alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Siap-Siap Tutup Doorlat

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Curah hujan di wilayah hulu Bengawan Solo sedang tinggi. Akibatnya tren tinggi muka air (TMA) di Taman Bengawan Solo (TMA) alami kenaikan sejak Kamis lalu (20/1). Hingga berita ini ditulis, pukul 19.00 kemarin (21/1) status TMA sudah siaga kuning yakni 13,40 meter. 

“Jika nanti TMA sudah 14,00 meter, kami akan mulai menutup pintu-pintu tanggul atau doorlat di sepanjang bantaran Bengawan Solo. Mulai dari Kelurahan Jetak hingga Kelurahan Banjarejo,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto.

Ardhian mengungkapkan, bahwa penetapan siaga yang mengacu pada TMA di TBS diturunkan mulai awal 2021 lalu. Saat ini, siaga hijau 12,06 meter, siaga kuning TMA 13,06 meter, dan siaga merah TMA 14,04 meter. Sebelumnya siaga hijau TMA 13,00 meter, siaga kuning 14,00 meter, dan siaga merah TMA 15,00 meter.

Baca Juga :  Mumuk dan Edi Jadi Kepala OPD Lagi 

“Karena itu, meskipun nanti TMA mencapai 14,00 meter itu air belum sampai masuk permukiman warga. Biasanya air baru masuk kalau TMA 15,00 meter. Namun, kami tetap antisipasi dengan menutup doorlat,” terang mantan Camat Kedewan itu.

Berdasar pantauan BPBD mulai pukul 17.00 hingga 18.00 tren TMA di wilayah hulu stabil. Apabila tidak hujan di wilayah hulu, ada kemungkinan TMA akan turun. 

Perlu diketahui, rambatan air Bengawan Solo dari wilayah Ngawi menuju Karangnongko turut Kecamatan Ngraho membutuhkan waktu 16-18 jam. Kemudian, dari Karangnongko menuju Bojonegoro Kota butuh waktu 15-16 jam. Selain itu, laju debit air tersebut selalu diatur oleh bendungan gerak di Kecamatan Kalitidu. 

Baca Juga :  Coret Empat Pemain

Sementara itu bantaran Bengawan Solo turut Dusun/Desa/Kecamatan Kanor yang mengalami longsor akibat adanya peningkatan muka air. Saat ini, sudah diberikan penanganan darurat dengan pemberian sak berisi pasir. Ada tujuh rumah warga yang berjarak dua meter dari longsoran.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Curah hujan di wilayah hulu Bengawan Solo sedang tinggi. Akibatnya tren tinggi muka air (TMA) di Taman Bengawan Solo (TMA) alami kenaikan sejak Kamis lalu (20/1). Hingga berita ini ditulis, pukul 19.00 kemarin (21/1) status TMA sudah siaga kuning yakni 13,40 meter. 

“Jika nanti TMA sudah 14,00 meter, kami akan mulai menutup pintu-pintu tanggul atau doorlat di sepanjang bantaran Bengawan Solo. Mulai dari Kelurahan Jetak hingga Kelurahan Banjarejo,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto.

Ardhian mengungkapkan, bahwa penetapan siaga yang mengacu pada TMA di TBS diturunkan mulai awal 2021 lalu. Saat ini, siaga hijau 12,06 meter, siaga kuning TMA 13,06 meter, dan siaga merah TMA 14,04 meter. Sebelumnya siaga hijau TMA 13,00 meter, siaga kuning 14,00 meter, dan siaga merah TMA 15,00 meter.

Baca Juga :  195 Pelanggar, Uang Denda Pelanggaran Masker Terkumpul Rp 15,1 Juta

“Karena itu, meskipun nanti TMA mencapai 14,00 meter itu air belum sampai masuk permukiman warga. Biasanya air baru masuk kalau TMA 15,00 meter. Namun, kami tetap antisipasi dengan menutup doorlat,” terang mantan Camat Kedewan itu.

Berdasar pantauan BPBD mulai pukul 17.00 hingga 18.00 tren TMA di wilayah hulu stabil. Apabila tidak hujan di wilayah hulu, ada kemungkinan TMA akan turun. 

Perlu diketahui, rambatan air Bengawan Solo dari wilayah Ngawi menuju Karangnongko turut Kecamatan Ngraho membutuhkan waktu 16-18 jam. Kemudian, dari Karangnongko menuju Bojonegoro Kota butuh waktu 15-16 jam. Selain itu, laju debit air tersebut selalu diatur oleh bendungan gerak di Kecamatan Kalitidu. 

Baca Juga :  Larang Pembelian Pertalite dengan Jeriken di Bojonegoro

Sementara itu bantaran Bengawan Solo turut Dusun/Desa/Kecamatan Kanor yang mengalami longsor akibat adanya peningkatan muka air. Saat ini, sudah diberikan penanganan darurat dengan pemberian sak berisi pasir. Ada tujuh rumah warga yang berjarak dua meter dari longsoran.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/