alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Kepedulian Guru Bumi Wali untuk Memutus Rantai Covid-19

TUBAN, Radar Tuban – Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban bersama seluruh lembaga pendidikan yang dinaungi kompak membantu pemerintah dalam memutus rantai persebaran Corona Virus Disease (Covid-19).
Salah satunya dengan menggelar Gerakan Sejuta Masker. Aksi sosial bagi-bagi masker kain kepada masyarakat ini kemarin (21/4) dimulai serempak oleh seluruh lembaga pendidikan di 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban yang dinaungi Disdik.
Kepala Disdik Tuban Drs. Nur Khamid, M.Pd mengatakan Gerakan Sejuta Masker merupakan inisiatif Disdik Tuban dan didukung oleh seluruh pendidik Bumi Wali. Satu guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) diwajibkan berdonasi minimal 10 masker kain. Tak disangka, seluruh guru mendukung dengan mengirimkan donasi masing-masing lebih dari 10 masker. ‘’Tidak hanya guru PNS, antusias GTT dan PTT untuk berkontribusi sangat luar biasa dengan ikut menyumbang ke masyarakat,’’ tutur dia.
Dia menjelaskan, Gerakan Sejuta Masker mengacu surat edaran Bupati Tuban Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kewajiban Penggunaan Masker Dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Tuban. Berdasarkan imbauan pemerintah pusat dan daerah, masker efektif mengurangi persebaran virus. Terutama virus yang disebarkan melalui droplet atau percikan batuk dan bersin.
‘’Masker wajib dipakai beraktivitas sesuai arahan pemerintah pusat dan surat edaran Bupati Tuban,’’ tegas Khamid.
Pendidik yang juga Ketua LP Ma’arif NU Tuban itu kemarin terjun langsung mengikuti kegiatan bagi-bagi masker di Tuban. Didampingi Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan (Korwildik) Kecamatan Tuban Drs. Juwadi dan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Tuban yang juga Kepala SDN Kebonsari I Yayuk Pundariningdyah S.Pd, M.Pd, serta seluruh pendidik di wilayah Tuban. Masker dibagikan di sekitar bundaran patung Letda Sucipto, perempatan Kalitempe, Pasar Pramuka, dan titik lainnya.
Selain Gerakan Sejuta Masker, kaat dia, beberapa guru membuat gerakan sosial lainnya. Seperti aksi bagi sembako dan gerakan donasi alat perlindungan diri (APD) untuk petugas kesehatan di RSUD dr. R. Koesma. Nur Khamid menyampaikan aksi sosial itu bentuk kekompakan para pendidik untuk bergotong-royong agar pandemi Covid-19 cepat berakhir. ‘’Semoga apa yang kami lakukan bisa bermanfaat untuk masyarakat,’’ kata mantan sekretaris Disdik Tuban ini.
Nur Khamid menyampaikan Gerakan Sejuta Masker diikuti oleh seluruh lembaga pendidikan mulai jenjang Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Baik negeri maupun swasta. Dengan tertib menggunakan masker, rantai persebaran virus akan cepat selesai dan aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal.
‘’Kegiatan sosial semacam ini terus dilakukan teman-teman pendidik se-Tuban hingga beberapa hari kedepan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Beresiko Tinggi, Sepuluh Persen Pasien Covid adalah Tenaga Kesehatan

TUBAN, Radar Tuban – Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban bersama seluruh lembaga pendidikan yang dinaungi kompak membantu pemerintah dalam memutus rantai persebaran Corona Virus Disease (Covid-19).
Salah satunya dengan menggelar Gerakan Sejuta Masker. Aksi sosial bagi-bagi masker kain kepada masyarakat ini kemarin (21/4) dimulai serempak oleh seluruh lembaga pendidikan di 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban yang dinaungi Disdik.
Kepala Disdik Tuban Drs. Nur Khamid, M.Pd mengatakan Gerakan Sejuta Masker merupakan inisiatif Disdik Tuban dan didukung oleh seluruh pendidik Bumi Wali. Satu guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) diwajibkan berdonasi minimal 10 masker kain. Tak disangka, seluruh guru mendukung dengan mengirimkan donasi masing-masing lebih dari 10 masker. ‘’Tidak hanya guru PNS, antusias GTT dan PTT untuk berkontribusi sangat luar biasa dengan ikut menyumbang ke masyarakat,’’ tutur dia.
Dia menjelaskan, Gerakan Sejuta Masker mengacu surat edaran Bupati Tuban Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kewajiban Penggunaan Masker Dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Tuban. Berdasarkan imbauan pemerintah pusat dan daerah, masker efektif mengurangi persebaran virus. Terutama virus yang disebarkan melalui droplet atau percikan batuk dan bersin.
‘’Masker wajib dipakai beraktivitas sesuai arahan pemerintah pusat dan surat edaran Bupati Tuban,’’ tegas Khamid.
Pendidik yang juga Ketua LP Ma’arif NU Tuban itu kemarin terjun langsung mengikuti kegiatan bagi-bagi masker di Tuban. Didampingi Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan (Korwildik) Kecamatan Tuban Drs. Juwadi dan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Tuban yang juga Kepala SDN Kebonsari I Yayuk Pundariningdyah S.Pd, M.Pd, serta seluruh pendidik di wilayah Tuban. Masker dibagikan di sekitar bundaran patung Letda Sucipto, perempatan Kalitempe, Pasar Pramuka, dan titik lainnya.
Selain Gerakan Sejuta Masker, kaat dia, beberapa guru membuat gerakan sosial lainnya. Seperti aksi bagi sembako dan gerakan donasi alat perlindungan diri (APD) untuk petugas kesehatan di RSUD dr. R. Koesma. Nur Khamid menyampaikan aksi sosial itu bentuk kekompakan para pendidik untuk bergotong-royong agar pandemi Covid-19 cepat berakhir. ‘’Semoga apa yang kami lakukan bisa bermanfaat untuk masyarakat,’’ kata mantan sekretaris Disdik Tuban ini.
Nur Khamid menyampaikan Gerakan Sejuta Masker diikuti oleh seluruh lembaga pendidikan mulai jenjang Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Baik negeri maupun swasta. Dengan tertib menggunakan masker, rantai persebaran virus akan cepat selesai dan aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal.
‘’Kegiatan sosial semacam ini terus dilakukan teman-teman pendidik se-Tuban hingga beberapa hari kedepan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Fokus Antisipasi Kerumunan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/