alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Disiapkan untuk Mendukung PSN dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Radar Tuban – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan nama Jalan Lingkar Selatan (JLS) Tuban, Sabtu (20/3). Oleh Pemkab Tuban, jalan yang disiapkan untuk mengurai kemacetan dalam kota sekaligus sebagai akses pendukung Proyek Strategis Nasional (PSN)—pembangunan kilang Gross Root Refinery (GRR) itu diberi nama Jalan KH Hasyim Asyhari dan KH Abdul Wahab Hasbullah.

Jalan KH Hasyim Asyhari dimulai dari ujung barat sampai simpang empat Penambangan. Selanjutnya, untuk Jalan KH Abdul Wahab Hasbullah dimulai dari simpang empat penambangan hingga ujung timur JLS di Desa Tunah, Kecamatan Semanding.

Peresmian nama pada jalan yang sudah lama diharapkan masyarakat Tuban itu berlangsung di simpang empat Penambangan. Proses peresmian nama jalan itu diawali dengan gowes bareng dari ujung timur JLS, persisnya pertigaan Desa Tunah.

Gubernur Khofifah memberikan apresiasi atas pembangunan JLS yang dilakukan Pemkab Tuban. Disampaikan dia, pembangunan jalan akan memberikan manfaat yang sangat positif untuk masyarakat. Yakni, meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas.

Baca Juga :  Inilah Sembilan Jembatan di Bojonegoro yang Melintas Bengawan Solo

‘’Terutama bagi pedagang. Keberadaan jalan dapat memberikan nilai tambah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Juga semakin memperlancar akses di sektor pendidikan dan kesehatan,’’ terang Khofifah. Meski satu lajur jalan sudah terhubung dan tuntas dikerjakan, namun proses pembangunannya masih harus dilanjutkan untuk menuntaskan satu lagi yang tersisa.

Pada tahap pembangunan lanjutan ini akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR). Harapannya, ring road yang membentang di selatan Kota Tuban ini mampu mendukung proyek strategis nasional yang ada di Tuban, yakni pembangunan kilang minyak. ‘’Sesuai yang tertuang dalam Perpres Nomor 80 Tahun 2019,’’ terang Khofifah.

Wabup Bupati Tuban Noor Nahar Hussein yang mendampingi peresmian jalan mengungkapkan, pembangunan JLS ini telah direncanakan sejak 2013. Berikutnya, pembebasan lahan dimulai pada 2015 dengan total panjang sekitar 13 kilometer dengan menelan dana mencapai 153 miliar. Pada 2019, pembangunan fisik konstruksi tahap pertama dimulai.

Baca Juga :  Matangkan Raperda Perlindungan Petani Hutan

Panjang pengerjaan mencapai 5,7 kilometer dengan dana 70 miliar. Selanjutnya, pada 2020 pengerjaan tahap kedua dimulai sepanjang 7 kilometer dengan dana 72 miliar. Dengan demikian tuntas sudah satu lajur dari ujung timur ke barat. ‘’Total dana APBD Kabupaten Tuban yang telah diserap mencapai sekitar Rp 500 miliar. Itu untuk satu sisi jalan,’’ terang wabup.

Adapun pembangunan lanjutan lajur dua langsung ditangani oleh pemerintah pusat melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Saat ini masih dalam proses tender. ‘’Pembangunan JLS ini mampu membawa dampak positif, diantaranya meningkatkan aksesbilitas, mengurai kemacetan, dan membuka akses ekonomi,’’ terang wabup dua periode itu. Pada kesempatan yang sama juga diresmikan nama jalan Tonny Koeswoyo, yakni jalur yang menghubungkan Jalan Letda Sucipto ke arah selatan—menuju Desa Sumurgung. 

Radar Tuban – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan nama Jalan Lingkar Selatan (JLS) Tuban, Sabtu (20/3). Oleh Pemkab Tuban, jalan yang disiapkan untuk mengurai kemacetan dalam kota sekaligus sebagai akses pendukung Proyek Strategis Nasional (PSN)—pembangunan kilang Gross Root Refinery (GRR) itu diberi nama Jalan KH Hasyim Asyhari dan KH Abdul Wahab Hasbullah.

Jalan KH Hasyim Asyhari dimulai dari ujung barat sampai simpang empat Penambangan. Selanjutnya, untuk Jalan KH Abdul Wahab Hasbullah dimulai dari simpang empat penambangan hingga ujung timur JLS di Desa Tunah, Kecamatan Semanding.

Peresmian nama pada jalan yang sudah lama diharapkan masyarakat Tuban itu berlangsung di simpang empat Penambangan. Proses peresmian nama jalan itu diawali dengan gowes bareng dari ujung timur JLS, persisnya pertigaan Desa Tunah.

Gubernur Khofifah memberikan apresiasi atas pembangunan JLS yang dilakukan Pemkab Tuban. Disampaikan dia, pembangunan jalan akan memberikan manfaat yang sangat positif untuk masyarakat. Yakni, meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas.

Baca Juga :  Gempa 4,2 SR Guncang Perairan Tuban

‘’Terutama bagi pedagang. Keberadaan jalan dapat memberikan nilai tambah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Juga semakin memperlancar akses di sektor pendidikan dan kesehatan,’’ terang Khofifah. Meski satu lajur jalan sudah terhubung dan tuntas dikerjakan, namun proses pembangunannya masih harus dilanjutkan untuk menuntaskan satu lagi yang tersisa.

Pada tahap pembangunan lanjutan ini akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR). Harapannya, ring road yang membentang di selatan Kota Tuban ini mampu mendukung proyek strategis nasional yang ada di Tuban, yakni pembangunan kilang minyak. ‘’Sesuai yang tertuang dalam Perpres Nomor 80 Tahun 2019,’’ terang Khofifah.

Wabup Bupati Tuban Noor Nahar Hussein yang mendampingi peresmian jalan mengungkapkan, pembangunan JLS ini telah direncanakan sejak 2013. Berikutnya, pembebasan lahan dimulai pada 2015 dengan total panjang sekitar 13 kilometer dengan menelan dana mencapai 153 miliar. Pada 2019, pembangunan fisik konstruksi tahap pertama dimulai.

Baca Juga :  Darurat, IGD-ICU Sejumlah Rumah Sakit Mulai Tolak Pasien

Panjang pengerjaan mencapai 5,7 kilometer dengan dana 70 miliar. Selanjutnya, pada 2020 pengerjaan tahap kedua dimulai sepanjang 7 kilometer dengan dana 72 miliar. Dengan demikian tuntas sudah satu lajur dari ujung timur ke barat. ‘’Total dana APBD Kabupaten Tuban yang telah diserap mencapai sekitar Rp 500 miliar. Itu untuk satu sisi jalan,’’ terang wabup.

Adapun pembangunan lanjutan lajur dua langsung ditangani oleh pemerintah pusat melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Saat ini masih dalam proses tender. ‘’Pembangunan JLS ini mampu membawa dampak positif, diantaranya meningkatkan aksesbilitas, mengurai kemacetan, dan membuka akses ekonomi,’’ terang wabup dua periode itu. Pada kesempatan yang sama juga diresmikan nama jalan Tonny Koeswoyo, yakni jalur yang menghubungkan Jalan Letda Sucipto ke arah selatan—menuju Desa Sumurgung. 

Artikel Terkait

Most Read

Mulai Genjot Fisik Atlet

Macet lagi, Babat Butuh Rekayasa Penanganan

Tinggal Dipakai

Artikel Terbaru

Berharap Pasar Hewan segera Dibuka

Harga Tanah Rp 450 Ribu Per Meter

Sempat Vakum Dua Tahun


/