. Syaratnya, jika status zona kuning masih konsisten bertahan hingga sepekan ke depan. Syarat dari satgas tersebut menjadi pertimbangan Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban untuk tidak langsung membuka lembaga pendidikan dalam waktu dekat.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Disdik Tuban Nur Khamid mengatakan, setelah Tuban dinyatakan berstatus zona kuning, pihaknya langsung mengajukan izin pembelajaran tatap muka kepada Satgas Covid-19 Tuban.

Satgas, kata dia, menyarankan sekolah untuk tidak terburu-buru luring karena kondisi penularan masih naik turun. ‘’Satgas meminta jangan tergesa-gesa karena ini kaitannya dengan keselamatan anak didik,’’ ujar Nur Khamid.

Baca Juga :  Hari Jadi Bojonegoro, Bupati Instruksikan Camat Kades Bergerak

Mantan sekretaris Disdik Tuban itu mengatakan, pembelajaran tatap muka butuh persiapan yang matang. Jika penambahan pasien masih fluktuatif, satgas belum mengizinkan tatap muka.

Meski, surat keputusan bersama (SKB) empat menteri sudah memperbolehkan SD dan SMP tatap muka untuk kabupaten/kota dengan status zona kuning. ‘’Yang tahu keadaan Tuban saat ini satgas. Jadi tunggu arahan satgas,’’ tegas dia.

Mantan kepala SMAN 1 Soko itu mengatakan, pembelajaran tatap muka harus diberhentikan begitu status suatu kabupaten/kota menjadi oranye. Artinya, sekolah luring di Tuban bisa dibuka saat zona kuning dan wajib ditutup jika sewaktu-waktu kondisi memburuk menjadi zona oranye.

‘’Kita tidak ingin sekolah langsung buka begitu zona kuning, tapi seminggu ke depan tutup lagi. Jadi tunggu rekomendasi satgas dulu,’’ kata dia. Perlu diketahui, Satgas Covid-19 Provinsi Jawa Timur bersama tim BLC (Bersatu Lawan Covid) selalu menyampaikan data terbaru terkait status zona tiap Senin malam.

Baca Juga :  Tokoh Tionghoa Nasional Damaikan Konflik Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban

Jika hingga Selasa pekan depan Tuban masih konsisten di zona kuning, sekolah bisa mulai buka beberapa hari kemudian. ‘’Nanti sekolah yang paling siap akan dibuka dulu, yang lain menyusul bertahap,’’ ujar pendidik yang juga ketua LP Ma’arif NU Tuban itu.

Radar Tuban – SD dan SMP di Tuban baru boleh menggelar pembelajaran tatap muka paling cepat pekan depan. Syaratnya, jika status zona kuning masih konsisten bertahan hingga sepekan ke depan. Syarat dari satgas tersebut menjadi pertimbangan Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban untuk tidak langsung membuka lembaga pendidikan dalam waktu dekat.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Disdik Tuban Nur Khamid mengatakan, setelah Tuban dinyatakan berstatus zona kuning, pihaknya langsung mengajukan izin pembelajaran tatap muka kepada Satgas Covid-19 Tuban.

Satgas, kata dia, menyarankan sekolah untuk tidak terburu-buru luring karena kondisi penularan masih naik turun. ‘’Satgas meminta jangan tergesa-gesa karena ini kaitannya dengan keselamatan anak didik,’’ ujar Nur Khamid.

Baca Juga :  Deklarasikan Pembangunan Zona Integritas

Mantan sekretaris Disdik Tuban itu mengatakan, pembelajaran tatap muka butuh persiapan yang matang. Jika penambahan pasien masih fluktuatif, satgas belum mengizinkan tatap muka.

Meski, surat keputusan bersama (SKB) empat menteri sudah memperbolehkan SD dan SMP tatap muka untuk kabupaten/kota dengan status zona kuning. ‘’Yang tahu keadaan Tuban saat ini satgas. Jadi tunggu arahan satgas,’’ tegas dia.

Mantan kepala SMAN 1 Soko itu mengatakan, pembelajaran tatap muka harus diberhentikan begitu status suatu kabupaten/kota menjadi oranye. Artinya, sekolah luring di Tuban bisa dibuka saat zona kuning dan wajib ditutup jika sewaktu-waktu kondisi memburuk menjadi zona oranye.

‘’Kita tidak ingin sekolah langsung buka begitu zona kuning, tapi seminggu ke depan tutup lagi. Jadi tunggu rekomendasi satgas dulu,’’ kata dia. Perlu diketahui, Satgas Covid-19 Provinsi Jawa Timur bersama tim BLC (Bersatu Lawan Covid) selalu menyampaikan data terbaru terkait status zona tiap Senin malam.

Baca Juga :  ADD Dipangkas Rp 6,2 Miliar, Perades Siap Siap Turun Gaji

Jika hingga Selasa pekan depan Tuban masih konsisten di zona kuning, sekolah bisa mulai buka beberapa hari kemudian. ‘’Nanti sekolah yang paling siap akan dibuka dulu, yang lain menyusul bertahap,’’ ujar pendidik yang juga ketua LP Ma’arif NU Tuban itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/